Malaikat Kecilku Gabriella

Malaikat Kecilku Gabriella
Kelahiran dan Kematian (The End)


__ADS_3

"Selamat datang di rumah ya anak cantik" Ananda menyambut sang cucu perempuannya yang baru saja lahir.


"Kalian istirahat dulu gih di kamar" kata Ananda kepada Gaby yang sedang menggendong putri keduanya yang diberi nama Gadiva atau Diva, sementara Dimas menggendong Divo putra sulung mereka.


"Iya bun" jawab Gaby sambil menganggukkan kepalanya dan kemudian berjalan menuju lantai dua bersama Dimas dan anak-anak mereka.


Setibanya di dalam kamar mereka,


"Kakak Divo dan adik Diva ganti baju dulu ya, baru habis itu kita bobok" kata Gaby kepada kedua anaknya.


"Oke" Divo yang sudah mulai ceriwis bisa menjawab perkataan mamanya dengan cara yang menggemaskan.


"Sini biar papa yang bersihkan Diva" Dimas mengambil alih Diva dari gendongan Gaby agar sang istri bisa membersihkan Divo.


"Sini kak, lepas dulu bajunya, baru habis itu dibersihkan badannya dan ganti baju yang bersih" Gaby memanggil Divo mendekat agar bisa melepaskan kaos dan celana putranya.


"Anak cantik papa juga ganti bajunya ya, dilap dulu badannya biar bersih, baru habis itu bobok sama mama, oke?" kini Dimas yang mengajak putrinya mengobrol.


"Yuk kita bobok" Gaby mengarahkan Divo untuk naik ke atas tempat tidur.


Setelah mereka semua membersihkan diri, kemudian mereka pun tidur berjajar berempat dengan posisi Gaby dan Dimas berada di ujung sementara anak-anak mereka berada di tengah menggunakan penyekat bantal diantara keduanya agar pergerakan Divo tidak mengenai Diva.


"Akhirnya kita bisa tidur berempat juga ya ma, setelah menunggu sembilan bulan lamanya" kata Dimas kepada sang istri.


"Iya pa, lengkap sudah hidup kita sekarang" Gaby tersenyum bahagia.

__ADS_1


"Semoga keluarga kita bisa terus bahagia selamanya ya ma" kata Dimas.


"Amin" Gaby mengamini.


Setelah beberapa saat mereka berbincang, mereka pun akhirnya ikut terlarut dalam buaian mimpi di tidur siangnya yang cukup panjang.


..........


Setelah beberapa hari berlalu, kebahagiaan yang sedang hinggap di keluarga Anderson khususnya kepada Gaby dan Dimas, seketika berubah dengan datangnya kabar duka dari pasangan suami istri Aries yang dikabarkan meninggal dunia akibat terperangkap di kamar saat terjadi kebakaran besar yang menghanguskan tempat tinggal mereka.


"Ma, sudah jangan menangis terus, nanti kalau mama stress asinya bisa tidak lancar, kasihan Diva" Dimas mengingatkan sang istri.


"Kak sudah, kita sekarang hanya bisa berdoa saja" Ananda memeluk sang putri untuk menenangkannya.


"Kasihan ibu bun, sudah tidak ada keluarga yang hidup sama sekali" Gaby bersedih ketika mengingat bahwa seluruh keturunan Aries tidak ada yang tersisa sama sekali.


"Betul, kakakkan anaknya ibu Ella, jadi ibu masih punya kakak dan anak-anak" Ananda memberi penguatan.


"Lagian kak, seharuskan kakak tidak boleh bersedih, karena kan kakak baru saja dapat warisan yang sangat banyak dari Grandpa Aries" Seloroh Ron.


Setelah kepergian Ariana, maka seluruh warisan keluarga Aries memang menjadi hak Gaby secara penuh. Meskipun tidak sekaya keluarga Anderson, namun tetap tidak bisa dipungkiri bahwa harta warisan yang ditinggalkan itu jumlahnya cukup banyak.


