Malaikat Kecilku Gabriella

Malaikat Kecilku Gabriella
Cemburu Buta


__ADS_3

"Sayang, kau kenapa cemberut saja?" Dimas yang baru pulang kerja heran karena sang istri tidak menegurnya sama sekali.


"Jangan sentuh-sentuh aku!" Gaby menghindar saat Dimas merangkul pinggangnya yang sudah mulai melebar karena efek kehamilannya.


"Ada apa hemm?" Dimas belum menyadari apa yang membuat istrinya marah kepadanya.


"Sudah sana jauh-jauh, menyebalkan sekali!" Gaby menepis tangan Dimas dengan kasar.


"Hey, ada apa? kalau kau tidak bilang mana aku tau kau marah karena apa?" Dimas masih berusaha membujuk sang istri.


"Ck, ihhh sanaaaaa" namun Gaby tetap saja menolak bujuk rayu suaminya.


"Baiklah, aku mandi dulu ya, baru habis itu baru kita bicarakan lagi" Dimas memilih untuk mengalah dan membiarkan sang istri tenang terlebih dahulu. Toh percuma jika ia membujuk namun sang istri masih dalam keadaan emosi.


..........


"Kakak jadi kan tidur di kamarku malam ini?" Sera tiba-tiba bertanya setelah mereka selesai makan malam bersama.


Semenjak keluar dari rumah sakit Gaby dan Dimas memang masih tinggal di rumah orang tua Gaby.


"Loh kok kamu gak bilang sih sayang?" Dimas terkejut, sementara Gaby masih menunjukkan mode diamnya, membuat Ananda dan Mike mengernyitkan dahi mereka melihat tingkah sang anak dan menantu yang tidak seperti biasanya.


"Sera, Raf, kalian main di kamar dulu ya, ayah sama bunda mau bicara sama kakak" Ananda yang paham akan situasinya langsung meminta anak-anaknya masuk kamar.


"Tapi aku masih mau disini!" Sera protes.


"Oke bun, ayo Sera!" sementara Raf yang sudah menginjak remaja paham jika ada sesuatu yang tidak beres sehingga ia membantu sang bunda mengajak adiknya.


"Terima kasih ya sayang" Ananda tersenyum kepada anak laki-lakinya yang sudah membantunya mengajak sang adik masuk kamar.


"Iya bun, sama-sama" jawab Raf sambil menuntun Sera naik ke lantai dua.


"Kalian kenapa?" tanya Mike to the point setelah kedua anaknya yang kecil menghilang dari tangga menuju lantai dua.


"Tidak ada apa-apa yah" jawab Gaby cepat sementara Dimas hanya diam saja karena bingung harus bicara apa.


"Tidak mungkin tidak ada apa-apa tapi kau bersikap aneh seperti itu" Mike tidak percaya begitu saja.


"Kalau ada masalah segera diselesaikan, diskusikan baik-baik, jangan diam saja karena masalahnya tidak akan selesai hanya dengan diam" Ananda akhirnya menasehati anak dan menantunya.


"Hiks hiks" tiba-tiba saja Gaby menangis membuat Dimas panik.


"Sayang kamu kenapa?" Dimas memeluk istrinya.

__ADS_1


"Kau jahat!" Gaby mendorong suaminya dan menolak dipeluk.


"Aku jahat kenapa?" Dimas benar-benar tidak tau duduk persoalannya.


"Apa ini?" Gaby mengulurkan beberapa gambar di ponselnya.


"Sayang ini!?" Dimas ternganga dibuatnya.


"Kau selingkuh kan? kenapa kau jahat sekali?" Gaby sudah tidak segan-segan melampiaskan emosinya di depan kedua orang tuanya.


"Sayang aku tidak pernah selingkuh" Dimas membela dirinya.


"Kalau tidak selingkuh, lalu apa itu? kenapa kau pake acara makan bersama dan duduk begitu dekat sambil pegangan tangan segala?" Gaby menangis sesegukan.


"Ini tidak seperti yang kau bayangkan sayang" kata Dimas putus asa.


"Apa karena aku sedang hamil dan badanku sudah gendut kau jadi mencari wanita yang lebih seksi?" Gaby berfikir berlebihan.


