
"Apa kita tidak keterlaluan sama kakak yah?" Ananda yang sudah bersiap tidur bertanya kepada sang suami.
"Sebenarnya ayah juga tidak tega Bun, tapi bunda tau sendiri kan bagaimana duo grandma? kalau kita menggagalkan rencana ini, sudah pasti mereka akan sangat murka!" Mike membayangkan wajah sang Mama.
"Bunda kasihan sama kakak!" Ananda menghela nafasnya.
"Hanya satu Minggu lagi bunda, setelah itu mereka pasti akan merasa bahagia!" Mike memeluk sang istri.
"Apa tidak bisa dipercepat saja? tiga hari lagi misalnya?" Ananda memberi usul.
"Hemmmmm" Mike berfikir keras.
"Jangan lama-lama yah, kasihan kakak!" Ananda mendesak Mike.
"Baiklah, besok ayah bilang sama Ron supaya waktunya dimajukan" kata Mike pada akhirnya.
"Iya begitu, setidaknya kalaupun kakak harus menderita, tidak usah sampai terlalu lama!" Ananda selalu mengutamakan perasaan putrinya.
"Baiklah, terserah bunda saja" Mike mengalah.
"Ya sudah, ayo kita tidur!" Ananda menarik selimutnya.
"Kok tidur?" Mike protes.
"Memang mau apa lagi kalau tidak tidur?" Ananda sudah tau arah pembicaraan Mike.
"Satu ronde ya bun?" tangan Mike sudah tidak terkondisikan lagi.
"Ayah ihhhhhhh!" kemudian pergulatan panas mereka pun dimulai.
..........
"Jadi lusa acaranya?" tanya Ron memastikan.
__ADS_1
"Iya" jawab Mike singkat.
"Apa duo grandma sudah tau?" Ron khawatir acaranya berjalan tidak sesuai ekspektasi.
"Sudah, mereka sudah setuju, lebih cepat lebih baik malah kata mereka ckck!" Mike tidak habis pikir dengan jalan pikiran kedua grandma itu.
"Kalau begitu nanti siang selepas makan siang, aku akan ajak Dimas ke hotel untuk mempersiapkan tempat dan jamuannya, kemudian aku juga akan mengajaknya memilih pakaian yang akan dia pakai di acara itu!" Ron yang sudah ditugaskan menghandle Dimas untuk mempersiapkan pestanya dan hadir di acara tersebut mulai merencanakan aksinya.
"Bagus, aku juga sudah meminta George untuk mengundang semua orang yang dekat dengan keluarga kita agar dapat hadir!" kata Mike kemudian.
"Lalu bagaimana dengan Gaby?" tanya Ron.
"Istriku dan Istrimu yang akan membujuknya" Mike yakin mereka bisa mempengaruhi pikiran Gaby.
"Semoga saja Gaby bisa kooperatif" harap Ron dibalas anggukan oleh Mike.
..........
"Chef Gaby, ada tamu yang ingin bertemu!" kata salah satu pelayan saat jam istirahat berlangsung.
"Dua orang wanita cantik chef" kata pelayan itu lagi.
"Baik, Terima kasih" Gaby kemudian melepas celemeknya dan bergegas menuju meja depan, diikuti beberapa rekan kerjanya yang kepo.
"Bunda? Aunty?" Gaby terkejut ketika yang datang menemuinya adalah Ananda dan Ayu.
"Kak, sini duduk!" Ananda menarik tangan putrinya agar ia duduk disebelahnya dan berhadapan dengan Ayu.
"Ada apa bunda ke sini?" Gaby penasaran.
"Maafkan bunda ya kak atas kejadian semalam, bunda tidak bisa berbuat apa-apa, kakak tau kan sifat ayah bagaimana?" Ananda benar-benar merasa bersalah telah mengerjai Gaby.
"Aku harus bagaimana sekarang Bun?" Gaby menangis seperti seorang anak kecil dihadapan bundanya.
__ADS_1
"Sayang, bunda tau bagaimana rasanya menikah tanpa cinta, kakak sendiri tau kan kalau dulu bunda menikah dengan Ayah hanya karena bunda sayang sama kakak, bukan sama ayah? tapi coba sekarang kakak lihat, bagaimana ayah dan bunda hidup rukun saling mencintai!" Ananda mencoba mempengaruhi Gaby.
"Tapi aku sudah mencintai orang lain Bun!" Gaby terisak sedih.
"Bunda tau kak ini tidak mudah, tapi tidak ada salahnya kakak coba dulu, setidaknya jalani dulu pertunangan kakak, kalau kakak merasa tidak cocok, nanti kita bisa bahas lagi selanjutnya sebelum masuk ke jenjang pernikahan!" Ananda memang paling pandai berkata manis untuk membujuk putrinya.
"Apa masih bisa batal menikah kalau kakak merasa pertunangan ini tidak cocok?" tanya Gaby.
"Tentu saja!" Ananda merasa Gaby mulai membuka dirinya meskipun masih enggan.
"Karena acaranya akan dimajukan besok lusa, jadi siang ini bunda sudah minta ijin kepada atasan kakak untuk bisa pulang lebih awal, kita mau mencari pakaian untuk kakak di butik langganan kita!" kata Ananda lagi.
"Besok lusa? apa tidak terlalu cepat Bun?" Gaby kembali terkejut, dunianya seperti jungkir balik seketika.
"Itu keputusan ayah kak, bunda tidak punya wewenang!" kata Ananda.
"Ayo siap-siap, kita sudah ditunggu Miss Yenny di butiknya!" Ayu yang sejak tadi diam saja akhirnya angkat bicara juga.
"Sebentar, kakak ambil tas dulu ya!" Gaby berjalan menjauh menuju dapur dengan lesu, dia merasa dunianya hancur seketika.
"Gaby mau kemana?" tanya rekan-rekannya serentak saat melihat Gaby membawa tasnya.
"Aku ijin pulang duluan ya senior, bunda dan aunty sudah menjemput aku, kami ada urusan keluarga yang mendesak" kata Gaby.
"What? jadi mereka bunda dan aunty kamu? masih kelihatan muda sekali ya!" mereka tidak percaya.
"Iya, yang pakai baju putih bundaku, yang baju pink auntyku" jawab Gaby sekenanya tanpa ingin menjelaskan lebih detail mengapa mereka berdua terlihat muda dan lebih pantas menjadi kakak bagi Gaby.
"Ohhhhhh" mereka ber-oh ria tidak percaya.
"Sudah ya senior, aku pulang dulu" Gaby kemudian berjalan dengan lesu keluar dari pintu dapur.
"Sepertinya Gaby sedang ada masalah ya!?" mereka menduga-duga karena melihat perilaku Gaby yang berubah jadi lebih pendiam hari ini.
__ADS_1
"Iya, bahkan sampai ibunya datang kesini segala!" praduga pun kemudian berkembang diantara mereka, mengiringi kepergian Gaby.