
haii kakak kakak...
happy reading ya...
boleh tinggalkan kritik dan saran di kolom komentar ya kak.. maklum, masih pemula 🙏
...****************...
Tiga hari sudah berlalu dari resminya Shenina menjadi pengangguran.
Selama tiga hari itu pula, Shenina merasa jenuh dalam melewati hari-harinya. Bagaimana tidak, biasanya Shenina bangun pagi untuk pergi ke kantor, sesampainya di kantor dia dihadapkan dengan setumpuk pekerjaan yang mampu membuatnya lupa akan rasa sakit dan kesepian dalam hidupnya selama ini.
Sekarang....
Kegiatan Shenina hanya tidur, rebahan sambil nonton Drakor, makan, scroll sosial media, tidur lagi, nonton Drakor lagi.... ah kegiatan itu selalu berulang selama tiga hari ini.
Shenina benar-benar menjadi orang pemalas dengan dalih mengistirahatkan diri sebelum mendapatkan pekerjaan baru.
Terbukti, untuk makan saja.., Shenina memilih memesannya lewat aplikasi pesan antar ketimbang dirinya keluar membeli secara langsung.
Lalu bagaimana dengan Alula?
Entahlah, gadis cantik bermata hazel itu tidak lagi menunjukkan batang hidungnya setelah tiga hari lalu makan di restoran Jepang bersama Shenina.
Ya, saat giliran Alula menceritakan tentang keluarganya.. tiba-tiba ponsel Alula berdering dan tidak lama setelah mengangkat panggilan telfon itu, Alula pamit pada Shenina untuk pulang duluan dan meminta maaf karena tidak bisa mengantarkan Shenina kembali ke kost.
Alula kemarin sempat mengirim pesan pada Shenina bahwa dirinya sedang ke luar kota untuk menjenguk neneknya yang jatuh sakit dengan kondisi yang kritis.
Meksipun alasan yang diberikan Alula masuk akal, tetap saja pikiran buruk menghantui otak Shenina.
Apakah Alula yang notabennya anak orang kaya enggan bersahabat dengan dirinya setelah mengetahui latar belakang Shenina yang sesungguhnya?
Ah entahlah, membayangkan hal itu adalah nyata membuat Mood Shenina menjadi buruk.
Pasalnya, setelah empat tahun tinggal di Ibu Kota, dua tahun bekerja di perusahaan asuransi dan dua tahunnya bekerja di Adijaya, Shenina hanya mempunyai satu teman akrab, yaitu Alula. Lucunya lagi, Alula adalah gadis yang ia kenal hanya dalam waktu kurang dari tiga bulan. Namun Alula mampu membuat sosok Shenina menjadi pribadi yang terbuka.
Sebuah pesan masuk dalam ponsel Shenina membuat lamunan gadis cantik itu buyar~
📩 +62811 1025 4367
"Selamat siang, kami dari PT. Wishnutama Internasional Corporation mengundang saudari Shenina Anastasya untuk hadir pada test dan interview kerja pada hari Jumat, 16 Desember pukul 09.00 WIB di Kantor Pusat Wishnutama Internasional Corporation, jalan Anggrek Jakarta.
Note : Mohon membawa syarat interview yang sudah kami kirim melalui email anda beserta berkas-berkas anda. terima kasih."
Interview?
__ADS_1
Wishnutama Internasional Corporation?
Rasanya, mata Shenina hampir saja lepas membaca pesan masuk dalam ponselnya itu.
Pasalnya, Shenina sama sekali belum memasukkan lamaran di perusahaan manapun. Dan ucapan Alula kemarin pada Riki dan Nando, Shenina anggap bercandaan saja jika dirinya dan Alula sudah diterima di WIC, perusahaan terbesar di tanah air ini.
"Ini pasti orang ngeprank deh? Iya, Alula pasti ngeprank gue dah!" Gumam Shenina masih tidak percaya.
"Bekerja di WIC itu adalah impian orang-orang mental pegawai seperti gue ini... dan disana melalui seleksi yang sangat ketat. bagaimana gue bisa tiba-tiba interview?" Kata Shenina lagi hingga sebuah pesan masuk lagi di ponsel Shenina.
📩 Alula
"Shen, barusan gue dikabari orang WIC, katanya besok elu di panggil interview jam 9 pagi. Datang ya, karena kesempatan gak datang dua kali... mumpung gue punya orang dalam disana jadi semuanya gampang. Oh ya, sorry.. kemarin gue ambil data-data pribadi elu di komputer kantor elu sebelum elu pindah datanya. Gue ambil buat bikin lamaran kerja elu. Good luck ya Shen, jangan kecewain gue! see you!"
Setelah membaca pesan dari Alula, Shenina mengerjap-ngerjapkan matanya..
"Ini beneran? jadi Alula punya orang dalam? Terus siapa sebenarnya Alula? Gak mungkin orang dalamnya sembarangan orang karena bisa memasukkan karyawan baru dengan mudah." Gumam Shenina antara bahagia dan bingung sendiri.
...***...
Pagi ini Shenina sudah rapi dengan pakaian formalnya. Pakaian formal dengan brand eksekutif yang merupakan sebuah brand kaum menengah keatas di mata karyawan menjadi kebanggan Shenina. Apalagi setelan formal itu baru dipakai Shenina dua kali sebelum Shenina dipecat dari Adijaya.
