
Melihat Shenina sedang duduk sambil menatapnya dengan penuh tanya dari jarak yang sangat dekat, nyatanya mampu membuat jantung Refal berdebar lebih kencang. Banyak pertanyaan yang tiba-tiba berseliweran di otak Refal.
Apakah Shenina mendengar pembicaraannya dengan sang mama sejak awal?
Apa saja yang sudah Shenina dengar? Lalu apa yang akan Shenina lakukan setelah mendengar semuanya?
Tidak, Refal berharap Shenina tidak mendengarkan semuanya tadi. Karena jika itu terjadi, Refal takut Shenina akan menjauh darinya.
"Fal, mama hanya mau yang terbaik untuk kamu. Mama gak mau waktu kamu habis hanya untuk Alula." Kata Wanita paruh baya yang sudah melahirkan Refal ke dunia.
Refal tersadar dari lamunannya karena kehadiran Shenina di Starcoffe.
Namun sebisa mungkin Refal langsung bersikap normal karena tidak ingin sang mama yang tiba-tiba ke Jakarta itu mengenal Shenina apalagi tahu jika wanita yang dia cintai adalah Shenina. Tidak, tidak untuk sekarang.
Dengan cepat Refal langsung membuang muka dan meninggalkan Starcoffe tanpa menyapa Shenina ataupun menanggapi ucapan mamanya.
Mood Refal sudah hancur, hancur berantakan malahan~
Entahlah, mendengar nama Raya atau Naura atau Nauraya yang jelas semua itu orang yang sama pasti membuat Refal muak.
"Fal tunggu mama nak!" Pekik wanita itu yang tidak di gubris oleh anaknya.
Shenina hanya menatap drama ibu dan anak itu dengan penuh tanya tanpa berniat bertanya. Toh itu bukan urusannya sama sekali kan, lagian Shenina juga tidak mengenal Mama dari mantannya itu jadi tidak perlu menyapa kan?
Namun satu hal yang mengusik hati Shenina, yaitu tentang Raya.
Raya, nama gadis yang pernah Shenina temui di hari dia diputuskan dan dipermalukan oleh Refaldy.
Shenina tidak mengenal siapa gadis itu dan tidak ingin tahu juga. Tapi Refal pernah berkata bahwa dia akan menikahi Raya setelah wisuda, eh tapi sampai detik ini kok belum juga dinikahi oleh Refal dan Refal justru menjalin hubungan dengan Alula.
Sebenernya apa yang sudah terjadi? Kok Refal kesannya sangat membenci gadis itu? Apa gadis itu mengecewakan Refal seperti Refal mengecewakannya? Jika iya, maka Shenina akan berterima kasih pada gadis bernama Raya itu sebab sudah membalaskan dendamnya pada Refaldy Bayutama.
"Ah, daripada memikirkan si mantan sialan yang super menyebalkan itu, mending gue hubungi Tante Dina, kan besok rencananya mau belajar masak sama Tante Dina." Ucap Shenina dengan senyum yang mengembang sambil menikmati secangkir cappucino latte.
...***...
__ADS_1
Diam merenung di sisi kolam renang dengan ditemani langit yang sudah menggelap tanpa ada bintang karena cuaca sedikit mendung, pikiran Refaldy berkecamuk.
Nauraya
Nauraya
Nauraya
Saat telinganya mendengar nama itu disebut oleh orang lain saja, emosi Refal rasanya sudah sampai ubun-ubun, lalu bagaimana bisa Refal hidup bersama dengan wanita itu? Wanita yang sudah menghancurkan segala impiannya. Wanita licik tapi bodoh.
Iya, karena wanita itu Refal dengan sangat terpaksa harus melepaskan Shenina bahkan menyakiti gadis itu dengan harapan Shenina segera melupakannya dan membencinya.
Iya, mungkin itu yang terjadi. Shenina membencinya karena kini Shenina selalu bersikap kurang ramah padanya, tapi semua itu tidak serta merta membuat perasaan Refal sendiri membaik. Refal justru yang lebih tersiksa dengan perasaannya sendiri.
Seandainya,
Seandainya Tuhan tidak pernah mempertemukan Refal dengan Nauraya, pasti semuanya tidak akan terjadi. Lantas apakah Refal akan menyalahkan Tuhan? Nyatanya Refal tidak berani menyalahkan Sang Pencipta karena semuanya sudah ada gadis takdirnya.
