Mantan Menyebalkan!

Mantan Menyebalkan!
Curhat dengan Alula


__ADS_3

Refal mendengar dengan seksama curhatan sang adik tentang hubungan yang tidak direstui oleh Papa Indra meskipun Alula nekat akan mengadakan pesta pertunangan.


Alasannya cukup klasik, yaitu karena mereka merupakan saudara. Ibu dari Gerald adalah sepupu Papa Indra. Meskipun secara agama diperbolehkan, tapi Papa Indra tetap tidak setuju. Apalagi ditambah dengan catatan hitam yang Gerald miliki beberapa tahun lalu yaitu bergonta ganti wanita di klub malam.


Refal sebenarnya cukup prihatin dengan kisah cinta Alula dan Gerald yang saling mencintai tapi terhalang restu. Terlebih perubahan Gerald yang luar biasa karena ingin membuktikan bahwa dia layak dan pantas untuk Alula namun tetap tidak diterima oleh Papa Indra.


Ah sungguh memusingkan, belum lagi kisah cintanya sendiri dengan Shenina yang berusaha untuk menjauh darinya.


"La.. sepertinya Shenina salah paham dengan hubungan kita deh. Dia pikir kita sepasang kekasih." Ucap Refal teringat ucapan demi ucapan Shenina.


"Bukan sepertinya lagi mas, tapi Shenina emang salah paham, apalagi kamu panggil aku Baby. Sebenarnya aku sengaja sih buat manja sama kamu didepan Shenina, aku pengen tahu dia cemburu atau tidak." Jawab Alula sembari tersenyum geli.


"Lalu jawabannya?"


"Dia sepertinya masih bimbang dengan perasaannya sendiri mas. Maklum, kamu pernah sangat mengecewakan dia. Tapi aku bisa jamin, walaupun sedikit.. perasaannya untuk kamu itu masih. Kamu hanya perlu berjuang mas." Refal mengangguk setuju.


Jika Shenina tidak memiliki perasaan pada Refal tentu malam itu Shenina tidak akan mau dia cium apalagi sampai panik karena dia kedinginan.


"Mulai sekarang mas gak mau panggil kamu baby lagi lah... bair gak semakin banyak orang yang salah paham dengan hubungan kita."


"CK! demi menjaga hati Shenina ya?" Ledek Alula tertawa melihat kakak lelakinya yang memasang ekspresi menggemaskan.


"Masalahnya bukan hanya Shenina, Alula... tapi hampir seluruh karyawan kantor mengira kita itu sepasang kekasih."


"CK! dulu mas Refal gak pernah protes loh soal hal ini. Kenapa sekarang protes?" Status Alula yang merupakan anak dari Indra Aditama memang jarang orang yang tahu kecuali para petinggi perusahaan dan sekertarisnya.


Alula memang sengaja meminta semuanya untuk tutup mulut karena gadis itu ingin melindungi kakak lelaki satu-satunya dari incaran para gadis di kantor. Maklum, paras tampan Refal mampu membuat para gadis terpesona. Jika mereka menganggap Alula kekasih Refal, maka tidak akan ada yang berani mendekati Refal.


Sedangkan status Refal sendiri yang merupakan anak pertama dari pernikahan pertama dari Indra Aditama, masih di rahasiakan pada semua orang di kantor karena Indra ingin semua orang menghargai Refal karena kemampuannya, bukan latar belakangnya.


"Entahlah La, semenjak bertemu lagi sama Shenina, mas gak nyaman dianggap kekasih kamu."


"Ya sudah, mas Refal kejar cinta mas Refal, kemudian umumkan pada publik kalau Shenina itu kekasih kamu dan aku adik kesayangan kamu mas."


"Tapi kadang mas merasa ragu La."


"Ragu kenapa?"


"Apa Shenina mau menerima mas setelah semua yang mas lalui?"

__ADS_1


"Jodoh memang tidak akan kemana mas, tapi jodoh perlu di jemput dan diperjuangkan. Apapun hasilnya, setidaknya kamu sudah berjuang."


"CK! bocil sok bijak. Buruan perjuangkan cinta kamu ke Gerald." Kata Refal sambil tertawa.


"Kak Gerald seperti gak serius memperjuangkan aku deh mas." Alula menampilkan raut wajah sedihnya. Sebenarnya hubungan Alula dan Gerald masih abu-abu karena tidak ada ikatan pacaran diantara mereka. Hanya ungkapan saling suka satu sama lain dan ingin hidup bersama.


"Gerald hanya tidak ingin hubungan keluarga kita dan keluarganya renggang La, kamu tahu sendiri kan La bagaimana papa." Alula mengangguk paham dengan segala kebimbangan dihatinya antara maju atau mundur.


