
"Kamu dari mana aja sih sayang?" Gaby yang sudah menunggu Dimas sejak dua jam lalu di dalam kamar langsung protes dengan wajah cemberut ketika melihat suaminya masuk ke dalam kamar.
"Maaf sayang, aku barusan dapet musibah" kata Dimas sambil menghempaskan dirinya di sofa kamar hotel.
"Musibah?" Gaby langsung terkejut dan spontan duduk di dekat suaminya. Rasa kesalnya kini hilang dan berganti menjadi rasa penasaran.
"Iya, tadi ternyata Ayah, Uncle dan Om bukannya mau bertanya soal pekerjaan yang mendesak sama aku, tapi mereka sengaja menjebak aku supaya gagal malam pertama sama kamu!" Dimas menghembuskan nafasnya dengan kasar.
"Apa!?" Gaby melotot tidak percaya dengan ulah ketiga pria itu.
"Iya, tadi aku diajak ke restoran dilantai dasar, di sana aku diajak ngobrol macem-macem yang tidak berhubungan sama pekerjaan, aku sebenernya pengen naik ke kamar, tapi mereka selalu cegah dengan berbagai macam alasan!" Dimas mengadu kepada sang istri dengan polosnya.
"Dasar mereka, lihat saja besok aku akan adukan sama bunda!" Gaby sudah merencanakannya.
"Tidak perlu sayang" Dimas berkata dengan santai.
"Loh kok? memangnya kamu gak kesel?" Gaby melotot.
"Justru tadi Bunda, Aunty dan Tante yang menyelamatkan aku, bahkan mereka dapet hukuman puasa lima puluh hari tidak boleh minta jatah sama para istri masing-masing!" Dimas merasa puas sekaligus kasihan.
Padahal pada kenyataannya Ananda, Ayu dan Maya tidak sungguh-sungguh ingin menghukum selama itu. Mereka hanya ingin mengerjai para suami semalam saja agar mereka jera dengan keisengannya itu.
"Benarkah?" Gaby melongo.
"Benar, bahkan ketiganya tiba-tiba berubah dari yang awalnya garang seperti singa jantan, menjadi seperti anak kucing yang lucu!" Dimas membayangkan kembali ekspresi ketiga sesepuhnya itu.
"Hahahahaha" Gaby tidak menyangka kalau ketiga wanita yang sudah dia anggap sebagai ibunya itu sangat handal membuat para suami mereka bertekuk lutut tak berdaya.
"Ngomong-ngomong kita sudah bisa mulai belum sekarang?" Dimas tiba-tiba mengalihkan topik pembicaraan.
"Mulai apa?" Gaby merasa gugup mengetahui maksud dan tujuan sang suami.
"Mulai itu" Dimas mengedipkan mata.
"Ommmmm Ihhhhh mesummm!" wajah Gaby langsung merah padam.
"Kok panggil Om lagi sih?" Dimas protes karena Gaby tiba-tiba merubah panggilan sayangnya.
"Aku panik, aku malu!" Gaby menutup wajahnya dengan bantal sofa.
"Jangan malu dong sayang, kita kan sudah resmi menikah, sudah boleh melakukannya secara bebas tanpa dosa!" kata Dimas yang memang selalu menjunjung tinggi kesucian ikatan pernikahan.
__ADS_1
"Yukkkkk" Dimas kemudian menggendong Gaby ala pengantin baru secara spontan tanpa aba-aba terlebih dahulu.
"Awwwwww" Gaby yang tidak siap merasa terkejut karena tiba-tiba tubuhnya melayang karena digendong oleh sang suami.
Dengan perlahan tapi pasti Dimas merebahkan Gaby diatas tempat tidur dan kemudian mengungkung tubuh mungil itu di bawah tubuhnya.
"Sayang mau ap,," belum sempat Gaby menyelesaikan kalimatnya, Dimas sudah terlebih dahulu membungkam bibir itu dengan lembut.
"May i?" Dimas yang sudah pelepas ciumannya bertanya kepada sang istri.
"A aku malu!" wajah Gaby benar-benar seperti kepiting rebus.
"Sayangggg" Dimas mengecup kening sang istri, kemudian turun ke hidung, pipi kanan dan kiri kemudian berakhir di bibir lagi.
"Kita coba ya?" Dimas kembali meyakinkan sang istri yang memang sama tidak berpengalaman nya seperti dirinya.
"Iya" jawab Gaby malu-malu.
Meskipun Dimas sudah berpengalaman berpacaran lebih dari sepuluh tahun, namun untuk urusan ranjang dirinya memang buta sama sekali. Ia hanya tau teorinya melalu film-film yang dia pernah tonton saat remaja bersama teman-teman sekolahnya tanpa pernah sekalipun mempraktekkannya dengan Vita meskipun gadis itu berkali-kali menggodanya.
"Emmhhhhh" Gaby melenguh merasakan sensasi aneh yang baru pertama ia alami ketika Dimas mencoba untuk menyusupkan tangan ke dalam baju tidur sang istri yang masih lengkap.
