Malaikat Kecilku Gabriella

Malaikat Kecilku Gabriella
Ngidam Sate Kambing


__ADS_3

"Bun, kok aku belakangan ini pengen banget makan sesuatu yang aneh-aneh ya?" Gaby yang sudah berhenti bekerja karena sedang mengandung lebih banyak menghabiskan waktunya di rumah orang tuanya bersama sang bunda, aunty dan tante saat sang suami bekerja di kantor.


"Itu namanya kakak sedang ngidam" kata Ananda kepada sang putri.


"Apa wajar?" Gaby penasaran.


"Wajar kak, dulu waktu bunda hamil Raf juga begitu kok, pengennya makan yang aneh-aneh, bahkan ayah juga ikutan kena sindrom morning sickness" kata Ananda lagi.


"Memangnya kamu mau makan apa sekarang?" tanya Ayu penasaran dengan ngidamnya sang keponakan.


"Aku ingin makan sate kambing, tapi inginnya masak sendiri supaya cita rasanya sesuai sama keinginan aku, mulai dari beli kambing satu ekor yang berkualitas super, kemudian diolah sendiri dengan bumbu resep yang aku pelajari dan dikerjakan langsung sama orang rumah khususnya para bapak-bapak Anderson kecuali suami aku!" kata Gaby membuat Maya mengernyit membayangkan bagaimana wajah para suami itu mengolahnya.


"Astaga kak, ngidam kamu aneh banget!" Ananda terkejut dengan wajah geli.


"Tenang saja, aunty akan bantu kamu kak!" Ayu langsung menghubungi sang suami yang sedang berada di kantor melalui sambungan video call.


"Halo mommy sayang, ada apa ratuku?" Ron selalu saja bermulut manis.


"Daddy, sedang apa sekarang?" tanya Ayu kepada sang suami.


"Habis rapat sama yang lain Mom" jawab Ron.


"Apa kalian sedang berkumpul?" Ayu bertanya lagi.


"Iya, kami masih ada di ruang rapat" jawab Ron.


"Bagus, coba tolong sambungkan dengan yang lain juga!" Ayu bersemangat.

__ADS_1


"Oke" kemudian Ron meletakkan ponselnya agar terjangkau oleh yang lain.


Setelah itu Ayu pun bercerita bagaimana Gaby yang sedang mengidam dan ingin para bapak di keluarga Anderson melakukan yang diinginkan oleh ibu hamil itu.


"What????" Ron sangat reaktif.


"Uncle tidak mau ya memenuhi keinginan anakku?" Gaby merasa sedih.


"Kak, bukannya tidak mau, tapi uncle kan tidak jago memasak, apa lagi jika harus memasak satu ekor, kalau gagal bagaimana? sayang kan?" Ron berkilah dan mencari alasan.


"Kak, bagaimana kalau ayah carikan chef ternama untuk mengolahnya? akan ayah bayar semuanya sampai beres!" Mike memberi solusi jitu.


"Tapi anakku kan inginnya dimasakin sama grandpa-grandpanya!" Gaby berkaca-kaca.


"Nona, jika nanti masakan yang kami buat tidak enak bagaimana?" George memberi pandangan.


"Sudah kak, jangan menangis, nanti bunda bantu untuk membujuk lagi" Ananda menenangkan sang putri, sementara Ayu kembali melakukan panggilan video lagi di ruangan lain.


"Kalian kenapa jahat sekali sih?" Ayu tidak basa-basi memarahi semua pria di keluarga Anderson.


"Daddy bukannya jahat Mom, tapi urusan memasak manalah Daddy mengerti?" Ron membela diri.


"Pokoknya tidak mau tau, kalian harus menuruti keinginan bayinya besok atau siap-siap dapat hadiah satu bungkus permen lagi titik!" Ayu langsung menutup panggilan videonya.


"Loh kok!?" para pria langsung melongo saat Ayu mengancam dan mematikan sambungan videonya.


"Tenang kak, aunty sudah minta mereka, besok mereka akan lakukan semuanya untuk kamu dan baby" kata Ayu mengelus kepala sang keponakan setelah menutup telpon.

__ADS_1


"Terima kasih Aunty" Gaby kemudian memeluk sang aunty dengan kasih sayang.


"Nona jangan khawatir, besok pagi Om George akan membeli kambingnya untuk dioleh" kata Maya menambahkan.


"Terima kasih Tante" Gaby juga memeluk Maya.


Gaby sangat bersyukur karena memiliki tiga ibu yang sangat menyayanginya di keluarga Anderson.


Sementara di ruang kerja kantor pusat perusahaan Anderson,


"Kenapa ngidam istrimu itu aneh sih? itukan anakmu, kau yang berinvestasi, harusnya itu jadi tugasmu!" Ron menggerutu.


"Mana aku tau uncle, itu kan murni keiinginan Gaby, akupun baru mendengarnya sekarang!" Dimas membela diri.


"Ck, wanita hamil memang selalu saja merepotkan!" Mike berdecak.


"Huffffffffff" sementara George hanya bisa mendesah saja tanpa bisa menolak.


Dengan berat hati akhirnya merekapun sepakat untuk mengikuti kemauan ibu hamil itu.


"Daripada dapat hadiah permen satu bungkus lagi!" pikir mereka.


...................


Halo semua, mohon maaf ya, dari kemarin Rosi gagal up terus karena sepanjang hari sampai malam masih dalam status Review terus oleh pihak NT. Pagi ini terpaksa Rosi bikin ulang baru dan menghapus yang lama. Semoga saja bisa ke up dengan baik ya.. kalau tidak bisa juga Rosi pasrah dan hanya bisa menunggu.. Mohon dukung terus ya melalui like, vote, komen, hadiah dan favorit supaya Rosi tetap semangat, karena jujur saja Rosi jadi down karena status review sepanjang waktu sampai pagi ini belum up juga hufffff...


Terima kasih semua, LuvLuv...

__ADS_1


Happy Reading...


__ADS_2