
"Om, sudah sampai belum?" tanya gaby melalui sambungan telpon setelah dirinya membersihkan diri sepulang dari danau.
"Sudah nona, saya baru saja ingin menghubungi Anda" jawab Dimas masih dengan bahasa formalnya.
"Ya sudah kalah begitu selamat istirahat ya Om" kata Gaby kemudian.
"Iya, nona juga langsung istirahat ya, supaya besok tetap fresh bekerja walaupun tanggal merah" kata Dimas.
"Hufffff iya, aku sedih besok harus tetap bekerja, padahal semua keluargaku libur dan sedang berkumpul di rumah grandma!" Gaby menggerutu membuat percakapan mereka kembali berlanjut.
"Jangan sedih nona, bukankah ini bagian dari cita-cita anda? sekarang memang harus berjuang dulu, nanti akan ada waktunya Anda menuai hasil yang memuaskan!" kata Dimas memberi semangat kepada kekasih barunya itu.
"Iya Om, terima kasih ya untuk dukungannya" Gaby tersenyum bahagia karena Dimas sangat mendukung cita-citanya.
"Besok nona berangkat jam berapa?" tanya Dimas kemudian.
"Sekitar jam tujuh Om" kata Gaby.
"Baiklah, kalau begitu sekarang lebih baik nona langsung tidur ya" Dimas mencoba menutup pembicaraan mereka.
"Iya Om" jawab Gaby.
"Selamat malam nona, selamat beristirahat" meskipun masih ingin berlama-lama mengobrol, namun Dimas tidak tega karena Gaby harus segera istirahat.
"Selamat malam Om, selamat beristirahat" jawab Gaby.
Mereka pun mengakhiri panggilan telpon dan langsung beranjak ke tempat tidur dengan hati yang masih berbunga-bunga karena ternyata perasaan mereka sama-sama saling cinta.
..........
"Nona, saya sudah di depan rumah ya" kata Dimas melalui sambungan telpon. Pria itu sengaja bangun pagi meskipun hari libur demi bisa bertemu dengan kekasih hatinya.
"Om di depan rumah aku?" Gaby tidak menyangka kalau Dimas akan menjemputnya.
"Iya nona, saya di depan rumah Anda" jawab Dimas.
"Baiklah aku keluar, sebentar ya Om" kata Gaby dengan tergesa-gesa, ia kemudian membuat dua tangkap roti selai dan mengambil dua kotak susu dari lemari es.
"Selamat pagi" Dimas menyambut Gaby yang menghampirinya dengan senyum paling manis.
"Pagi Om" kata Gaby dengan sumringah.
"Ayo nona, nanti anda terlambat" kata Dimas sambil membuka pintu mobil untuk Gaby.
"Iya" Gaby masuk masih dengan membawa perbekalan nya di tangan.
__ADS_1
Setelah Dimas masuk mobil dan menyalakan mesin, mereka pun berangkat menuju tempat kerja Gaby.
"Ini Om, aaaaaaaaaa" Gaby menyodorkan roti yang dibawanya kedepan mulut Dimas yang sedang menyetir mobil.
"Ini untuk saya?" Dimas tidak menyangka Gaby sangat perhatian.
"Iya, Om pasti belum sarapan kan?" tangannya masih di depan mulut Dimas.
"Iya" sambil menggigit roti yang disodorkan oleh Gaby dengan hati yang senang karena sudah di perhatikan oleh kekasihnya.
"Mau susunya?" tanya Gaby.
"Anda bawa susu juga untuk saya?" Dimas benar-benar tersanjung.
"Ia, nanti kalau tidak Om bisa kehausan" kata Gaby sambil menusukkan sedotan kemudian menyodorkannya ke mulut Dimas.
"Terima kasih nona" kata Dimas lagi dan kemudian menyedot susunya.
Mereka pun menikmati perjalanan dengan sarapan bersama dan obrolan ringan tentang pekerjaan Gaby.
