
Selamat tahun baru 2023 kakak kakak 🎆🎆🎆
Happy Reading 🥰
Lift yang dinaiki Shenina dan Bu Mira berhenti di lantai 20. Bu Mira pun mengajak Shenina untuk keluar dari Lift kemudian berjalan menuju ruangan Direktur Produksi.
Sudah jam delapan lebih, seluruh karyawan di Wishnutama Internasional Corporation sudah dihadapkan dengan pekerjaan masing-masing sehingga membuat lift dan koridor kantor cukup sepi. Terlebih saat ini ada di lantai yang cukup eksekutif dimana hanya ada ruangan para memegang jabatan tinggi di perusahaan Wishnutama ini.
Keluar dari pintu lift kemudian belok kanan beberapa meter, Bu Mira pun menghentikan langkahnya tidak jauh sebuah pintu bertuliskan "Direktur Produksi".
"Vira, apa pak Refal sudah ada di ruangannya?" Tanya Bu Mira pada wanita cantik yang kira-kira berusia 30 tahun.
Mendengar nama Refal di sebut, entah kenapa hati Shenina terasa nyeri. Padahal belum tentu Refal yang dimaksud Bu Mira adalah Refaldy mantan kekasihnya.
Iya, bukan Refal mantan kekasihnya, Shenina terus menyakinkan hatinya untuk itu.
"Pak Refal baru saja datang Bu." Jawab wanita bernama Vira tersebut.
"Ok.. oh ya Vir, kenalkan ini Shenina... mulai hari ini dia akan menjadi asisten pribadi Pak Refal. Shenina, kenalkan dia Vira, sekertaris Pak Refal."
Shenina pun tersenyum dan segera mengulurkan tangannya pada wanita yang memakai setelan kerja berwarna abu-abu.
"Hallo mba Vira, perkenalkan nama saya Shenina."
"Hai Shenina salam kenal..." Jawab Vira yang membalas uluran tangan Shenina dengan ramah.
"Oke, kegiatan ramah tamah ini kalian lanjutkan nanti saja karena saya yakin setelah ini kalian akan banyak bekerja sama dan bisa saling membantu. Vir, saya ajak Shenina bertemu dengan pak Refal dulu ya..."
"Mba Vira, saya permisi dulu ya.."
"Oh iya bu Mira, Shenina... silahkan.."
Bu Mira berjalan lebih dulu menuju pintu bertuliskan "Direktur Produksi" dengan Shenina yang setia ada dibelakangnya.
Semakin Shenina melangkah untuk mendekat pintu itu, rasanya jantung Shenina berpacu dengan sangat keras. Ah rasanya kayak mau masuk ke kandang singa.
Tok
Tok
__ADS_1
Tok
"Masuk." Perintah orang dari dalam ruangan tersebut yang sebenarnya terdengar samar. Mungkin karena pintu ruangan itu terbuat dari kayu jati kualitas terbaik.
"Ayo Shenina.. masuk.." Bu Mira pun melebarkan pintu untuk mempersilahkan Shenina masuk lebih dulu.
Dengan segenap kekuatan yang berusaha Shenina kumpulkan, Shenina pun melangkah memasuki ruangan yang suhunya terasa lebih dingin dari ruangan HRD tadi. Shenina berusaha menetralkan kondisi hatinya dengan wajah yang menunduk, belum berani mengangkat wajahnya sebelum memastikan sesuatu.
"Apa dia yang akan menjadi asisten pribadi?" Tanya seorang lelaki dengan suara baritonnya membuat Shenina langsung mendongakkan wajahnya, dan betapa leganya Shenina karena lelaki di hadapannya bukanlah Refal, mantan kekasihnya.
Shenina pun tersenyum dan mengangguk hormat kepada lelaki yang tengah duduk santai di sofa panjang dalam ruangan Direktur produksi tersebut sembari memegang beberapa lembar kertas.
"Benar pak. Namanya Shenina, dia sudah memiliki pengalam kerja yang sangat baik." Jawab Bu Mira yang menyebut nama Alula.
Lelaki itu pun mengangguk dan tersenyum.
"Alula memang tidak pernah mengecewakan." Kata lelaki itu.
Ah seberapa pentingnya sih Alula di depan lelaki itu? Shenina mulai penasaran dengan eksistensi Alula di Wishnutama. Kalau punya eksistensi di Wishnutama dan punya orang dalam yang jabatannya tinggi, kenapa Alula repot-repot bekerja di perusahaan Adijaya sebagai staf biasa yang tentu tidak sebanding dengan Wishnutama.
Dan yang membuat Shenina lega, lelaki dihadapannya yang mengisi ruangan Direktur Produksi itu masih muda, tidak sesuai dengan bayangan Shenina sebelumnya yang sudah tua dan perut buncit. Ah semoga lelaki itu belum memiliki istri, sehingga Alula bisa menjalin hubungan dengan lelaki itu.
"Haii Shenina, senang berjumpa dengan kamu... Alula banyak bercerita tentang kamu." Kata lelaki itu pada Shenina membuat Shenina tersenyum sekaligus bingung harus menjawab apa karena Shenina tidak tahu apa saja yang diceritakan Alula pada lelaki yang Shenina yakini bernama Refal.
