
"Dimas, bisa kita bicara sebentar?" tanya Mike setelah mereka selesai rapat dengan tim manager.
"Baik tuan" Dimas hanya bisa mengikuti atasannya berjalan menuju ruang kerja Mike bersama dengan Ron dan George.
"Duduklah!" kata Mike dengan wajah dingin membuat Dimas bertanya-tanya.
"Bisa jelaskan apa ini?" Mike menyodorkan sebuah map coklat kehadapan Dimas.
"Tuan saya,," suara Dimas tercekat dan tidak bisa melanjutkan perkataannya saat melihat beberapa lembar photo romantis dirinya bersama dengan Gaby.
"Aku ingin mendengar langsung penjelasan darimu!" Mike menatap tajam kepada asistennya itu.
"Maafkan kelancangan saya tuan karena sudah berani mencintai nona" Dimas menundukkan kepalanya. Ia tau bahwa cepat atau lambat situasi ini akan terjadi.
"Apa kau pikir selama ini aku bodoh? kau tau aku mengetahui semua gerak-gerik putriku selama dua puluh empat jam, bahkan ketika dia berada di lubang semut yang paling dalam sekalipun!" tatapan Mike seolah menembus jantung Dimas.
"Kami saling mencintai tuan" akhirnya Dimas mengatakan perasaan mereka berdua.
Ia tidak lagi bisa mengingkari apapun selain mengakui hubungan cinta antara dirinya dan Gaby, karena kekuasaan Mike memang tidak bisa dijangkau oleh nalarnya.
"Cih, cinta kau bilang? apa kau lupa kalau putriku sebentar lagi akan aku jodohkan dengan pria pilihanku hah!?" Mike meninggi.
__ADS_1
"Sabar bro, tenang!" Ron hampir saja kelepasan tertawa melihat drama yang dimainkan oleh Mike.
"Aku tidak ingin hal ini terulang lagi, jaga sikapmu jika ingin hidup dengan tenang!" Mike memberi penekanan.
"Tuan, apakah kami tidak memiliki kesempatan sama sekali?" Dimas mencoba untuk yang terakhir kalinya.
"Kesempatan? kau pikir siapa dirimu hah!?" Mike memicingkan matanya.
"Maafkan saya tuan" kata Dimas yang akhirnya memilih untuk mundur.
Ia tau bahwa jalan yang ditempuh akan sangat berat seperti ini. Meskipun menyakitkan, namun baginya bersikap mengalah adalah jalan yang paling baik yang bisa ia tempuh. Akan banyak hati yang tersakiti dan peristiwa tak mengenakkan terjadi jika ia harus memaksakan kehendaknya. Ia membayangkan bagaimana Gaby akan berhadapan dengan keluarga besarnya dan bagaimana pula reputasi keluarga Anderson yang akan dipertaruhkan jika rencana perjodohan Gaby dan pria pilihan Mike sampai gagal.
"Pertunangan Gaby akan dilangsungkan Minggu depan, jadi aku harap mulai sekarang kau tidak mengganggunya lagi!" Mike berkata dengan tegas.
"Kembalilah bekerja dan ingat aku akan mengawasi kalian selama dua puluh empat jam, jadi jangan harap kau bisa main belakang denganku!" Mike memberi penegasan.
"Iya tuan, saya paham, permisi" Dimas menunduk hormat sebelum keluar dari ruangan.
"Bwahahahahahahahahaha" Ron yang sudah tidak bisa menahan tawanya lagi, akhirnya tergelak selepas kepergian Dimas.
"Apa kau puas dengan semua ini?" Mike bertanya dengan wajah mencibir kepada Ron.
__ADS_1
Sesungguhnya ia sangat kasihan melihat bagaimana reaksi Dimas saat mendapatkan intimidasi darinya, namun demi melancarkan rencana yang sudah dibuat oleh The Andersons, iapun terpaksa melakukannya.
"Nyalakan ponselmu jika kau ingin tau lebih banyak tentang hubungan mereka, aku akan mengobrol dengan Dimas dan mengoreknya lebih dalam lagi!" Ron kemudian meninggalkan ruangan Mike menuju ke ruangan Dimas.
..........
"Dimas" Ron masuk ke ruangan Dimas tanpa permisi.
"Bos" Dimas menatap Ron dengan wajah datar.
"Jadi gadis itu adalah Gaby?" Ron bertanya to the point.
"Maaf bos aku tidak jujur padamu" Dimas hanya bisa meminta maaf.
"Kenapa tidak kau katakan sejak awal? kalau aku tau gadis itu ternyata adalah Gaby, aku pasti akan mendukungmu!" Ron bersandiwara menjadi orang yang tidak tau apa-apa.
"Aku terlalu pengecut untuk mengambil resiko, sejak awal aku tau bahwa ini semua salah, perasaanku pada nona terlalu naif, nona terlalu tinggi untuk aku raih dengan tangan kosong!" Dimas benar-benar sedih mengatakan kejujuran ini bahkan matanya sudah basah hampir menetes.
"Apa kau tidak mau memperjuangkan cintamu? membawa lari Gaby misalnya?" Ron memprovokasi.
"Tidak bos, keluarga Anderson sudah terlalu baik padaku, tidak sepantasnya aku menyakiti kalian dengan membawa lari nona, meskipun aku tidak punya apa-apa, tapi aku masih tau cara berterima kasih kepada orang-orang yang sudah mengangkat derajatku, melihat keluarga Anderson bahagia karena nona bisa menikah dengan pria pilihan ayahnya sudah cukup membuatku senang. Doaku semoga nona bisa hidup bahagia dan langgeng bersama dengan suaminya kelak!" Dimas memalingkan wajahnya dari Ron untuk menutupi kesedihan hatinya.
__ADS_1
"Baiklah, kalau itu sudah menjadi keputusanmu, aku mau bilang apa, yang sabar ya!" Ron menepuk bahu Dimas dan kemudian keluar ruangan dengan gelak tawa yang tak henti.
"Tunggu tanggal mainnya Boy!" Ron kembali terbahak-bahak.