"Kakak bayangkan saja, sekarang semua aset Aries hanya menjadi milik kakak seorang, belum lagi nanti kalau ayahmu membagi sepertiga dari stengah harta warisannya di keluarga Anderson, lalu ditambah sepertiga warisan dari Grandma Merlyn yang juga dari keturunan bangsawan kaya raya, ck kau bisa menjadi yang terkaya di keluarga Anderson kak!" Sambung Ron sambil menghitung pundi-pundi milik Gaby.


"Daddy, kenapa sih kalau ngomong selalu ngelantur, orang lagi sedih juga!" Ayu melotot kepada suaminya.

__ADS_1


"Loh Daddy kan hanya berkata yang sebenarnya mom, untuk saat ini dari semua keturunan Anderson, yang akan memiliki harta warisan terbanyak adalah Gaby, lihat saja betapa kayanya semua kakek dan neneknya dari kedua belah pihak orang tuanya, berbeda dengan anak-anak kita yang hanya akan mengandalkan warisan Anderson saja karena grandma Ruth kan hanya orang biasa." Ron memang selalu jago dalam menghitung aset.


"Iya juga sih" Akhirnya Ayu manggut-manggut, saat menyadari bahwa meskipun Ron keturunan Anderson, tapi ibunya atau Grandma Ruth hanyalah kalangan sederhana, berbeda dengan grandma Merlyn yang berasal dari keturunan bangsawan kaya raya yang akan mewariskan kekayaannya tersebut kepada ketiga cucunya. Sehingga jika dihitung harta warisan anak-anak Ron memang adalah yang paling sedikit.


"Sudah kak, jangan sedih lagi ya, benar kata uncle, dari pada kakak bersedih, lebih baik bergembira karena meskipun kehilangan grandpa dan grandma, kakak kan baru saja dapat Diva plus warisan, jadi seimbang kak!" Ayu mencoba menasehati.


"Sudah-sudah, sekarang yang penting kita semua bersyukur karena sampai detik ini masih diberi kesehatan dan harta yang berlimpah, seberapapun itu jumlahnya. Terlebih kita masih bisa berkumpul seperti ini setiap waktu, itu adalah hal yang lebih penting dan perlu kita syukuri lebih dari apapun!" nyonya Merlyn memberi nasehat kepada seluruh anak cucunya.


"Betul, sekarang yang penting kita bisa saling menjaga satu sama lain, harus saling dukung baik dalam suka maupun duka seperti saat ini" grandma Ruth juga menambahkan.


"Iya, baiklah, terima kasih semuanya kalian selalu ada untukku" Gaby akhirnya menghapus air matanya dan tersenyum karena ia sangat bersyukur bisa berada di tengah-tengah keluarga besar Anderson yang sangat menyayanginya.


...THE END...


...................


Halo semua... Yeaaayyyyy akhirnya Novel Om dan Nona dibungkus dengan rapi alias tamat.. Semoga para sahabat tetap bisa menikmatinya sampai selesai ya.. Jangan lupa untuk tetap like, komen, favorit, vote, share dan beri hadiah supaya rating novelnya semakin tinggi dan membuat Rosi semakin semangat menulis..


Nahhhh untuk yang sudah gak sabar sama cinta segitiga Sera, Gamal dan Niken, silahkan klik bio Rosi dan temukan novel mereka ya yang berjudul Sangkakala Milik Serafim. Jangan lupa di masukkan ke daftar favorit supaya sahabat bisa dapat notifikasi ketika bab barunya sudah up..


Trusss buat yang tanya, kok Sera duluan sih??? Kenapa bukan Raf aja??? jawabannya, karena jodohnya Raf masih otw dibuat dinovel Cinta Seluas TataSurya hehehehe.. Jadi buat yang kepo sama jodohnya Raf, silahkan ikutin kisahnya Tata dan Surya dulu ya..


Last but not least,


Happy Reading all..

__ADS_1


I Love You Soooooo much...


Luv Luv..


__ADS_2