"Semoga kamu bisa betah bekerja di kantor ini, meskipun saya yakin kamu akan mendapatkan banyak tekanan dari seorang Refaldy." Ucapan lelaki itu membuat Shenina mengernyit dan bersamaan dengan sebuah pintu terbuka, pintu yang ada di pojok ruangan Direktur Produksi.
Ceklek.
"Pagi pak Refaldy.." Sapa Bu Mira dengan ramah membuat Shenina menengok ke arah pintu yang baru saja terbuka.
Deg
Deg
Deg
"Jadi, lelaki yang duduk di sofa itu bukan yang bernama Refal?" Dunia Shenina mendadak jadi gelap.
"Shenina, silahkan perkenalkan diri kamu pada Pak Refal dan Pak Gerald." Suara Bu Mira seperti angin lalu di telinga Shenina sebab tubuh Shenina membeku seketika melihat lelaki yang juga berdiri menatapnya dengan tatapan yang tidak terbaca.
__ADS_1
Jantung Shenina rasanya berhenti beberapa detik karena Tuhan sudah mempertemukannya kembali pada lelaki yang selalu ia hindari beberapa tahun terakhir.
Refaldy
Iya, di hadapan Shenina saat ini benar adalah Refaldy, mantan kekasih yang memberikan luka cukup dalam di hatinya.
"Apa begitu cara kamu memperkenalkan diri pada atasan kamu..." Suara itu benar-benar nyata di telinga Shenina. Suara yang dulu selalu ia rindukan dan memberikan kenyamanan hingga menjadi suara yang paling menyakitkan.
"Shen... Shenina..." Panggil Bu Mira lirih pada Shenina saat Refal sudah berjalan menuju kursi kebesarannya tanpa melepaskan tatapannya pada sang mantan kekasih.
"I... iya Bu?" Shenina tersadar. Gadis cantik berlesung pipi itu pun berusaha sebaik mungkin bersikap normal meskipun hatinya bergemuruh luar biasa. Iya, Shenina tidak mau terlihat lemah di depan Refaldy.
"Kenalkan diri kamu pada Pak Refaldy, Direktur Produksi dan Pak Gerald, direktur keuangan di perusahaan ini." Ucap Bu Mira menunjuk Refal kemudian Gerald, lelaki yang sedang duduk di sofa.
Shenina menghirup udara sebanyak-banyaknya, ruangan Direktur Produksi itu mendadak membuatnya seakan tercekik. Namun sebisa mungkin Shenina mengembangkan senyumnya.
Ya, Shenina memilih untuk pura-pura tidak mengenal lelaki bernama Refaldy itu sebelumnya. Bukankah memang saat putus dulu Refaldy sudah mengatakan pada Shenina bahwa dirinya tidak ingin mengenal Shenina lagi.
"Selamat pagi pak Refaldy dan Pak Gerald. Perkenalkan nama Shenina yang akan menjadi asisten pribadi Direktur Produksi di perusahaan ini." Refal hanya mengangguk tapi masih saja tidak mengalihkan pandangannya membuat Shenina susah payah menelan salivanya.
"Senang bertemu dengan kamu Shenina... benar kata Alula, kamu memang cantik dan manis." Puji Gerald namun sambil melirik Refal. Shenina hanya tersenyum tipis mendengarkan pujian itu.
Kemudian suasana mendadak hening begitu saja.
"Pak Refal, ada yang bisa saya bantu lagi?" Tanya Bu Mira memecahkan keheningan.
"Tidak. Bu Mira bisa kembali ke ruangan untuk melanjutkan pekerjaan. Terima kasih." Jawab Refal dengan gaya kakunya.
"Baiklah, saya permisi kalau begitu." Pamit Bu Mira dijawab anggukan oleh Refal. Bu Mira pun membisikkan sesuatu pada Shenina yang merupakan sebuah pesan agar Shenina bersikap baik pada sang bos. Shenina pun mengangguk, dia tidak memiliki pilihan lain sekarang.
"Fal, gue balik ke ruangan gue dulu ya... entar data terbaru tolong kirim langsung ke email gue aja. Gue mau periksa itu." Ucap lelaki bernama Gerald itu.
"HM." Jawab Refal. Gerald pun beranjak dari duduknya, dan tepat di samping Shenina, Gerald berbisik.. "Hati-hati dengan boss baru mu itu, dia sangat arogan dan berdarah dingin."
Shenina yang masih setia berdiri itu pun semakin susah payah untuk menelan salivanya. Sungguh situasi macam apa ini. Shenina ingin rasanya berlari sejauh mungkin dari Perusahaan Wishnutama.
Tidak lama pintu ruangan Direktur produksi itupun tertutup. Gerald sudah menghilang dibalik pintu besar tersebut.
"Sejak kapan kamu kenal dengan Alula?" Pertanyaan pertama yang tertuju pada Shenina bukan soal pekerjaan tapi Alula.
__ADS_1
To be continued....
Terima kasih yang sudah setia menunggu kelanjutan novel ini...