Malaikat Kecilku Gabriella

Malaikat Kecilku Gabriella
Putus


__ADS_3

"Om" Gaby yang sepanjang hari tidak mendapatkan kabar dari Dimas mencoba memulai percakapan mereka melalui pesan singkat saat ia sedang duduk santai di ruang keluarga bersama kedua orang tuanya dan juga adik-adiknya.


"Ya nona" jawab Dimas.


"Sedang apa?" tanya Gaby.


"Saya sedang lembur nona" jawab Dimas berbohong.


"Di kantor?" Gaby penasaran.


"Di apartemen" Dimas hanya menjawab singkat.


"Om sudah makan?" Gaby berusaha memancing obrolan.


"Sudah" namun Dimas hanya menjawab singkat.


"Ya sudah, kalau begitu selamat bekerja ya Om, yang semangat!" kata Gaby dengan emoticon kiss.


"Baik nona" jawab Dimas datar.


"Ada apa sih dengan Om Dimas?" gumam Gaby pada dirinya sendiri setelah obrolan mereka melalui pesan singkat berakhir.


Sementara Mike dan Ananda yang melihat putri mereka sedang berkomunikasi melalui pesan singkat seperti bisa menangkap sinyal bahwa Dimas sudah mulai menjauhi Gaby.

__ADS_1


"Kak, apa ayah boleh bicara?" tanya Mike saat Gaby sudah meletakkan ponselnya.


"Iya yah" Gaby menatap sang ayah.


"Kakak kan sudah dewasa, sudah saatnya memikirkan masa depan, jadi Ayah ingin menjodohkan kakak dengan seseorang yang ayah kenal dengan baik" Mike memancing reaksi Gaby.


"Maksud ayah?" Gaby masih belum paham.


"Ayah sudah mengatur waktu, Minggu depan kakak akan bertunangan dengan calon pilihan ayah" jawab Mike sedatar mungkin.


"Apa!?" Gaby terbelalak tidak percaya.


"Minggu depan kakak akan tunangan!" Mike memberi penegasan.


"Ayah sudah mengatur semuanya, jadi kakak hanya perlu mengikuti semua yang ayah sudah rencanakan!" kata Mike dengan tegas.


"Yah, tapi aku sudah punya kekasih!" Gaby tidak ingin kehidupan cintanya diatur oleh Mike.


"Kak, ayah ingin yang terbaik buat kakak, jadi ayah mau kakak menikah dengan pria pilihan ayah itu, titik!" Mike tidak terbantahkan.


"Bunda???" Gaby meminta pembelaan dari sang bunda yang sejak tadi hanya menyaksikan percakapannya dengan sang ayah.


"Kak,," Ananda menggantung pembicaraannya karena dia sendiri pun bingung harus bicara apa.

__ADS_1


"Ayah sama bunda jahat!" Gaby berlari masuk ke dalam kamarnya sambil menangis.


"Ayah, bagaimana ini?" Ananda panik melihat putrinya menangis seperti itu.


"Sudah tidak apa-apa!" Mike menenangkan sang istri.


..........


"Halo nona ada apa?" tanya Dimas saat Gaby menelponnya, padahal belum lama mereka baru saja berkirim pesan.


"Apa Om menghindari aku karena Om sudah tau rencana Ayah yang ingin menjodohkan aku dengan pria pilihannya?" tanya Gaby tanpa basa-basi.


"Nona, apa tuan Mike sudah memberi tau anda?" Dimas balik bertanya balik.


"Jadi Om menyerah hanya karena ayah?" Gaby emosi.


"Nona, maaf kita memang sudah tidak bisa bersama lagi, Anda memang berhak mendapat yang lebih baik dari saya!" Dimas berusaha berbicara setegar mungkin.


"Jadi cinta Om buat aku hanya segini saja?" Gaby benar-benar merasa kecewa.


"Tidak nona, cinta saya sangat besar untuk anda, tapi seperti yang saya bilang, kita memang sangat jauh berbeda, anda sangat sempurna, sementara saya ini hanyalah orang biasa yang beruntung mendapatkan cinta dari Anda. Jadi saya mohon, mulai saat ini jalanilah hidup Anda dengan baik tanpa saya, berbahagialah dengan pria pilihan ayah anda nona!" Dimas pada akhirnya meneteskan air matanya yang sudah ia tahan sejak bertemu dengan Mike.


"Om" Gaby terisak ketika harus menerima kenyataan pahit ini.

__ADS_1


"Selamat malam nona, semoga mimpi Anda indah malam ini!" Dimas mengakhiri percakapan mereka namun ia tidak memutus sambungan telponnya karena gadis itu masih terdengar terisak dan tidak berkata apapun juga dalam waktu yang cukup lama sampai akhirnya terlelap karena lelah.


__ADS_2