Malaikat Kecilku Gabriella

Malaikat Kecilku Gabriella
Ulang Tahun Dimas


__ADS_3

"Ada apa lagi dengan wajahmu? bukankah masalahmu dengan penggemarnya Gaby sudah selesai beberapa waktu yang lalu?" tanya Ron penasaran karena pagi ini Dimas terlihat begitu kusut.


"Paling juga tidak dapat jatah dari istrinya" Seloroh Gamal.


"Ck, sok tau kau" Dimas berdecak kesal.


"Lalu kenapa?" Ron kembali bertanya.


"Gaby mendiamkan aku dari semalam, entah apa salahku, padahal aku merasa kami sedang baik-baik saja" kata Dimas bingung.


"Ahhhh mungkin itu hanya perasaanmu saja" Ron tidak menanggapinya serius.


"Tidak mungkin, karena sejak Divo lahir, Gaby itu tidak pernah tidur di kamar Divo, kalau pun kami sedang ingin tidur bertiga, biasanya Divo lah yang kami bawa ke kamar, sementara semalam Gaby sama sekali tidak menghiraukan aku, ketika aku mengajaknya masuk ke kamar untuk tidur, dia malah berpura-pura sudah tidur sambil memeluk Divo!" Dimas menjelaskan panjang lebar dengan wajah frustasi.


"Jangan-jangan dia sudah terjerat oleh atasannya itu" Gamal malah menakut-nakuti.


"Tidak mungkin!" Dimas langsung melotot kearah Gamal.


"Sudah, nanti kalau dia minta jatah juga akan baik sendiri" Ron seolah tidak ambil pusing.


Sepanjang hari Dimas menjadi sangat tidak konsentrasi bekerja, ia terus saja memikirkan apa yang sebenarnya terjadi pada sang istri. Ia bahkan tidak menyadari bahwa lantai khusus ruang kerja CEO sudah sepi sejak setengah jam yang lalu.


"Kemana semua orang? ini kan belum genap jam pulang kantor, masih ada sepuluh menit lagi, kenapa sudah sepi dan gelap semua?" Dimas bermonolog.


"Ah sudahlah, lebih baik aku pulang saja" Dimas yang sudah tinggal seorang diri akhirnya memutuskan untuk pulang lebih awal.


Tringggg, lift khusus CEO terbuka dan Dimas melangkahkan kakinya masuk ke dalam. Setelah memencet lantai dasar, ia pun kemudian memeriksa ponselnya dengan harapan bahwa Gaby akan menghubunginya atau mungkin sekedar berkirim pesan.

__ADS_1


Tringgggg, lift kembali terbuka dan Dimas seperti membeku seketika saat menyaksikan pemandangan di depannya.


"Happy birthday papa, happy birthday papa, happy birthday to papa, happy birthday papa" Gaby membawa seloyang kue ulang tahun yang ia buat spesial untuk suaminya sambil bernyanyi.


"Mama" Dimas tidak bisa berkata-kata lagi.


"Tiup lilinnya paaaa" Gaby menyodorkan lilin berbentuk angka empat puluh yang berada diatas kue ulang tahun ke arah Dimas.


"Huuffffffffff" Dimas meniupnya dengan wajah yang sangat bahagia.


"Sekarang potong kuenya" kata Gaby lagi sambil meletakkan kuenya di atas meja. Dimas pun mengikuti perkataan sang istri untuk memotong kuenya.


"Selamat ulang tahun sayangku" Gaby mengecup pipi sang suami dengan lembut setelah memperoleh potongan kue untuk yang pertama kalinya.


"Terima kasih sayang" Dimas masih belum percaya dengan kejutan yang diberikan oleh sang istri.


"Mama? Papa?" Dimas kembali dibuat tidak percaya dengan kehadiran keluarganya yang berada di luar kota.


Semua orang bergiliran mengucapkan selamat kepada Dimas, mulai dari keluarga kandungnya, keluarga Anderson, keluarga panti dan juga karyawan di kantor pusat yang memang sengaja diajak bekerja sama untuk memberikan kejutan kepadannya.


"Jadi ini semua kerjaan mama ya?" Dimas menatap sang istri yang sedang menggendong putra mereka dengan penuh kasih sayang.


"Hehehehe, maaf ya semalam papa dicuekin" Gaby terkekeh mengingat bagaimana Ron dan Gamal bercerita kusutnya sang suami sepanjang hari ini.


"Mama sukses bikin papa jantungan" Dimas memajukan bibirnya membuat semua orang tergelak.


"Tapi papa suka kan?" Gaby menggoda.

__ADS_1


"He em" Dimas mengangguk dengan senyum bahagia.


"Oh ya mama punya kado spesial buat papa" Gaby menyodorkan sebuah kotak kecil kepada Dimas.


"Apa ini?" Dimas penasaran.


"Buka saja" Gaby meminta suaminya untuk membuka.


"Mama????" Dimas spontan berkaca-kaca saat melihat isi kotak tersebut.


"Positif???" Dimas langsung memeluk Istri dan anaknya sambil menitikkan air mata.


"Iya, Divo akan punya adik" Gaby tersenyum bahagia melihat reaksi sang suami yang begitu terharu sampai menitikkan air mata.


Suasana riuh tepuk tangan memenuhi seluruh ruangan lobby kantor pusat. Pesta ulang tahun Dimas pun berlangsung sangat meriah.


..........


Malam harinya, setelah tiba di rumah dan membersihkan diri, mereka bersepakat jika malam ini akan tidur bertiga bersama dengan Divo sebagai bentuk rasa ucapan syukur terhadap semua hal baik yang sudah mereka terima selama perjalan kehidupan pernikahan mereka.


"Ma terima kasih ya untuk semua yang sudah mama berikan sama papa, entah bagaimana jadinya papa jika tidak ada mama sekarang" Dimas mengelus pipi sang istri dengan lembut.


"Iya pa, mama juga mau berterima kasih sama papa karena sudah mau menjadi pemimpin dalam hidup mama dan menerima segala kekurangan mama" Gaby menggenggam tangan sang suami yang masih berada di pipinya.


"I love you" Dimas mengecup kening sang istri.


"I love you more" balas Gaby.

__ADS_1


Mereka pun kemudian larut dalam mimpi indah sambil berpelukan bertiga dengan posisi Divo yang berada di tengah-tengah.


__ADS_2