
Hidup di dunia hanya sebatang kara, berjuang sendiri tanpa ada pundak untuknya sekedar bersandar. Segala kepahitan dan kekecewaan pada dunia, Shenina telan sendiri.
Hingga, kehadiran Refal mengubah segala dunianya. Bahu Refal selalu ada untuknya, pelukan Refal selalu hangat untuknya. Akhirnya, Shenina pun menggantungkan kebahagiaannya pada lelaki tampan bernama Refaldy Bayutama, kakak tingkatnya sewaktu kuliah.
Tapi sayang, hal itu tidak berlangsung lebih lama lagi seperti ekspektasi Shenina. Segala rencana masa depan hingga kehidupan rumah tangga sudah dibahas Shenina dan Refal, Refal justru memutuskan Shenina secara sepihak karena adanya gadis lain bernama Nauraya.
Hancur? sudah pasti.
Bertahun-tahun Shenina mencoba menyembuhkan lukanya sendiri dalam kesendirian dan berusaha bertahan hidup dengan baik diatas kakinya sendiri. Shenina bahkan tidak pernah menjalin hubungan pacaran dengan siapapun lagi, karena ketakutan dan rasa sakit yang Refal torehkan masih ada. Dikhianati, ditinggalkan dan direndahkan.
Trauma? pastinya.
Lalu, bagaimana bisa Shenina memutuskan untuk menikah dengan Refal setelah semua luka yang lelaki itu tinggalkan masih belum kering. Meksipun Refal sudah merenggut sesuatu yang paling berharga di hidup Shenina, Shenina memilih untuk berpikir 1000 kali jika menikah dengan Refal.
Bukankah tidak menutup kemungkinan jika nanti Refal melakukan hal yang sama kan, toh dulu Refal juga terlihat sangat mencintai dirinya. Dari sikap, perlakuan, tutur kata, perhatian... pokoknya semuamuanya menunjukkan cinta Refal untuk Shenina teramat besar. Tapi ujungnya?
"Shenina, please maafin gue... gue yang udah menghancurkan hubungan kalian dan kebahagiaan kalian lima tahun lalu." Alula mengakui kesalahannya dengan air mata yang juga tidak kalah deras.
"Aku salah menilai kamu Shenina, aku pikir kehadiran kamu dulu membuat mas Refal menjauhi aku, sehingga aku menghancurkan hubungan kalian. Maafkan aku yang egois, karena mas Refal satu-satunya saudara aku. Tapi setelah mengenal kamu, aku yakin kamu gadis yang baik Shenina. Aku juga sayang sama kamu, Aku ingin melihat kamu dan mas Refal bahagia seperti dulu. Please, kembalilah sama mas Refal Shen, kita perbaiki semuanya ya.." Ucapan lembut Alula membuat Shenina sedikit lebih tenang.
"Aku gak bisa La... aku gak bisa." Jawab Shenina lirih.
Sekarang Alula dan Refal paham, untuk berbicara pada Shenina mereka harus tenang dan menurunkan ego. Gak bisa pakai emosi. Sebab, jika pakai emosi, yang ada Shenina akan semakin emosi pula. Maklum, hidup shenina tidak mudah selama ini.
"Please Shenina..." Alula menggenggam tangan Shenina dengan penuh permohonan.
Shenina menggeleng lemah sebagai penolakan atas permintaan Refal.
"Aku yang akan menjamin, kalau mas Refal gak akan meninggalkan kamu lagi Shenina. Hidupnya sangat kacau setelah putus sama kamu." Alula sangat paham alasan Shenina menolak Refal.
Shenina masih sulit percaya dengan Alula dan Refal yang ternyata kakak adik setelah sekian lama dia berasumsi mereka sepasang kekasih.
"Shenina, katakan... apa yang harus aku lakukan buat kamu mau menerima aku lagi? kamu bisa percaya sama aku, kalau aku sangat mencintai kamu dan tidak akan meninggalkan kamu lagi?"
__ADS_1
"Aku gak butuh pembuktian apa-apa dari kamu Fal, aku hanya ingin hidup tenang tanpa kamu." Jawab Shenina lirih.
"Shen, setidaknya kasih aku kesempatan untuk membuktikan perasaan aku sama kamu." Mohon Refal.
"Please... biarkan aku pergi. Aku ingin bahagia tanpa bayang-bayang kamu Fal." Kata Shenina dengan penuh permohonan.
Jika Shenina sudah meminta seperti ini, lalu apa yang bisa Refal lakukan?
