Mantan Menyebalkan!

Mantan Menyebalkan!
Naik Turun


__ADS_3

Mohon maaf kemarin gak update ya, karena keriwehan di dunia nyata~


happy reading Kak 🥰


...****************...


"Apa kamu tidak ingin tahu siapa wanita yang menempati ruang spesial di hati aku Shen?" Tanya Refal menghentikan langkah kaki Shenina yang hendak berjalan menuju unit apartemen Alula yang ia tinggali.


"Tidak tahu dan tidak ingin tahu karena nggak penting!" Jawab Shenina cuek.


"Bagaimana jika wanita itu adalah kamu Shenina, sejak dulu hingga detik ini hanya kamu yang mengisi ruang spesial di hati aku." Ucap Refal dengan lantang tanpa beranjak dari duduknya.


deg!


"Aku masih sangat mencintai kamu Shenina." Ujar Refal lagi.


Shenina mematung. Namun hanya beberapa detik saja, karena selanjutnya tawa Shenina yang mengisi keheningan malam di lantai 35 Lavenue Apartemen itu.


"Berhenti membual Fal! Aku tidak akan pernah percaya dengan apapun yang kamu katakan. Dan prinsip aku masih sama, tidak akan pernah ada yang namanya balikan sama mantan. Selamat malam." Ucap Shenina yang langsung pergi memasuki apartemen dan meninggalkan Refal sendiri termenung di pinggir kolam renang.


Bisa saja Refal mengejar Shenina dan memaksa Shenina untuk percaya dengan kejujuran hatinya barusan. Tapi, Refal paham... kesalahannya pada Shenina beberapa tahun lalu sangatlah fatal sehingga Refal memilih untuk memberikan waktu pada gadis itu.


Terlebih, Shenina termasuk gadis yang cukup keras kepala dan memegang teguh prinsipnya yaitu anti balikan sama mantan. Makanya waktu pacaran dulu, Refal selalu menjaga agar tidak akan ada pernah ada kata putus diantara mereka.


"Apapun yang terjadi, aku akan memperjuangkan kamu Shenina, aku gak mau kehilangan kamu lagi. Meskipun kamu terus menghindar dan seluruh dunia menentang hubungan kita." Gumam Refal sambil memejamkan matanya.


...***...


Jam di dinding kamar yang Shenina tempati sudah menunjukkan pukul 11 malam, namun mata Shenina tidak kunjung terpejam.


"Bagaimana jika wanita itu adalah kamu Shenina, sejak dulu hingga detik ini hanya kamu yang mengisi ruang spesial di hati aku."


"Aku masih sangat mencintai kamu Shenina."


"Aku masih sangat mencintai kamu Shenina."


"Aku masih sangat mencintai kamu Shenina."


"Refaldy sialaaan!" Ucap Shenina frustasi sendiri.


Kalimat Refal beberapa jam lalu masih saja terus berputar di otak Shenina hingga membuat gadis itu rasanya ingin berteriak sekencang-kencangnya untuk mengusir rentetan kata yang mengganggu ketentraman hidupnya.


Dirinya yang menempati tempat spesial di lubuk hati Refal? Refal yang masih sangat mencintainya?


CK! Shenina hanya menganggap itu bualan semata. Bualan seorang playboy yang tidak tahu malu.


Tapi meskipun Shenina menganggap itu hanya bualan, nyatanya hati Shenina berkhianat karena merasa tersentuh dengan pengakuan Refal yang tidak Shenina tahu kebenarannya.


Ada perasaan berbeda yang tidak bisa dijelaskan.


"Tuhan... please... jauhkan segala tentang Refal dari otak aku .. please...." Shenina menghela nafasnya dengan kasar kemudian menenggelamkan wajahnya pada bantal hingga sebuah ide terlintas kemudian gadis itu mendongak dan tersenyum tipis.

__ADS_1


"Apa aku telfon bang Argha aja ya, siapa tahu dia masih terjaga dan mau menemani aku ngobrol. Biar aku juga bisa melupakan ucapan manusia menyebalkan itu." Gumam Shenina yang langsung meraih ponselnya diatas nakas.


...***...


