Malaikat Kecilku Gabriella

Malaikat Kecilku Gabriella
Welcome To The World Baby


__ADS_3

"Sayang, kamu kenapa?" Dimas yang baru bangun tidur melihat wajah Gaby pucat langsung merasa khawatir.


"Aku sepertinya mulai kontraksi" Gaby meringis ketika perutnya seperti dicengkeram.


Waktu persalinan sepertinya memang lebih cepat dari yang sudah di prediksi oleh dokter.


"Kita ke Rumah sakit ya" dengan sigap Dimas mengambil kunci mobil kemudian mengangkat tubuh sang istri dan berjalan cepat menuruni tangga.


"Loh kenapa kak?" Ananda yang baru selesai menyiapkan sarapan langsung berlari ke arah anak dan menantunya.


"Gaby kontraksi Bun" Dimas tidak menghentikan langkahnya.


"Astaga" Ananda menutup mulut.


"Ayahhhhhh, yahhhhhhhh" Ananda berteriak memanggil suaminya yang sedang berada di ruang keluarga sambil terus berjalan mengiringi langkah Dimas menuju mobil di halaman depan.


"Ada apa bun?" Mike yang mendengar teriakan sang istri bergegas menghampiri.


"Kakak mau melahirkan" kata Ananda panik.


"Kalau begitu kita bawa ke Rumah sakit!" Mike langsung mencari ponselnya di ruang keluarga dan berlari menuju halaman menyusul istri dan anaknya.


"Maaf bun" Dimas meminta tolong Ananda untuk membukakan pintu mobil.

__ADS_1


"Tahan ya nakk, tunggu sampai di rumah sakit dulu" Ananda mengelus perut putrinya yang sudah sangat buncit saat mereka menuju ke rumah sakit, sementara Dimas mengendarai mobil, dan Mike sibuk menghubungi Ron, George dan juga duo grandma.


..........


Setibanya di rumah sakit Gaby langsung dibawa ke ruang bersalin dengan brankar.


"Sayang semangat ya" Dimas terus menggenggam tangan dan mengecup kening sang istri sementara sang dokter dan perawat melakukan tindakan.


Persalinan Gaby memang dilakukan dengan jalan operasi mengingat luka di perutnya yang memang cukup parah beberapa bulan lalu sehingga Dimas tidak ingin mengambil resiko istrinya mengejan terlalu berat jika harus melalui jalan normal.


"Owekkkk owekkkk" seorang bayi menangis digendongan sang perawat.


"Selamat, bayinya berjenis kelamin laki-laki, sehat dan normal" kata sang perawat.


"Pelan-pelan sayang, jangan terburu-buru, nanti tersedak" dengan lembut Gaby mengelus kepala bayinya yang baru lahir itu dan mengajaknya berbicara.


Sementara Dimas yang masih setia mendampingi istri dan anaknya hanya bisa meneteskan air mata bahagia. Ia tidak pernah menyangka bisa berada di fase seperti sekarang ini, bisa menikah dengan wanita yang sangat sempurna dan memiliki anak yang lucu.


"Sayang, cucu grandma" Ananda langsung mengecup kepala sang cucu yang sedang menyusu di dada mamanya dengan penuh kasih sayang.


"Selamat ya kak, sekarang sudah jadi seorang Mama" Ananda mengecup dan mengelus kepala Gaby.


"Terima kasih bunda" Gaby meneteskan air mata.

__ADS_1


"Begini rupanya bunda menyayangi aku selama ini, terima kasih ya Bun, maaf kalau kakak suka nakal dan bikin bunda sedih" Gaby meraih tangan sang bunda, membuat suasana menjadi sangat haru.


Setelah melewati fase mengandung dan melahirkan, kini ia paham arti kasih sayang seorang ibu terhadap anaknya. Meskipun Ananda bukan ibu yang melahirkannya, namun pengorbanannya selama belasan tahun belakangan ini untuk merawatnya, membuat Gaby terharu dan sangat bersyukur telah mendapatkan kasih sayang seorang ibu sambung dari Ananda.


"Cucu grandpa" Mike yang sudah tidak sabar juga langsung mengecup kepala sang cucu dengan gemas hingga menangis karena terlepas dari sumber makanannya.


"Ayah pelan-pelan ihhhh" Ananda memukul tangan sang suami yang gemas terhadap cucu pertamanya itu.


"Ayah gemas Bun" jawab Mike sambil menunjukkan seringai gemasnya.


"Uhhh sayang, grandpa nakal ya?" Ananda menenangkan dengan mengelus punggungnya dan mengarahkannya kembali pada dada sang Mama.


Tidak lama berselang, keluarga besar Anderson pun sudah berdatangan ke ruang perawatan. Seperti yang sudah-sudah, jika semua keluarga berkumpul pasti suasana akan menjadi ramai dan heboh terutama jika ada duo grandma yang selalu membuat suasana menjadi ceria. Untungnya ruang perawatan keluarga Anderson memang berada di tempat yang eksklusif, sehingga tidak mengganggu pasien lain yang sedang di rawat.


"Apa kau sudah siap puasa hah?" Ron menggoda Dimas.


"Puasa apa?" tanya Dimas dengan polos, membuat para sesepuh pria keluarga Anderson menyeringai jahil.


"Mike, jelaskan" Ron memberi kode kepada sang kakak yang disambut dengan anggukan jahil dari Mike.


Dimas yang sudah dijelaskan oleh Mike cukup terkejut dan terbelalak karena informasi tentang masa nifas belum pernah ia ketahui sebelumnya.


"Jangan sedih begitu, nanti kami akan berikan hadiah permen supaya kau tidak bersedih lagi" Ron menepuk bahu Dimas, membuat Mike dan George terbahak-bahak.

__ADS_1


__ADS_2