Tidak lupa, sebelum berangkat ke Perusahaan Wishnutama, Shenina memanjatkan doa kepada Sang Pencipta agar segala urusannya hari ini di mudahkan dan dia ditempatkan di tempat terbaik.
Jarak Kost Shenina dengan perusahaan tersebut 15km. Jika Shenina nanti diterima kerja di WIC, Shenina harus memikirkan untuk pindah tempat tinggal. Karena jarak 15 Km membutuhkan waktu yang lama di tengah padatnya ibukota yang selalu macet saat jam kerja.
Senyum merekah Shenina tampilkan saat keluar dari taksi online. Dengan di bantu bagian resepsionis di lobby gedung pencakar langit tersebut, Shenina menuju sebuah ruang meeting yang ada di lantai lima yang merupakan tempat diadakannya test dan interview karyawan baru.
"Selamat pagi menjelang siang mba Shenina Anastasya...." Sapa wanita paruh baya dengan dandanannya yang nyentrik.
"Selamat pagi Bu..." Balas Shenina.
"Perkenalkan nama saya Mira, saya bekerja di bagian HRD yang hari ini ditugaskan untuk melakukan test dan interview pada mba Shenina. Mba Shenina bisa langsung duduk saja..." Kata wanita itu dengan ramah mempersilahkan Shenina untuk duduk dan Shenina langsung mengikuti arahan wanita tersebut.
"Bisa kita mulai test dan interview-nya?" Tanya Bu Mira. Shenina hanya mengangguk meskipun dalam hatinya bertanya-tanya, Alula sebenarnya memasukkan berkas lamaran di WIC pada bagian apa?
...***...
Waktu bergulir,
Setelah hampir dua jam melakukan serangkaian test dan interview yang sebenarnya hanya formalitas saja, akhirnya nama Shenina di panggil ke ruang HRD untuk mengetahui hasilnya.
Dengan diantarkan salah satu karyawan WIC, Shenina pun menuju ruang Kepala bagian HRD,
"Saudari Shenina Anastasya, selamat... anda di terima kerja di Wishnutama Internasional Corporation." Kata lelaki paruh baya dengan kepala botak itu dengan ramah setelah mempersilahkan Shenina duduk di hadapannya.
__ADS_1
Rasanya, nyawa Shenina belum Napak pada lantai. Semuanya terjadi terlalu cepat. Interview dan disuruh menunggu paling lama 30 menit untuk hasilnya. Dan belum ada 30 menit, Shenina sudah dinyatakan di terima bekerja di Wishnutama.
"Sa... saya diterima pak?" Shenina nampak tidak percaya dan ragu dengan apa yang dia dengar barusan.
"Iya.. anda di terima mba Shenina... ini kontrak kerja yang harus segera anda tanda tangani." Lelaki bernama Lukman itu pun menyodorkan selembar kontrak kerja bermaterai 10.000 di hadapan Shenina agar Shenina percaya.
Tidak ingin menduga-duga antara fakta dan halusinasi, Shenina langsung mengambil kertas kontrak kerja itu dan membacanya.
"Sa.. saya bekerja sebagai asisten pribadi Direktur produksi pak?" Mulut Shenina menganga tidak percaya dengan yang ia baca. Apalagi gaji yang tertera disana itu lima kali lipat dari gajinya di Aditama ditambah beberapa tunjangan lainnya.
Bukankah Alula kemarin bilang gajinya tiga kali lipat dari Adijaya?
"Iya mba Shenina, karena hanya itu lowongan yang kosong. Sebab baru kemarin asisten pribadi Direktur produksi dipindah tugaskan untuk menangani masalah di perusahaan lainnya WIC. Kebetulan mba Alula kemarin memasukkan lamaran anda, mba Shenina."
"Alula? bapak kenal Alula?"
"Iya, saya cukup kenal dengan mba Alula karena beliau sering kesini."
"Apa bapak saudaranya Alula?" Tanya Shenina penasaran.
"Oh bukan... bukan... mba Alula memiliki hubungan spesial dengan bapak Direktur produksi kami." Jawab Lukman semakin membuat Shenina bingung.
"Hubungan spesial? a.. apa Alula menjadi kekasih lelaki tua?" Membicarakan Alula, nyatanya membuat Shenina yang awalnya pendiam dengan orang baru menjadi banyak tanya.
Pak Lukman tersenyum mendengar pertanyaan Shenina.
"Besok anda akan tahu sendiri seperti apa Direktur produksi kami mba Shenina. Direktur produksi yang menjadi atasan anda. Sekarang, anda segera tanda tangani saja kontrak ini sehingga besok pagi anda sudah mulai bisa bekerja."
"Ta.. tapi..."
"Saya berikan waktu dua menit untuk berpikir, jika anda menolak... maka saya akan mencari karyawan lainnya karena banyak yang mengantri dalam posisi ini."
"Ha?"
"Kesempatan tidak datang dua kali mba Shenina..."
Tanpa pikir panjang dan membaca dengan teliti, Shenina langsung menandatangani kontrak kerja tersebut. Shenina mengingat pesan dari Alula kemarin yang meminta Shenina untuk tidak pernah mengecewakannya.
to be continued
Hayooo... kira-kira siapa atasan Shenina nanti?
tinggalkan Like dan komentar ya...
makasih...
__ADS_1