Semalam Shenina tidak bisa tidur, berbeda dengan Refal yang justru tidur nyenyak karena perasaannya teramat lega setelah mengungkapkan isi hatinya pada Shenina. Ya, meskipun hanya dianggap bualan semata oleh Shenina, namun setidaknya apa yang sudah dia simpan selama beberapa tahun ini terucap begitu saja.


Shenina sudah tahu perasaannya dan sekarang giliran Refal yang membuktikan pada Shenina bahwa cintanya itu nyata.


Hari Senin pagi ini,


Waktu menunjukkan pukul 6 pagi, Refal sudah terjaga. Bahkan lelaki yang sudah pantas menikah itu sudah mandi dan mengenakan kemeja yang dipadukan dengan celana bahan.


Refal terlihat sangat tampan dan juga mempesona. Berbagai ide pun sudah muncul dibenak Refal agar bisa berdua dengan Shenina seharian penuh. Ya, Refal akan memanfaatkan posisinya sebagai atasan dan Shenina sebagai asisten pribadi yang mengurus segala keperluan Refal baik di kantor maupun luar kantor.


"Nengok tetangga sebelah ah..." Gumam Refal yang tersenyum penuh arti.


Setelah memastikan penampilannya paripurna, Refal pun segera bergegas menuju apartemen sebelah yang merupakan tempat tinggal sang mantan.


Tidak perlu mengetuk pintu, tidak perlu menunggu dipersilahkan masuk karena ada area penghubung antar kedua apartemen tersebut. Meskipun terkesan tidak sopan, tapi kan memang itu tujuan Refaldy membuang semua pintu yang menuju swimming pool, dia bisa bebas keluar masuk apartemen Alula.


"Shenina...." Panggil Refal.


Suasana apartemen masih sangat sepi, bahkan lampu temaram pun masih menyala. Refal yakin, Shenina pasti belum bangun. Dan sebuah ide muncul untuk mengejutkan gadis itu pagi ini.


Di dalam kamar, alarm pada ponsel Shenina sudah berbunyi beberapa kali. Namun gadis itu sengaja mematikannya karena mengingat jarak apartemen ke kantor sangatlah dekat. Shenina tidak perlu repot-repot naik ojek yang memecah padatnya jalan ibu kota.


Tidur lagi barang sejenak menjadi pilihan Shenina karena semalam dia ngobrol dengan Argha hingga hari menjelang pagi. Entah apa saja yang mereka obrolkan.


Dengan penuh perjuangan, Shenina berusaha membuka matanya yang masih sangat mengantuk. Ah, seandainya bisa balik lagi ke hari Minggu... Shenina akan sangat bahagia karena bisa tidur seharian.


Shenina pun duduk di ranjang yang baru semalam ia tempati. Tangan gadis berlesung pipi itu terulur untuk mengambil gelas di atas nakas karena rasa haus yang mendera.


"Ah habiss!" Gumam Shenina pelan dengan bibir yang mengerucut. Pasalnya dia harus turun ke bawah untuk mengambil air di dapur.


Ingin langsung mandi dan bersiap sebelum turun ke bawah karena malas naik turun tangga yang sebenarnya tidak seberapa, namun tenggorokan Shenina terasa sangat kering. Gadis itu sudah terbiasa minum air putih saat pertama kali bangun tidur.


Akhirnya, dengan terpaksa Shenina memilih beranjak dari ranjang empuknya sembari menguncir rambut panjangnya ke atas hingga menampilkan leher jenjangnya.


Dengan membawa gelas, Shenina menuruni tangga. Baru saja beberapa langkah, sebuah aroma sosis panggang menyambut indera penciuman Shenina. Sangat sedap, hingga perut Shenina auto terasa lapar.


Shenina mengerjap pelan, nyawanya yang belum berkumpul sepenuhnya membuat shenina tiba-tiba panik karena berpikir ada makhluk astral yang sedang memasak di dapur apartemen. Maklum baru hari kedua Shenina tinggal di Lavenue Apartemen.


Bukan lari dan menjauh dari dapur karena berpikir makhluk astral yang memasak, Shenina justru bergegas menuju arah dapur untuk membuktikan atas pemikirannya itu. Ah dasar Shenina.


