
Setelah kemarin mengurus serangkaian persiapan acara pertunangan, akhirnya seluruh keluarga Anderson kini hanya tinggal menunggu waktu pertunangan Gaby dan Dimas tiba dengan menginap dan berkumpul bersama di rumah Mike.
"Halo bos" jawab Dimas saat Ron melakukan panggilan masuk.
"Halo Dimas, bisakah kau ke Rumah Mike sekarang? hari ini kami tidak berangkat ke kantor karena akan bekerja dari rumah saja. Semua keluargaku saat ini sedang mempersiapkan pertunangan untuk Gaby besok, jadi tolong kau siapkan semua perlengkapan pekerjaan yang harus kita kerjakan hari ini dan langsung bawa kemari ya. Aku, Mike dan George sudah ada di sini!" kata Ron melalui sambungan telpon.
"Baik bos" jawab Dimas dengan patuh.
Dimas yang tidak memiliki pilihan, hanya bisa mengikuti kemauan kedua bos besarnya itu untuk bekerja di rumah Mike, meskipun ia tau hal itu tidak akan membuatnya nyaman karena pasti nanti dirinya akan bertemu dengan Gaby, namun demi profesionalitas dan juga loyalitas ia tetap akan melakukannya semaksimal mungkin.
"Ahhh kau sudah datang rupanya?" kata Ron saat melihat Dimas membawa setumpukan file yang harus dikerjakan oleh mereka berempat dari kantor pusat.
"Selamat pagi bos" Dimas mengangguk hormat kepada Ron yang sengaja menyambutnya.
"Pagi, kau bisa taruh semua pekerjaan itu di ruang kerja Mike ya, letaknya ada di sebelah sana dan kau bisa mulai bekerja di ruangan itu, Goerge sudah ada di dalam sana!" kata Ron sambil menunjuk ke sebuah pintu besar.
"Baik tuan" jawab Dimas.
"Aku dan Mike akan menyusul sebentar lagi" kata Ron kembali sambil berjalan menuju ruang keluarga.
__ADS_1
Skenario bekerja di rumah Mike memang sengaja di rencanakan oleh mereka semua untuk memastikan bahwa Dimas tidak akan pergi kemana-mana dan tetap terjebak di rumah Mike hingga acara berlangsung besok hari. Mereka sengaja memberikan Dimas kesibukan berlebih agar ia tetap bekerja hingga malam dan terpaksa menginap di rumah Mike.
..........
"Apa calon cucu menantuku sudah datang?" tanya nyonya Merlyn antusias saat Ron masuk ke dalam ruang keluarga.
"Ckck, sebegitu sayangnya kah Mama pada Dimas?" Mike berdecak melihat reaksi sang Mama yang sangat berharap Dimas menjadi menantu keluarga Anderson.
"Memangnya kenapa? dia itu pria baik, Mama sudah mengidolakannya sejak sepuluh tahun silam!" kata nyonya Merlyn dengan penuh keyakinan membuat Mike semakin mencibirnya.
Meskipun Mike sebal dengan sikap sang Mama yang terlalu berlebihan, namun tidak bisa dipungkiri bahwa dirinya pun sangat menyukai Dimas dan berharap Dimas bisa menjadi menantu keluarga Anderson serta melanjutkan bisnis keluarga mereka kedepannya.
"Ckck, apa sih hebatnya Dimas?" Mike kembali berdecak heran.
"Sabar bro, sepertinya popularitas ketampanan kita di keluarga Anderson akan bergeser oleh menantu barumu itu hahahahahahaha" Ron tergelak melihat Mike yang semakin jengah.
"Terserah kalian lah, lebih baik aku bekerja saja supaya tidak semakin gila disini!" Mike kemudian beranjak ke ruang kerjanya.
"Hey tunggu aku!" Ron mengekor di belakang Mike masih dengan gelak tawanya.
__ADS_1
Sementara Ananda dan Ayu yang melihat tingkah suami dan mertua mereka hanya bisa geleng-geleng kepala.
"Dasar The Andersons!" kata Ananda.
"Benar-benar the Andersons!" kata Ayu juga menimpali.
..........
"Bu Maya, makan siangnya sudah siap" laporan seorang pelayan kepada Maya sang manager rumah tangga yang sedang berkumpul dengan para nyonya keluarga Anderson di ruang keluarga.
"Baik, terima kasih" kata Maya kepada sang pelayan.
"Nyonya" Maya yang sudah sudah seperti bagian dari keluarga Anderson memberi kode kepada Ananda.
"Iya Bu Maya" Ananda yang paham pun mengangguk dengan ucapan Maya.
"Raf, Richard, bisakah kalian memanggil ayah dan Daddy untuk makan siang bersama?" Ananda meminta tolong kepada dua jagoannya.
"Sera, Rachel, bisa minta tolong jugakah panggilkan kak Gaby untuk turun?" lanjutnya lagi meminta tolong kepada dua gadis ciliknya.
__ADS_1
Tanpa menunggu lama, keempat bocah itu pun langsung menuruti permintaan Ananda.