
"Dim, kau mau kemana?" George yang melihat Dimas berlari menuju lift bertanya heran.
"Gaby pingsan di tempat kerjanya Om, aku mau kesana" jawab Dimas tanpa menghentikan langkahnya.
"Apa?" George terkejut.
"Tolong beritahu Ayah ya Om, nanti aku kabari lagi jika sudah sampai sana!" Dimas berkata sebelum pintu lift tertutup.
"Hati-hati di jalan, jangan panik dan jangan ngebut!" George memperingatkan Dimas agar tetap bersikap tenang, meskipun ia tau bahwa bila ada di posisi Dimas iapun tidak akan bisa tenang.
..........
"Bagaimana keadaan istri saya dokter?" Gaby yang sudah di bawa ke rumah sakit oleh Dimas langsung ditangani oleh dokter keluarga Anderson di ruangan eksklusif khusus keluarga.
"Nyonya Gaby baik-baik saja, ia hanya sedikit lemah karena sedang mengandung" jelas sang dokter.
"Apa? istri saya mengandung? artinya kami akan segera punya anak?" Dimas tersenyum bahagia.
"Iya tuan, selamat ya" Dokter mengangguk meyakinkan.
"Terima kasih Tuhan!" Senyum Dimas terus mengembang.
"Apa boleh saya bertemu dengan istri saya?" Dimas bertanya.
"Tentu saja, silahkan" kata dokter mempersilahkan Dimas masuk.
__ADS_1
"Terima kasih dokter!" Dimaa kemudian masuk dan langsung memeluk sang istri.
"Sayang" Dimas tidak bisa berkata-kata saking bahagianya.
"Kita akan seger punya anak" Gaby menarik tangan kanan Dimaa dan meletakkannya di perutnya yang masih rata.
"Terima kasih sayang, terima kasih karena sudah mau menjadi ibu bagi anak-anakku" mata Dimas berkaca-kaca.
Momen bahagia ini mereka lewati dengn saling berpelukan berdua sebelum anggota keluarga yang lain tiba.
..........
"Kakak" Ananda yang sudah mengetahui kabar gembira itu langsung memeluk sang putri.
"Bunda, sebentar lagi aku akan jadi ibu" Gaby membalas pelukan sang bunda dengan perasaan bahagia.
"Bunda akan jadi Grandma" Gaby melanjutkan.
"Iya, jadi semakin ramai saja nanti keluarga kita" Ananda tersenyum lembut kepada putrinya.
"Selamat ya kak, ayah sangat bahagia" Mike memeluk putri sulungnya dengan perasaan haru mengingat sepertinya baru saja kemarin Gaby dilahirkan di dunia ini oleh mendiang istrinya Ella.
"Terima kasih ayah" Gaby meneteskan air matanya saat melihat mata sang ayah berkaca-kaca.
"Kak Ella pasti sangat bahagia melihat ini semua" Ananda paham apa yang sedang di rasakan oleh suami dan anak sambungnya ini.
__ADS_1
"Kak lihatlah, sebentar lagi kita punya cucu" Ananda mengelus perut Gaby dengan penuh kasih sayang sambil seolah berbicara dengan almarhum Ella, istri pertama Mike.
"Terima kasih bunda" mereka pun akhirnya berpelukan bertiga.
Sementara Dimas, Ron, Ayu, George dan Maya lebih memilih diam untuk memberikan ketiganya waktu, karena mereka tau bahwa Gaby bisa sampai ditahap yang seperti ini sangatlah tidak mudah dan penuh dengan lika-liku.
..........
"Anak papa jangan nakal ya, yang pintar di perut mama" Dimas mengelus perut sang istri dan mengajaknya berbicara.
"Iya papa" jawab Gaby dengan suara yang dibuat-buat seperti anak kecil yang membuat keduanya tergelak.
"Sayang, apa tidak sebaiknya kau istirahat di rumah saja dulu? aku khawatir jika nanti kau melanjutkan bekerja kondisi fisikmu tidak kuat!" Dimas mengkhawatirkan kesehatan istri dan calon anaknya.
"Iya sayang, sepertinya aku memang ingin istirahat bekerja dulu untuk sementara waktu, setidaknya sampai anak kita lahir, baru aku akan memikirkan langkah selanjutnya untuk bekerja kembali" Gaby yang lebih mementingkan sang buah hati rela melepas mimpinya untuk sementara waktu.
"Terima kasih sayang karena kau mau mengutamakan anak kita diatas segalanya" Dimas bersyukur karena Gaby tidak egois dan lebih memprioritaskan anak mereka dibandingkan cita-citanya yang sudah ia rintis sejak dulu.
"Aku rela melakukan apapun demi anak kita dan juga keluarga kita" Gaby belajar semua ini dari sang bunda yang berkali-kali cuti kuliah dan akhirnya mengubur mimpi menjadi seorang psikolog hanya demi merawat dirinya dan kedua adiknya.
"Aku sangat mencintaimu" Dimas mengecup tangan istrinya dan menggenggamnya dengan erat seperti tidak ingin kehilangan waktu sedetikpun bersama Gaby.
.................
Halo semua, terima kasih untuk kesetiaannya membaca novel ini.. Mohon terus dukung melalui like, komen, vote, share dan favorit ya.. Karena dengan semua dukungan itulah Rosi bisa semangat menulis walaupun waktu terbatas dan ide sudah mulai habis heheheheh... Semakin banyak dukungan, semakin pula Rosi menggebu-gebu memutar otak mencari ide segar.. Buat yang mau sumbang saran ide cerita selanjutnya mau apa juga boleh yaaaa.. Walaupun mungkin tidak semua bisa Rosi masukkan karena mungkin kurang cocok dengan alur sampai ending, namun ide teman-teman akan Rosi keep dilubuk hati yang paling dalam dan mungkin akan di pakai di novel-novel selanjutnya.. Jadi silahkan ya yang mau sumbang saran, Rosi akan dengan bahagia membacanya.. Bwt walaupun Rosi tidak balas semua komen, tapi percayalah, setiap komen sahabat selalu Rosi baca lohhhhh, mulai dari yang minta up terus dan bikin semangat, sampai yang pada ketawa ngakak saat ada momen momen absurd di kisah ini.. Sooooo terima kasih ya semua.. Luv you all..
__ADS_1
Happy Reading...