Deg!


Shenina berdiri mematung melihat punggung kokoh yang tengah sibuk berkutat di depan kompor. Shenina tidak perlu bertanya siapa lelaki pemilik punggung itu, karena dari parfumnya Shenina sudah sangat hafal.


"Ngapain kamu disini Fal?" Tanya Shenina membuat lelaki pemilik punggung kokoh itu menengok kemudian menampilkan senyum yang mempesona.


"Pagi Shenina.... Gimana tidur kamu? nyenyak?" Tanya Refal yang menuang air panas ke dalam dua cangkir kopi.

__ADS_1


"Nyenyak? emang aku bisa nyenyak setelah kamu bilang masih cinta sama aku?" Batin Shenina.


"Kamu cantik Shen, selalu saja cantik.... bahkan penampilan kamu yang baru bangun tidur seperti ini itu lebih dari cantik, tapi juga menggairahkan." Batin Refal yang gagal fokus pada leher jenjang Shenina.


Susah payah loh Refal mengontrol dirinya agar tetap bersikap normal disaat pikirannya sudah kemana-mana. Maklum Refal lelaki normal. Apalagi melihat Shenina hanya memakai tank top dan celana bahan yang teramat pendek.


"Kamu ngapain disini Fal? kamu kan punya kitchen sendiri." Nada bicara Shenina sungguh tidak bersahabat membuat Refal kembali ke dunia nyata setelah berimajinasi yang luar biasa.


"Aku sedang di apartemen Alula, seperti biasa. Kenapa emang?" Tanya Refal pura-pura bodoh.


"Iya, ini apartemen Alula,.. tapi sekarang, apartemen ini aku yang tempati Fal. Aku gak suka ya, kamu keluar masuk sembarang kayak gini."


"Kalau kamu gak suka, emang kamu mau ngapain?" Tanya Refal dengan wajah super tengil pada Shenina.


"Fal, balik deh ke habitat kamu." Enggan berdebat panjang lebar dengan Refal, Shenina memilih mengusir sang mantan kekasih.


"Aku cuma mau buat sarapan untuk kita Shenina... aku udah siapkan sarapan spesial buat kamu."


"Aku gak butuh sarapan dari kamu, dan aku gak mau makan makanan dari kamu!"


"Astaga Shenina... jangan galak galak dong!" Keluh Refal karena Shenina menarik lengannya.


"Keluar dari sini Fal..." Shenina menarik sang mantan kekasih. Refal yang hendak mengambil piring berisi roti sosis untuk sarapan kini urung karena tenaga Shenina cukup besar.


"Shen, please jangan bersikap seperti ini."


"Kamu yang jangan bersikap seenak kamu sendiri Fal!" Ucap Shenina masih berusaha menarik Refal agar keluar dari area dapur kemudian keluar dari apartemen Alula.


"Aku hanya ingin buatin sarapan buat kamu Shenina... gak ada maksud lain."


"Aku gak butuh sarapan dari kamu Refaldy Bayutama! Kamu itu brengseeekk, gak punya perasan! Aku benci sama kamu! sampai kapan pun aku akan membenci kamu!" Pekik Shenina yang mendadak terbawa emosi.


"Shen.." Melihat emosi Shenina, Refal refleks memegang kedua lengan Shenina hingga gadis itu berhadapan dengan Refal dengan jarak yang sangat dekat.


Wajah keduanya pun cukup dekat dengan kedua pasang mata yang saling mengunci.


"Shen... dengerin aku." Ujar Refal dengan nada serius, Shenina yakin... si lelaki buaya seperti Refal pasti akan menyatakan cinta palsunya lagi seperti semalam.


"Dengerin aku dulu Shenina.. kamu jangan marah-marah... karena..." Refal menjeda kalimatnya dengan tatapan yang masih mengunci Shenina.


"Karena apa?" tanya Shenina.


"Karena dada kamu naik turun dan kamu gak pake bra- Shenina... aku dari tadi gagal fokus!" Ujar Refal dengan nada tanpa dosa.


Djarrr~


to be continued


Like dan komen dong kak


makasih 🥰

__ADS_1


__ADS_2