"Selamat bekerja ya nona, tetap semangat!" Dimas mengelus pipi Gaby dengan lembut saat sudah tiba di depan restoran tempat Gaby bekerja.
"Iya Om, aku pasti semangat, kan sudah diantar sama Om hehehehe" Gaby selalu bisa membangun suasana ceria.
"Nanti saya jemput seperti biasa ya nona" kata Dimas.
Setelah memastikan Gaby masuk, Dimas pun pergi dari restoran dan kembali ke apartemennya.
..........
"Pagi semua" Gaby yang ramah selalu menyapa semua rekan kerjanya dengan ceria.
"Pagiiiiiii" serempak mereka menjawab salam Gaby.
"Gaby, tadi cowok ganteng yang nganterin kamu siapa?" tanya seorang senior wanita kepada Gaby.
"Eh senior melihat ya?" Gaby menggaruk kepalanya yang tidak gatal karena malu.
"Ya lihat lahhh, pake acara elus-elus pipi segala" imbuh senior wanita yang satu lagi sambil menggoda.
"Ciye ciyeeeee dianter sama pacaranya yaaaa" kata senior yang lainnya lagi.
"Duhhh kok jadi pada godain aku sih?" Gaby benar-benar malu, karena ini baru pertama kalinya ia pacaran dan diantar kerja oleh sang pacar.
"Kamu kenal dimana? masih ada stok cowok ganteng kayak gitu lagi gak buat aku?" tanya senior wanita yang pertama bertanya pada Gaby.
__ADS_1
"Senior ihhhhhh" Gaby semakin malu, membuat semua orang tergelak.
Hari itu Gaby lalui dengan cerah ceria karena hatinya sedang berbunga-bunga. Ia sangat bahagia dengan hubungannya yang sudah meningkat dengan Dimas.
..........
"Om" Gaby menghampiri Dimas yang sudah menunggunya di depan restoran.
"Sudah selesai?" tanya Dimas saat melihat kekasihnya berjalan mendekat.
"Iya" jawab Gaby sambil mengangguk.
"Ayo" Dimas meraih tangan Gaby dan menggandengnya dengan mesra saat mereka hendak meninggalkan restoran.
"Ciyeeeeeeee"
"Nahhh ketauan yaaa!"
"Hayo mau kemana?"
"Kok nggak dikenalin sama kita sih?"
Tanpa Gaby sadari ternyata teman-temannya sengaja bersekongkol untuk memergoki mereka berdua.
"Astagaaaa, kalian sengaja ikutin aku ya?" Gaby yang tertangkap basah, spontan merah merona karena sangat malu.
"Kenalin ini Om Dimas" kata Gaby kepada teman-temannya. Mau tidak mau Gaby pun akhirnya memperkenalkan Dimas sebagai kekasihnya kepada seluruh teman kerjanya.
"Halo semua, saya Dimas" sambil menudukkan kepalanya dengan sopan.
"Halo Om Dimas" jawab mereka serentak.
"Oya, kami mau makan malam, bagaimana kalau sekalian kita makan bersama?" Akhirnya karena merasa sungkan, Dimas pun kemudian mengajak mereka semua makan malam bersama sebagai salam perkenalan.
"Boleh"
"Yuk"
"Oke"
Semua sangat antusias menerima ajakan Dimas untuk makan malam bersama. Setelah memutuskan tempatnya, akhirnya mereka pun menikmati makan malam gratis dari Dimas.
...........
Halo semua, terima kasih untuk kesetiaannya menanti kelanjutan kisah cinta Gaby dan Dimas. Mohon dukungannya untuk Rosi ya supaya tetap semangat menulis dengan cara like, komen, hadiah, favorit dan vote. Jangan lupa juga untuk follow IG Rosi @rosilombe supaya kita bisa berteman lebih akrab dan ngobrol-ngobrol seru.
__ADS_1
Happy Reading All..
Luv Luv..