Malaikat Kecilku Gabriella

Malaikat Kecilku Gabriella
Hari Pernikahan


__ADS_3

"Aku sangat gugup Ken" Gaby yang sudah disulap sangat memukau bak Puteri di negeri dongeng oleh make up artist paling terkenal se ibukota mengutarakan isi hatinya kepada Niken sang sahabat baik.


"Jangan gugup dong sayang, ayo tarik nafas dan hembuskan perlahan biar tenang" Niken membantu Gaby menenangkan dirinya.


Sejak semalam Gaby memang susah tidur karena terlalu gugup membayangkan hari yang sangat ia nantikan ini. Semua keluarga Anderson, keluarga Dimas dan juga keluarga panti sudah menginap di hotel bintang lima milik keluarga Anderson dan beramah tamah sejak dua malam sebelum acara di gelar. Mereka semua di jamu dengan jamuan paling mewah dan eksklusif.


TOK TOK TOK


"Apa sudah siap sayang?" Ayu menengok keponakannya.


"Sudah aunty" jawab Gaby sambil mengangguk.


"Ayo, kalau begitu kita turun ke bawah sekarang!" Ayu menggandeng tangan Gaby yang sebelah kanan, sementara Niken yang sebelah kiri.


"Apa semua orang sudah berkumpul?" Gaby bertanya untuk mengurangi rasa gugupnya.


"Sudah semua sayang" jawab Ayu sambil tersenyum.


Ia paham bagaimana rasanya berada di posisi Gaby saat ini, karena dirinya pun pernah merasakan ini sebelas tahun silam saat menikah dengan Ron di hotel ini juga.


"Aku deg-degan" tangan Gaby dingin seperti es.


"Jangan tegang, kau sangat sempurna, aunty yakin kalau semua orang pasti akan kagum padamu nanti!" kata Ayu menyakinkan sang keponakan.


"Tarik nafas Gab!" kata Niken lagi Seperti sebelumnya.


TING


Pintu lift terbuka dan mereka bersiap mengalahkan kaki keluar menuju ballroom hotel untuk memulai acaranya.


"Wah cantiknya!"


"Sempurna sekali!"


"Dimas sangat beruntung ya!"


Begitulah kira-kira ucapan para tamu saat melihat Gaby dengan riasan wajah dan gaun pengantinnya yang sangat anggun.

__ADS_1


Dimas yang melihat Gaby pun langsung berjalan mendekat dan menyodorkan tangannya untuk Gaby. Tentu saja tanpa menunggu lama Gaby langsung menyambut tangan sang pangeran pujaan hatinya itu dengan senyum yang mengembang.


"Kau cantik sekali sayang" Dimas berbisik di telinga Gaby saat mereka berjalan beriringan ke arah depan untuk mengucapkan janji suci.


"Terima kasih sayang" jawab Gaby dengan tersipu malu.


Setelah tiba di bagian depan ballroom yang sudah disulap jadi pelaminan, mereka kemudian mengucapkan janji cintanya dihadapan Tuhan dan disaksikan oleh para tamu undangan.


"Akhirnya, Grandma punya cucu baru!" kata nyonya Merlyn dengan sangat bahagia mengingat sudah sejak sepuluh tahun silam ia berharap Dimas berjodoh dengan Gaby.


"Iya, cita-cita kita tercapai" kata nyonya Ruth kemudian.


"Grandma terima kasih" Dimas memeluk kedua nenek mertuanya itu.


"Nak, selamat sayang" ibu asuh memeluk Gaby dan Dimas bergantian.


"Terima kasih Grandma" Gaby membalas pelukan ibu asuh yang sudah ia anggap juga sebagai Grandma nya sendiri.


"Terima kasih Grandma" Dimas pun memeluk ibu asuh dengan senyum mengembang.


"Bunda" Gaby pun ikut menangis dipelukan sang bunda.


"Ayah" kemudian Gaby juga memeluk ayahnya.


"Anak ayah sudah besar, jadilah istri yang berbakti kepada suami seperti Ibumu dan Bundamu nak!" pesan Mike sambil mengelus punggung sang putri.


"Iya yah, kakak janji" Gaby mengangguk dengan masih sambil terisak.


"Sudah, nanti make up mu luntur sayang" kata Ayu mengingatkan Gaby.


"Sayang, titip Dimas ya, Mama sekarang sudah tenang karena Dimas sudah ada yang mengurus" kata Mama Dimas kepada menantu barunya itu.


"Iya ma, terima kasih ya sudah merestui kami" Gaby memeluk ibu mertuanya.


"Nak, papa hanya bisa memberikan doa terbaik untuk kehidupan rumah tangga kalian kelak" Papa Dimas juga ikut memeluk menantunya.


"Amin, terima kasih doanya pa" Gaby mengamini segala doa restu mertuanya.

__ADS_1


"Ayah titip Gaby ya Dim, tolong didik dia agar bisa menjadi istri dan ibu yang baik" kata Mike kepada menantunya.


"Iya ayah pasti aku akan menjaga Gaby dengan seganap hidupku!" Dimas mengangguk yakin.


"Titip anak bunda ya Dim" Ananda yang sudah memiliki menantu kini harus belajar membagi putrinya dengan suaminya itu.


"Pasti bunda" Dimas meyakinkan ibu mertuanya.


"Jagalah menantu papa dengan baik, jangan sakiti dia, kalau sekali saja papa dengar kau menyakiti Gaby, maka papa yang akan melawanmu!" ucap papa Dimas tegas kepada sang putra.


"Iya pa siap" Dimas kemudian memeluk papanya.


"Ma," setegar-tegarnya Dimas kepada yang lain, akhirnya air mata itu keluar juga saat ia memeluk sang Mama.


"Sayangi istrimu nak, hormati dia seperti kau menghormati Mama selama ini, ingat kau lahir dari rahim wanita, nanti istrimu pun akan melahirkan anak-anakmu dari rahimnya, maka jagalah dia seperti kau menjaga Mama!" ucap sang Mama sambil terisak.


"Pasti ma, Dimas janji" kata pria tampan itu dipelukan sang ibu.


"Asikkkkk sebentar lagi ada yang belah duren nihhhhh" seloroh Ron yang spontan membuat semua orang tergelak.


"Daddy!" Ayu memukul lengan sang suami yang selalu saja suka berseloroh sembarangan.


Suasana pesta sungguh meriah diliputi rasa haru, terlihat semua keluarga dan tamu undangan menikmati setiap detil acara dan juga jamuan yang dihidangkan.


"Terima kasih sayang, karena sudah mau berjuang denganku sampai dititik ini!" Dimas mengecup kening istrinya.


"Terima kasih juga karena sudah mau berjuang untuk aku sayang!" Gaby membalas sang suami dengan belaian lembut di pipi Dimas.


..................


Halo semua, terima kasih karena sudah terus setiap sama Nona dan Om.. Nah berhubung mereka sudah menikah, boleh lah ya kasih kado buat mereka melalui like, komen, hadiah, favorit, dan vote (mumpung hari Senin heheheh) Jangan lupa terus ikuti kisah mereka ya.. Habis ini kita akan belah duren lohhhhh..


Sooooooo....


Happy Reading All..


Luv Luv..

__ADS_1


__ADS_2