
Setelah melakukan investigasi secara masif, akhirnya ketiga ibu hamil itu pun menemukan beberapa bukti yang menunjukkan bahwa para suami memang memanipulasi keadaan agar sang istri bisa hamil dan menang taruhan.
"Aku tidak menyangka kalau suamiku bisa menukar pil KB ku dengan vitamin penyubur kandungan" Gaby merasa geram.
"Aku juga, malah suamiku yang mengusulkan ide gila itu untuk yang pertama kalinya" Sera geleng-geleng kepala.
"Aku yang paling merasa dikerjai, baru juga melahirkan dua bulan, dengan entengnya dia malah membuatku hamil lagi sampai harus beristirahat di tempat tidur seperti ini" Rachel rasanya ingin menangis.
"Jadi sekarang saatnya kita balas dendam, kita harus membuat mereka bertiga jera!" Gaby sudah menyusun rencana demi rencana untuk mengerjai ketiga cucu menantu keluarga Anderson itu.
"Apa kakak sudah memiliki rencana?" Sera memicingkan mata.
"Tentu saja, aku akan membuat mereka bersimpuh di kaki kita dan meminta ampun sampai kapok!" jawab kakak tertua itu.
"Kak kau memang sangat hebat!" Rachel memuji sang kakak setelah mendengar serangkaian rencana gila Gaby.
..........
"Mama mau ngapain?" Dimas yang melihat sang istri berjalan menuju keluar kamar saat mereka hendak tidur bertanya.
"Mau tidur di ruang keluarga sama Sera dan Rachel" jawab Gaby sambil membawa bantal dan selimutnya.
"Maksudnya?" Dimas tidak paham.
"Mulai malam ini sampai sembilan bulan ke depan mama akan tidur bareng sama Sera dan Rachel" jawab Gaby dengan santainya sambil bersiap melenggang.
__ADS_1
"Loh kok gitu ma, trus papa gimana?" Dimas merasa terkejut.
"Ya terserah papa, kalau mau ikutan tidur di ruang keluarga silahkan, mau di sini sendiri juga gak masalah" kata wanita hamil itu sambil mengangkat bahu.
"Ma tunggu dong, mama kenapa sih? kok tiba-tiba tidur sama orang lain dan ninggalin papa sendirian?" Dimas merasa ada yang aneh dengan sikap sang istri.
"Bawaan orok pa" Gaby menjawab sekenanya saja.
"Apa gak bisa tidur siang aja yang sama mareka? tidur malemnya tetep sama papa ya?" pria tampan itu berusaha merayu sang istri.
"Gak bisa pa, anak kamu maunya tidur sama kedua aunty nya" Gaby menggelengkan kepala.
"Trus kalau nanti papa tiba-tiba kangen sama mama tengah malem gimana?" Dimas bertanya dengan polosnya.
"Ya tahan saja, kan demi anak kita" seloroh wanita hamil itu.
"Udah ah, mama ngantuk, papa tidur sendiri aja ya" setelah itu ia meninggalkan suaminya sendiri di dalam kamar.
..........
"Loh, kok kalian tidur di sini sih?" Ananda menatap ketiga ibu hamil yang sedang sibuk menata kasur yang disediakan para pelayan dari kamar tamu.
"Kami akan tidur di sini bun beberapa waktu ke depan" jawab Sera.
"Kenapa?" Ayu penasaran.
__ADS_1
"Gapapa kok mom, cuma pengen seru-seruan aja" Rachel menimpali.
"Seru-seruan?" tanya Maya.
"Iya tante, kan kita hamilnya barengan, jadi kayaknya seru aja gitu kalau ngapa-ngapain barengan setiap saat" Gaby bersilat lidah.
"Wah pasti seru tuh" Grandma Merlyn membayangkan keseruan hamil bersama itu.
"Iya, pasti nanti akan heboh banget deh" Grandma Ruth pun bertepuk tangan riang.
"Karena kami hamil bersama, maka kami pun sepakat untuk melakukan apapun segalanya bersama-sama" Gaby yang menjadi pemimpin diantara ketiganya mencoba meyakinkan semua orang.
"Betul, bahkan nanti kalau perlu ngidamnya bersama-sama juga" Sera menambahkan.
"Memangnya bisa gitu ngidam bersama?" tanya Ananda.
"Bisa dong bun, kan kita janjian dulu, ngidam mana yang paling seru" Rachel mengangguk.
"Ih kalian ini kenapa jadi aneh sih?" Ayu geleng-geleng.
"Maklum saja, namanya juga ibu hamil" Maya berusaha memaklumi ketiganya walaupun pada faktanya mereka memang terlihat sangat aneh.
"Ya sudah istirahat ya kalian bertiga" Grandma Ruth berkata kepada ketiganya.
"Oke grandma" jawab mereka serentak.
__ADS_1
"Have a good dream" Grandma Merlyn kemudian beranjak menuju kamarnya, diikuti oleh yang lain.
Malam itu pun mereka kemudian tidur bersama untuk melancarkan aksi balas dendam mereka untuk yang pertama kalinya.