"Sayang" nafas Dimas sudah mulai tidak beraturan.
Perlahan tapi pasti tangan Dimas menjelajah ke tempat-tempat yang selama ini selalu tersembunyi dengan rapat.
"Om ahhhhhhhh" Gaby mulai meracau karena sensasi geli yang dirasakannya.
"Tahan sedikit ya sayang, kata orang agak sedikit sakit diawal, maaf ya kalau nanti aku menyakitimu!" Dimas masih takut-takut.
"Iya, tidak apa-apa" jawab Gaby.
Gaby yang sebelumnya juga sudah mencari tau melalui internet, sudah paham jika nanti akan terasa sakit dan mengeluarkan darah saat pertama kali melakukannya dengan sang suami. Ia justru senang jika apa yang dikatakan oleh artikel itu terjadi padanya, artinya dia bisa membuktikan kepada sang suami bahwa dirinya adalah gadis yang memang menyerahkan mahkotanya itu hanya kepada Dimas seorang.
"Awwwwww sayanggggg" Gaby meringis kesakitan saat Dimas mencoba masuk dengan sedikit memaksa karena memang Dimas agak kesulitan saking sempitnya.
"Maaf" Dimas kemudian mengecup sang istri supaya bisa lebih santai dan tidak merasa tegang.
"Jangan dipaksa kalau belum bisa, pelan-pelan saja" begitu nasehat para ahli yang sudah pernah Dimas baca dan dengar.
"Issssshhhhhh ahhhhhhhhh" Gaby terus bergelinjang saat Dimas bekerja menunaikan tugas mulianya.
__ADS_1
"Sayang aku merasa ahhhhh" Gaby bergetar hebat menahan gejolaknya hampir memuncak dengan rasa yang bercampur sakit.
"Jangan ditahan, lepaskan saja!" bisik Dimas dan dijawab anggukan oleh sang istri sesaat sebelum ia memuncak.
"Aaaahhhhhhhhhh" Gaby terbang melayang, ini adalah rasa baru yang benar-benar belum pernah ia alami seumur hidupnya.
"Kita lakukan sekali lagi bersama-sama ya?" Dimas mengajak Gaby untuk bersama menuju puncak kembali.
"Ahhhhh sayangggggg" Gaby kembali bergetar.
"Ayo sayang, ayoooooo ahhhhhhhh" Dimas mempercepat ritmenya.
"Aaaaahhhhhhhhhhhhh" mereka terbang bersama dengan penuh rasa cinta dan bahagia.
"Terima kasih sayang" Dimas mengecup kening sang istri setelah mereka selesai.
"Apa sakit?" Dimas melihat bekas perbuatannya yang menyisakan bercak darah di bagian bawah.
"Sedikit" Gaby tersenyum.
"Terima kasih sayang karena kau telah menyerahkannya hanya kepadaku!" Dimas benar-benar merasa beruntung mendapatkan Gaby dengan semua paket lengkapnya.
"I love you" Dimas menghadiahi sang istri kecupan yang bertubi-tubi di seluruh wajah istrinya.
"I love you too" kata Gaby sambil tergelak karena merasa geli dengan serangan kecupan bertubi-tubi yang dilakukan suaminya itu.
"Aaaaa geliiii" Gaby kembali berteriak manja kepada Dimas, membuat suaminya itu mendapat sinyal kembali.
"Kau sengaja ya menggodaku lagi dengan berteriak manja!?" Dimas kemudian melancarkan serangannya kembali.
Pergulatan panas pun kembali terjadi hingga mereka benar-benar merasa kelelahan dan akhirnya tertidur dengan saling berpelukan erat.
..............
Hollllaaaaaa....
Yuhuuuuuu Dimas dan Gaby sudah jebol gawang... yuk yang habis kondangan di ballroom hotelnya keluarga Anderson dan mau kasih kado pernikahan,,,, boleh melalui like, komen, hadiah, favorit dan juga like mumpung hari Senin siapa tau masih ada yang tersisa votenya heheheh...
Terima kasih ya untuk semua sahabat karena masih tetap setia.. Semoga tidak bosan dengan alur ceritanya.. kalau ada yang mau kasih saran positif boleh lohhh di komen,,, atau kira-kira ada ide setelah Gaby dan Dimas selesai kita mau lanjut kisah siapa lagi?? Sera kah? atau Rachel kah? atau bikin novel dengan tokoh-tokoh baru saja??? heheheheh... Monggo ya... Rosi sangat berterima kasih kalau ada yang mau sumbang saran, meskipun mungkin gak semua bisa Rosi tampung dan eksekusi karena Rosi masih dalam tahap belajar, namun semaksimal mungkin Rosi akan wujudkan dalam alur cerita novelnya..
Buat yang mau berteman dengan Rosi juga boleh loh follow IG @rosilombe, nanti akan Rosi folback agar kita bisa ngobrol dan berbagi cerita seru seputar novel-novel yang sedang Rosi tulis..
__ADS_1
Oke dehhhh,, Happy Reading ya sahabat-sahabatku tersayang..
Luv Luv...