"Ayah tanggung jawab!" Dimas yang sudah tidak bisa berkata-kata lagi akhirnya memberikan ponsel Gaby kepada sang mertua yang sejak tadi hanya menonton pertengkaran mereka saja.


"Bwahahahahahahahahahhaha" sementara Mike yang menerima ponsel dari sang menantu terbahak-bahak.


"Ayah!!!!" Gaby yang sedang kesal kepada sang suami jadi semakin kesal karena ulah sang ayah yang malah terbahak-bahak melihat gambar di ponselnya.


"Tunggu sebentar kak!" Mike melakukan panggilan di ponselnya.


"Tanggung jawab apa?" Ron masih bingung.


"Ini!" Mike menunjukkan ponsel Gaby yang masih ada gambar Dimas dan Acia nya.


"Bwahahahahahahahahahahha" tawa Ron langsung meledak, sementara George geleng-geleng kepala sambil tersenyum.


"Dapat dari mana ini?" Ron penasaran.


"Uncle, kau harus jelaskan kepada istriku, gara-gara kau menyuruhku meeting dengan wanita itu hampir saja pecah perang dunia!" kata Dimas dengan kesal.


"Gaby, dari mana kau dapat foto-foto itu kak?" Ron yang jahil tidak mengubris rasa kesal Dimas.


"Temanku yang mengirimnya" Gaby masih cemberut.


"Suamimu itu memang tukang selingkuh bwahahahahahahahah" Ron bukannya menenangkan malah makin memperkeruh.


"Uncle!" Dimas semakin kesal dengan sikap Ron yang konyol.

__ADS_1


"Ini nyonya Acia, dia adalah investor di perusahaan Anderson. Nona harus terbiasa melihat adegan-adegan seperti ini kedepannya selama dia masih menjalin kerja sama dengan perusahaan kita, karena dia memang wanita agresif yang selalu mencari celah menggoda setiap rekan bisnisnya" George menjelaskan sambil menahan senyumnya.


"Benarkah?" Gaby masih tidak percaya.


"Benar nona" jawab George dengan senyum geli yang masih mengembang di wajahnya.


"Jadi suamiku tidak selingkuh?" tanya Gaby lagi.


"Kan sudah ku bilang kalau aku tidak akan pernah berpaling darimu!" Dimas mengecup pipi sang istri.


"Cih, gombal, padahal tadi siang kau menikmatinya kan?" Ron benar-benar usil.


"Uncle!" Dimas tidak terima.


"Sudah ya, terima kasih atas penjelasannya" karena masalahnya sudah jelas akhirnya Mike menutup sambungan video callnya dengan Ron dan George.


"Sudah jelaskan sekarang?" Mike menyerahkan ponsel Gaby kepada sang pemilik.


"Jadi semua ini karena ulah nyonya Acia lagi?" Ananda geleng-geleng.


"Bunda juga tau wanita ini?" Gaby tidak percaya.


"Dia adalah wanita yang sangat fenomenal kak, Bunda, Aunty dan Tante sudah terbiasa dengan sikapnya yang hobi menggoda suami kami" Ananda memberi pengertian kepada putrinya.


"Jadi sudah percaya kan?" tanya Dimas sambil menciumi wajah sang istri.


"Janji jangan pernah selingkuh ya!" Gaby berkata dengan manja.


"Iya sayang" Dimas masih setia menciumi istrinya.


"Sudah sana masuk kamar!" Mike jengah dengan kelakuan anak dan menantunya.


"Ayo sayang" Dimas pun mengajak sang istri menuju kamar mereka di lantai dua.


"Ayo bun" Mike pun tidak mau kalah saat melihat anak dan menantunya sudah naik ke lantai atas.


"Apa sih ayah!" Ananda geleng-geleng melihat sang suami yang latah.


"Satu ronde" Kata Mike sambil menggandeng tangan sang istri.


...^^^......^^^...


Halo semua, terima kasih ya karena sudah tetap setia dengan Nona dan Om.. Jangan lupa terus dukung novel ini supaya lebih dikenal banyak pembaca dan bisa menghibur banyak orang melalui like, komen, hadiah, favorit, share dan vote (mumpung hari senin dapet vote baru heheheheh)

__ADS_1


Terima kasih all..


Happy reading...


__ADS_2