"Aku harus bagaimana mas?" Tanya Alula. Melihat wajah sedih adiknya, Refal langsung menarik gadis itu kedalam dekapannya.


"Mas juga bingung La."


"Baby... Refal... udah belum sesi curhatnya? Mama masakin makanan kesukaan kamu loh Fal, ayo kita makan sama-sama." Ujar Sukma dari daun pintu kamar Alula sembari tersenyum melihat interaksi kakak beradik yang saling menyayangi itu meskipun mereka tidak tumbuh besar bersama.


"Makasih Tante." Jawab Refal.


"Mama mas, mama!" Protes Alula.


"Kok masakan kesukaan mas Refal aja ma? kesukaan aku enggak?" Tanya Alula dengan bibir mengerucut.


"Pasti dong, kesukaan kamu kan tempe goreng."


"Iya."


"Kalau ada mas Refal, mama mendadak pelit sama aku!" Rengek Alula.


"Dasar bayi Dugong!" Ucap Refal mengacak-ngacak rambut Alula dengan gemas hingga membuat sang empu menggerutu kesal.


"Udah jangan ribut terus, ayo makan!"


Meskipun Sukma sangat baik, entah mengapa hati Refal belum bisa menerima wanita itu sebagai ibu tirinya. Bayangan masa kecilnya saat Ayu, ibu kandungnya menangis dan terpuruk melihat Sukma dan Indra bahagia berhasil menikah nyatanya masih membekas.


Ya, Indra dan Ayu adalah korban perjodohan kedua orang tuanya. Namun ternyata, dibelakang Ayu, Indra masih menjalin hubungan dengan Sukma kekasihnya hingga Ayu memilih pergi dengan membawa Refal yang masih bayi.


Hal itulah yang membuat Refal kehilangan kasih sayang dari kedua orang tuanya karena dimasa-masa pertumbuhannya, Refal banyak menghabiskan waktunya bersama sang Kakek dan Nenek yang memiliki pola didik cukup keras.


Walaupun belum bisa menerima Sukma sebagai ibu sambungnya, tapi Refal tidak bisa pungkiri jika dia sangat menyayangi Alula meskipun Alula lahir dari rahim mantan pelakor.


...***...

__ADS_1


Baru tiga hari Refal pergi ke Singapore untuk urusan pribadi, setumpuk pekerjaan selalu ada dihadapan Shenina dan Vira.


Kehadiran Shenina nyatanya sangat membantu Vira. Meskipun termasuk karyawan baru, namun Shenina adalah gadis yang cerdas dan cepat tangkap soal pekerjaan. Jadi Vira tidak perlu panjang lebar menjelaskan pada Shenina tentang apa yang harus gadis itu kerjakan.


drrttt drrtt drrttt


"Shen, ponsel kamu berdering terus itu." Kata Vira.


"Udah biarin aja mba, nomor baru gak penting." Jawab Shenina yang fokus pada layar monitor di hadapannya.


"Angkat aja Shen, siapa tahu penting, suaranya cukup mengganggu konsentrasi aku Shenina." Saran Vira.


"Maaf ya kalau mba Vira terganggu dengan dering ponsel aku." Shenina meringis dan baru menyadari betapa berisiknya dering ponselnya.


"No problem." Jawab Vira.


"Udah aku silent mba."


"Kenapa gak diangkat aja Shenina?" tanya Vira.


"Nanti kalau penting juga bakal kirim pesan kok mba... Jangankan nomor baru, nomor yang udah aku save aja aku jarang angkat telfon kok. Nanti kalau penting dia kan pasti kirim WhatsApp."


"Astaga Shenina... gak begitu konsepnya anak cantik... orang telfon itu karena penting, Urgent.. mendesak. kalau gak penting -penting banget mah kirim pesan cukup." Omel Vira.


"Yang penting kalau urusan sama orang kantor aku langsung angkat kok mba." Shenina nyengir kuda.


"Dasar bocah! Terserah dah!" Pasrah Vira.


drrttt drrtt


Ponsel Shenina bergetar lagi, tapi kali ini bukan panggilan telfon, tapi sebuah pesan dari aplikasi WhatsApp.


💌 +6281112113114


"Selamat pagi Nina... maaf baru bisa menghubungi kamu, Abang baru dapat nomor kamu lagi setelah beberapa bulan lalu ponsel Abang hilang. Sekarang Abang sudah kembali.... nanti malam kita makan bersama yuk... Mama sama Papa merindukan kamu."


Meskipun tidak ada siapa pengirim pesan tersebut, tapi Shenina sangat tahu siapa itu. Dan membaca pesan itu, mata Shenina langsung berkaca-kaca.


"Abang..." Gumam Shenina pelan.

__ADS_1


to be continued


__ADS_2