Malaikat Kecilku Gabriella

Malaikat Kecilku Gabriella
Kumpul Keluarga Besar


__ADS_3

Setelah diijinkan oleh dokter untuk pulang, akhirnya Gaby kembali ke rumah kedua orang tuanya. Awalnya Dimas ingin membawa Gaby pulang ke rumahnya sendiri, namun karena Ananda bersikeras agar Gaby tinggal bersama dengannya, maka akhirnya ia pun mengalah dan tinggal untuk sementara waktu di kediaman sang orang tua sampai Gaby benar-benar pulih.


"Kalian istirahatlah, bunda akan buatkan makan malam dulu, nanti jika sudah matang akan bunda panggil ya" Ananda berkata kepada anak dan menantunya.


"Iya bun, terima kasih" jawab Gaby dan Dimas bersamaan sebelum Ananda menutup pintu kamar.


"Sayang apa kau masih merasa sakit?" Dimas menuntun Gaby duduk di tempat tidur.


" Aku sudah tidak apa-apa kok" jawab Gaby sambil mengelus pipi sang suami dengan lembut.


"Maaf ya, aku belum bisa menjadi suami dan ayah yang baik" Dimas kembali merasa bersalah karena mengingat kejahatan yang dilakukan oleh Vita.


"Jangan bicara seperti itu, bagi kami kau adalah suami dan ayah yang paling baik di dunia ini" Gaby mengecup bibir suaminya dengan lembut.


"Terima kasih sayang" Dimas memeluk sang istri dan memejamkan matanya merasakan betapa cinta sang istri begitu besar baginya.


..........

__ADS_1


"Cicit grandma sangat hebat ya" grandma Merlyn mengelus perut buncit Gaby sesaat sebelum mereka makan malam keluarga.


"Tentu saja, keturunan Anderson kan hebat-hebat" kata Gaby sambil tersenyum.


"Ngomong-ngomong acara empat bulanan kalian mau buat dimana?" kata grandma Ruth saat semua sudah duduk mengelilingi meja makan.


"Sepertinya aku akan buat di panti saja bersama grandma asuh dan adik-adik di sana" kata Gaby sambil membayangkan keluarga panti yang sudah dia anggap seperti keluarga sendiri.


"Ide yang bagus, grandma setuju, lagi pula sejak pernikahanmu kita belum pernah kumpul-kumpul bersama dengan mereka lagi kan?" grandma Merlyn bersemangat.


"Kalau begitu biar aunty yang urus masalah konsumsinya, kakak tenang saja ya!" Ayu dengan sigap menyodorkan dirinya.


"Untuk tanggal kakak akan tanya sama grandma dulu supaya tidak bentrok sama jadwal adik-adik panti bun" jawab Gaby.


"Apa saja yang perlu disiapkan?" Maya bertanya.


"Sepertinya tidak ada yang spesial tante, aku hanya ingin kita berkumpul dan makan bersama saja sebagai rasa ucapan syukur" jawab Gaby yang dibalas anggukan oleh Maya.

__ADS_1


"Ya sudah bagus, bunda dukung yang terbaik" kata Ananda.


Sementara para pria hanya menjadi pendengar saja tanpa ikut berbicara karena bagi mereka untuk urusan seperti itu wanita memang ahlinya.


..........


"Bagaimana kalau kita main uno?" Rachel mengajak ketiga saudaranya untuk bermain bersama setelah makan malam.


"Ayo, kita pakai lipstick lagi ya?" Raf selalu senang jika bermain menggunakan hukuman.


"Oke, aku ambilkan dulu ya!" Sera langsung berlari ke kamarnya dan mengambil alat make up miliknya yang memang dikhususkan untuk anak-anak.


"Kak Dimas dan Kak Gamal tidak mau ikut?" tanya Richard kepada kedua pria dewasa itu yang biasanya selalu ikut nimbrung bila mereka semua sedang berkumpul.


"Boleh, siapa takut?" kata Gamal langsung duduk di lantai bersama adik-adik kecilnya.


"Geser sedikit dong" kata Dimas kepada Gamal.

__ADS_1


"Ayo mulai, kita suit gunting batu kertas dulu ya" kata Sera yang baru saja turun dari kamarnya membawa alat make up.


Setelah menentukan siapa yang jalan duluan, akhirnya mereka pun memulai permainannya. Hari ini semua anggota keluarga memang sengaja menginap di rumah Mike untuk menyambut kepulangan Gaby dari rumah sakit. Suasana ceria begitu terasa di kediaman Anderson ini setelah beberapa waktu lalu mereka semua diliputi oleh perasaan tegang dan takut akibat tragedi penusukan Gaby.


__ADS_2