"Shen, jangan gegabah."
"Keputusan aku sudah bulat La. Tolong, biarkan aku pergi dari hidup kalian."
"Kalau kamu nantinya hamil bagaimana?" Tanya Alula.
"Aku bisa mengurus diri aku sendiri, bukankah selama ini juga begitu? jadi kamu gak perlu khawatir Alula."
"Jika kamu hamil, anak dalam kandungan kamu adalah anak aku Shenina." Tegas Refal yang benar-benar tidak suka dengan keputusan Shenina.
"Dua bulan. Aku minta waktu dua bulan untuk memastikan kamu hamil atau tidak Shen." Shenina menggeleng lemah sebagai penolakan.
Alula yang masih berderai air mata nampak memutar otaknya untuk mencari ide agar Shenina mau bertahan disini dan memberikan kesempatan pada Refal agar bisa membuktikan perasanya yang tidak main-main.
"Aku mohon, biarkan aku pergi." Lirih Shenina dengan tatapan yang teramat menyakitkan untuk Refal.
Refal tersadar, Luka yang ia torehkan untuk Shenina sangatlah dalam. Memang dulu tujuannya agar Shenina membenci dirinya dan dengan begitu Shenina akan mudah melupakan Refal. Tapi nyatanya semua itu membuat hati Refal sakit yang teramat dalam dan Refal tidak pernah tenang menjalin hari-harinya.
Kini, Refal kembali melakukan kesalahan yang sama. Menyakiti Shenina dengan skenario yang dibuat oleh Alula dan Gerald.
Hati Refal terasa sangat sesak melihat Shenina yang saat ini teramat kacau dan hancur.
"Shenina..." Panggil Alula yang hendak memohon kembali pada gadis itu, namun Refal segera meraih lengan Alula dan memberikan kode berupa gelengan pada Alula agar Alula berhenti memohon pada Shenina.
Refal menarik nafas sedalam-dalamnya.
__ADS_1
"Pergilah Shen..." Ucap Refal lirih dengan sangat putus asa karena sejatinya Refal hanya ingin Shenina bahagia.
"Mas!" Pekik Alula yang tidak ingin sang kakak melepaskan cintanya lagi.
"Pergilah jika itu membuat kamu bahagia Shenina..." Shenina mendongakkan wajahnya yang penuh air mata demi melihat wajah tampan mantan kekasihnya.
Sorot mata Refal sangatlah sendu, namun bibir lelaki itu nampak tertarik sehingga menciptakan senyuman yang sebenarnya teramat menyedihkan.
"Aku hanya ingin kamu bahagia Shen... mau sekuat apapun aku mencoba meraih kamu lagi, memperjuangkan kamu dan membuktikan cinta aku sama kamu... jika kamu tidak mau menatap ke arah aku sedikitpun maka akan sia-sia."
"Mas, please... kamu baru berjuang mas! jangan begini."
"Apapun alasan aku atas masa lalu, tidak bisa dibenarkan... aku yang salah. Aku yang sudah menghancurkan sendiri impian-impian kita.. mimpi-mimpi kita. Dan sekali lagi.. aku menghancurkan hidup kamu." Mata Refal berkaca-kaca ketika kedua pasang mata itu saling bertemu dan saling menatap.
"Mas! Kalau Shenina hamil gimana!" Alula panik sendiri karena sang kakak menyerah begitu saja.
Refal tersenyum..
"Shenina tidak akan hamil gara-gara kejadian semalam.. karena sejujurnya, aku tidak merenggut kehormatan Shenina." Jujur Refal membuat Alula melongo...
Bagaimana bisa seorang lelaki bisa menahan iman disaat dihadapinya sudah ada wanita yang dia cintai dan siap untuk di jam aah?
"Ma.. maksud kamu?" Tanya Shenina yang tidak kalah terkejutnya dengan Alula.
"Aku masih bisa menahan diri aku buat tidak mengambil millik kamu tanpa seizin kamu Shenina."
"La... lalu darah di seprai itu?" Shenina sangat ingat, dia melihat bercak darah yang mengering di seprai Gerald meskipun dia tidak merasakan sakit di area ke wanita an.
"Itu darah yang Gerald dapat dari PMI." Jawab Refal jujur.
"Ja.. jadi kamu dan Gerald sengaja buat jebak aku?" Shenina tidak habis pikir dengan Refal. Dan Shenina sungguh muak dengan semua hal yang berkaitan dengan seorang Refaldy Bayutama.
bersambung....
__ADS_1