Malaikat Kecilku Gabriella

Malaikat Kecilku Gabriella
Menjadi Chef lagi


__ADS_3

"Mama sedang apa?" tanya Dimas saat istri sedang sibuk melihat-lihat sebuah akun media sosial sebuah restoran mewah yang sangat terkenal di benua eropa.


"Ahhhh tidak, ini hanya melihat akun restoran yang sedang membuka cabang barunya di ibukota" kata Gaby sambil tersenyum.


"Apa mama mau menjadi chef lagi?" tanya Dimas dengan lembut.


Dimas sangat paham bahwa sesungguhnya sang istri masih menyimpan angan untuk bisa menjadi chef hebat dan terkenal serta memiliki sebuah restoran berkelas dengan hasil keringatnya sendiri tanpa ada embel-embel nama besar Anderson. Namun karena menikah dan kemudian punya anak, akhirnya cita-cita itu harus ia pendam dalam-dalam demi suami dan anaknya.


"Tidak, mama hanya lihat-lihat saja kok pa" jawab Gaby.


Gaby kemudian menutup akun itu dan meletakkan ponselnya di nakas sebelah tempat tidur mereka dengan tujuan untuk menyudahi percakapan tentang cita-citanya yang terpendam itu.


"Apa mama yakin tidak mau mengejar cita-cita mama itu?" Dimas menatap lekat sang istri.


"Pa, sudah ya tidak usah dibahas lagi" kata Gaby dengan senyum yang ia paksakan.


"Kalau mama masih ingin menjadi chef, papa akan mendukung, Divo kan sudah mulai besar, kita bisa mengambil seorang pengasuh dan menitipkan Divo serta pengasuhnya itu di rumah grandma-grandmanya" Dimas merapikan anak rambut Gaby yang menutupi keningnya.

__ADS_1


"Papa serius?" Gaby terbelalak tidak percaya dengan apa yang diucapkan oleh sang suami.


"Iya, bukankah itu cita-cita mama sejak kecil? asal mama bisa membagi waktu bekerja dengan waktu bersama keluarga di rumah, papa pasti akan selalu mendukung" Dimas mengecup bibir sang istri singkat.


"Terima kasih ya pa, selalu mendukung mama" Gaby memeluk suaminya dengan erat.


"Sama-sama sayang" Dimas membalas pelukan sang istri.


"Jadi mama mau mulai dari mana?" Dimas bertanya langkah yang akan diambil oleh Gaby.


"Mama sebenarnya masih ingin belajar di beberapa restoran ternama pa, selain belajar tentang beberapa resep menu terkenal mereka, mama juga ingin belajar manajemen restorannya" kata Gaby.


..........


Beberapa hari kemudian,


"Mama mau papa antar?" Dimas yang sedang sarapan bertanya kepada sang istri yang sedang mempersiapkan dirinya untuk melakukan wawancara di restoran asal Eropa yang baru saja membuka cabang barunya di ibukota.

__ADS_1


"Tidak usah pa, mama bawa mobil sendiri saja" jawab Gaby.


"Divo anak mama yang paling tampan, nanti di rumah sama mbak dan grandma ya? mama mau pergi bekerja dulu, yang pintar di rumah ya!" Gaby mengajak putranya berbicara dan dibalas dengan celotehan.


"Apa semua yang dibutuhkan sudah siap?" Dimas kembali mengingatkan berkas yang harus dibawa sang istri saat wawancara nanti.


"Sudah pa, mama hanya perlu menyiapkan CV kok" kata Gaby dengan ceria menyambut hari barunya itu.


"Kalau begitu semangat ya ma, papa doakan berhasil" Dimas memberi dukungan moral kepada sang istri.


"Iya pa, terima kasih ya dukungannya" Gaby sangat bahagia mendapatkan suami yang begitu perhatian dengannya.


"Iya, ya sudah yuk kita berangkat, sudah siang, nanti mama terlambat" kata Dimas sambil meraih jas dan tas kerjanya.


"Iya ayo!" Gaby pun meraih tas dan map coklat yang berisi CV nya dan kemudian bersiap berangkat.


"Mbak, sebentar lagi bunda dan tante Maya akan datang menjemput, nanti jangan lupa bawa semua keperluan Divo ya" pesan Gaby kepada sang pengasuh dengan ramah.

__ADS_1


"Iya baik nyonya" jawab sang pengasuh dengan sopan.


Setelah berpamitan kepada putra mereka yang digendong oleh pengasuh barunya. Kemudian mereka pun berjalan menuju mobil masing-masing dan berangkat.


__ADS_2