Naura dan Alula yang sama-sama menderita sakit parah menjadi sahabat yang saling support. Bahkan semenjak mengenal Refal, semangat hidup Naura meningkat drastis. Gadis itu tidak pernah berhenti memberikan perhatian pada Refaldy meskipun beda kota tinggal. Nauraya bahkan sering mengunjungi Refal dengan alasan liburan keluarga ke Jogja.
Dan puncaknya saat usaha keluarga sang mama dari Refal hampir kolaps dan butuh suntikan dana, Papa Indra mau membantu, orang tua Nauraya juga siap menjadi investor dengan catatan Refal berpacaran dengan Nauraya atas ide Alula yang tidak tega melihat perjuangan Naura untuk mendapatkan hati kakak tirinya, Refaldy.
Dan semuanya sudah terjadi...
Iya, semuanya sudah terjadi dan semua kondisinya sudah tidak sama.
"Hah!" Helaan nafas yang begitu kasar sudah berkali kali keluar dari mulut Refaldy agar rasa sesak dalam dadanya sedikit lega.
"Galau pak?" Tanya seseorang yang berdiri disamping Refal, ditepi kolam renang, yaitu Shenina.
Refal yang dalam mood tidak baik hanya melirik Shenina sekilas dan bersikap cuek kembali. Ah seandainya Shenina mau dipeluk, pasti hati Refal akan jauh lebih tenang. Tapi Refal yakin, jika dia nekad memeluk Shenina yang ada dia akan di gampar oleh gadis manis itu.
"Raya, sebuah nama yang tidak asing di telinga aku... karena nama itu menjadi alasan seseorang meninggalkan aku." Ada senyum tipis yang teramat getir dari Shenina yang kini memilih duduk di samping Refal.
Duduk dengan jarak beberapa sentimeter saja. Shenina mengikuti Refal yang memasukkan kakinya ke dalam kolam renang.
__ADS_1
Refal tidak bereaksi sama sekali karena Refal tidak ingin salah bicara sebab Refal tidak tahu apa saja yang sudah Shenina dengar sewaktu di caffe tadi.
"Kenapa? kenapa kamu tidak jadi menikahi gadis bernama Raya itu Fal? kenapa? Ha?" Tanya Shenina dengan nada sedikit mengejek Refal.
"Bukankah dari segi bibit, bebet dan bobotnya dia jelas, dari keluarga baik-baik dibanding mantan kamu yang tidak jelas asal usulnya? Lantas apa yang membuat kamu ragu menikahi gadis bernama Nauraya itu Fal?"
Tidak ada sebutan formal dari bibir Shenina malam ini karena gadis itu sedang tidak ingin berlagak sebagai atasan-bawah di depan Refal. Toh bukan jam kantor kan, jadi aman.
"Bukan urusan kamu Shenina." Jawab Refal dengan nada dingin. Tangan Refal sudah mengepal dengan kuat.
"Kenapa?" Tanya Shenina.
"Kenapa Fal?" Tanya Shenina lagi karena Refal hanya diam.
"Karena ternyata hati aku tidak tertuju pada dia, Shenina... sudah ada wanita yang menempati tempat spesial di hatiku, bahkan saking spesialnya, tidak akan ada satu pun orang bisa mengusiknya." Jawab Refal dengan tersenyum tipis.
"CK! dasar buaya!" Ejek Shenina dengan senyum yang benar-benar mengejek. Shenina pun memilih beranjak dari duduknya. Dia muak dengan Refal.
Pasalnya, dulu Refal juga berkata pada Shenina jika dialah yang mengisi ruang hati spesial milik lelaki itu. Saking spesialnya tidak ada yang bisa menggeser apalagi menggantikan posisi Shenina.
Dan kenyataannya, dengan mudahnya Refal mengakhiri kisah mereka karena Raya.
Sekarang Refal berkata demikian lagi disaat Shenina menganggap Refal menjalin hubungan dengan Alula. Emang dasar playboy kan~
"Apa kamu tidak ingin tahu siapa wanita yang menempati ruang spesial di hati aku Shen?" Tanya Refal menghentikan langkah kaki Shenina yang hendak berjalan menuju unit apartemen Alula yang ia tinggali.
"Tidak tahu dan tidak ingin tahu karena nggak penting!" Jawab Shenina cuek.
"Bagaimana jika wanita itu adalah kamu Shenina, sejak dulu hingga detik ini hanya kamu yang mengisi ruang spesial di hati aku." Ucap Refal dengan lantang tanpa beranjak dari duduknya.
deg!
Shenina mematung.
to be continued.....
__ADS_1
Meskipun udah hampir jam 11 malem baru ke upload, tapi udah nepatin janji hari ini update 2 kali sehari ..
yuk dukung author biar semangat nulis 🤗