Malaikat Kecilku Gabriella

Malaikat Kecilku Gabriella
Piala Bergilir


__ADS_3

"Uluhhhh cicit grandma, sini-sini gendong" grandma Merlyn mengambil alih baby Gadivo dari tangan Gaby.


"Jangan lama-lama kak, aku kan juga mau gendong" protes grandma Ruth.


"Ishhh aku kan baru sebentar" grandma Merlyn tidak terima.


"Nyonya berdua jangan terlalu lelah, biar saya saja yang gendong" Maya pun modus ingin menggendong.


"Biar grandmu alias grandma muda saja yang gendong, kan sigembul sangat berat, pasti grandma-grandma yang lain kelelahan" Ayu juga tidak mau kalah.


"Memangnya aku ngapain? aku tidak mungkin lelah kalau hanya bermain dengan cucuku ini!" jawab grandma Ruth.


"Kalau kalian terus menggendongnya, lalu kapan giliranku?" Ananda yang merasa punya paling banyak hak sebagai grandma ikut protes.

__ADS_1


Setelah kelahiran Raf, Sera, serta sikembar Rachel dan Richard hampir sebelas tahun lalu, keluarga Anderson memang tidak pernah lagi memiliki anak bayi. Sehingga sekalinya baby Gadivo lahir, seperti langsung menjadi piala bergilir yang selalu diperebutkan oleh kelima Gandmanya. Grandma Merlyn, Grandma Ruth, Grandma Ananda, Grandma Ayu dan Grandma Maya selalu saja gemas dengan sigembul yang kini usianya sudah menginjak satu bulan.


Meskipun mereka memiliki rumah masing-masing, namun sejak kelahiran anak dari Gaby dan Dimas ini mereka jadi lebih sering bermalam di rumah Mike. Entahlah mungkin bayi itu memiliki magnet atau apa, tapi bagi para grandma rasanya seperti tidak afdol jika tidak berebut Gadivo.


"Kalian ini kenapa ribut sekali sih?" Ron yang melihat sang cucu di gilir seperti layaknya piala merasa heran.


"Grandpa ini sangat tidak peka ya, masa cucu setampan ini dibiarkan saja nganggur!" Ayu protes karena sang suami mengatainya ribut.


"Daripada mommy memperebutkan anak orang, kenapa tidak bikin anak lagi saja hemmm? daddy masih sanggup kok bikin satu lusin baby tampan!" seloroh Ron sambil mengerlingkan matanya dengan jahil.


"Ayah juga masih sanggup kok untuk memberikan baby Gadivo uncle cilik!" Mike yang tidak mau kalah dari Ron ikut berseloroh.


"Ck, ngarep!" Ananda berdecak melihat suaminya yang sama mesumnya dengan sang adik sepupu.

__ADS_1


"Mama mau ikutan bikin juga gak?" kini giliran George yang merayu sang istri.


"Apa sih, papa tuh gak pantes punya anak, pantesnya punya cucu, jadi gak usah ikut-ikutan!" Maya juga kesal dengan suaminya.


"Sudah sono dari pada kalian berenam ribut, mending sekarang pada masuk kamar masing-masing dan bikin temen buat Gadivo!" kata grandma Merlyn pada akhirnya yang sebenarnya hanya modus ingin menguasai Gadivo tanpa gangguan yang lain.


"Betul, urusan mengasuh siembul biar kami berdua saja!" grandma Ruth pun mencari celah.


"No way!" jawab Ananda, Ayu dan Maya serentak menolak usuh duo grandma itu, yang tentu saja langsung membuat ketiga pria paruh baya itu kecewa seketika karena tidak bisa ngamar di siang bolong.


Sementara Gaby, Dimas dan Gamal yang melihat ulah para sesepuhnya hanya bisa geleng-geleng.


"Semakin tua semakin gesrek!" begitu seloroh Gamal melihat ulah mereka semua yang disambut gelak tawa oleh Dimas.

__ADS_1


Meskipun suasana kediaman salah satu anggota keluarga Anderson ini sangat ribut dengan hal-hal yang tidak berfaedah, namun kehangatan keluarga begitu terpancar dari mereka semua. Rasa saling menyayangi dan memiliki satu sama lain begitu terasa hingga membuat semuanya betah berlama-lama berkumpul.


__ADS_2