Mantan Menyebalkan!

Mantan Menyebalkan!
Ungkapan Hati Refal


__ADS_3

Mohon maaf ya kak, updatean sebelumnya sama karena terjadi kesalahan teknis..


besok InsyaAllah aku perbaiki ya, jadi update dobel.. makasih ❤️


happy reading ☺️


"Bagaimana kehidupan kamu selama hampir lima tahun ini?" Refal akhirnya memilih menurunkan egonya untuk bertanya pada Shenina sebuah pertanyaan yang sudah ada di kepalanya sejak pertemuan pertama mereka.


"Kenapa anda baru menanyakan itu pada saya pak?" Tanya balik Shenina.


Refal bingung harus menjawab apa, lelaki itu hanya mampu menggenggam setir mobil kuat-kuat untuk meluapkan gemuruh dihatinya.


Sebenarnya, banyak hal yang ingin Refal ungkapkan dan ceritakan pada Shenina. Lelaki itu ingin mengurangi perasaan bersalah yang selama ini ia simpan rapat-rapat. Bahkan rencananya Refal ingin mengungkapkan perasaannya pada Shenina juga alasan dia waktu itu.


Namun melihat Shenina yang seperti membangun tembok besar diantara mereka, Refal mencoba mengalah dulu karena perpisahan yang terjadi empat tahun lalu adalah murni kesalahan Refal.


Refal sadar diri, kesalahannya sangatlah fatal apalagi sudah ada 'dia' diantara mereka.


"Shen.... aku..."


"Tolong bersikap yang profesional Pak Refaldy Bayutama. Teruslah bersikap seperti seminggu ini selama setahun ke depan." Tegas Shenina yang tidak segan memotong ucapan atasannya ditambah dengan tatapan tajam.


Meskipun merasa tidak nyaman karena Refal berusaha menghindari dirinya padahal posisinya adalah bawahan Refal, Shenina percaya bahwa itulah sikap terbaik yang bisa Refal berikan untuknya agar tidak menyakiti Alula.


"Ini bukan di kantor Shenina. Selama seminggu ini aku tidak bermaksud untuk menjaga jarak sama kamu.. seminggu ini aku banyak merenung dan berpikir tentang perasaanku dan hubungan kita......" Jawab Refal.


"Ini jam kantor Pak Refal, tidak sepatutnya anda melakukan sesi curhat pada saya seperti ini." Shenina tetap saja tidak mau mengalah bahkan tidak berminat tahu perasaan Refal.


Gadis itu juga tidak segan memberikan tatapan tajam pada Refal ditambah nada suara yang lebih meninggi dari sebelumnya.


Refal menghela nafasnya dengan kasar.


"Shenina, tolong kasih aku kesempatan untuk mengungkap semuanya." Kata Refal lembut.

__ADS_1


"Tidak ada yang perlu di ungkapkan!"


"Ada Shen... demi hubungan kita!"


"Apalagi tentang hubungan kita... CK! anggap saja kita tidak pernah kenal sebelumnya seperti permintaan aku waktu itu. Beres kan?" Kata Shenina lagi dengan senyum sinis pada Refal.


"Shenina... Aku gak bisa bersikap profesional sama kamu seolah kita tidak pernah dekat sebelumnya karena seminggu ini aku hanya sedang merenung!" Jawab Refal.


"Bukan urusan saya! berhenti berbicara omong kosong pak!" Ketus Shenina.


" Aku gak omong kosong Shenina karena ini tetap akan jadi urusan kamu karena sampai detik ini, aku masih sangat mencintai kamu Shenina Anastasya!" Tegas Refal dengan setengah emosi sehingga suaranya menggema di dalam mobil dan mampu membuat Shenina terdiam.


Tidak berselang lama, tawa Shenina berganti yang menggema di dalam mobil mewah Refaldy. Tawa yang terdengar seperti ejekan di telinga Refal sehingga membuat Refal langsung meminggirkan mobilnya di bahu jalan yang cukup luas. Kebetulan mereka baru saja keluar dari TOL.


Awalnya Refal hanya ingin ngobrol dengan Shenina, tapi ternyata dia juga terpancing emosi dengan tanggapan Shenina. Padahal Refal berencana mengungkapkan perasaannya pada Shenina usai meeting nanti.


Kali ini Refal butuh ngobrol sama Shenina serius, jadi Refal memilih menghentikan laju mobilnya.


"Aku serius Shenina. Aku tidak pernah main-main dengan perasaan aku. Dari dulu, hingga detik ini cinta aku masih utuh untuk kamu Shenina." Kata Refal dengan tatapan sendu pada Shenina.


Shenina balik menatap Refal dengan penuh selidik. Meskipun Shenina merasakan getaran yang luar biasa di hatinya setelah mendengar pengakuan Refal dan melihat sorot mata Refal penuh kejujuran, Shenina tetap meneguhkan hatinya untuk tidak percaya pada Refal lagi.


Tidak, setelah di sakiti Refal empat tahunan lalu, Shenina sudah berjanji untuk tidak akan percaya lagi dengan yang namanya Refaldy. Bahkan Shenina sulit percaya dengan yang namanya cinta.


"Bercanda kamu cukup lucu Fal, tapi sorry, gak mempan buat aku bener-bener tertawa." Ucap Shenina yang sudah berubah sangat datar.


"Terserah kamu kalau anggap perasaan aku bercanda Shen, yang penting aku serius dan aku minta satu kesempatan sama kamu buat membuktikannya!" Ucap Refal dengan tatapan penuh permohonan.


Shenina mematung. Dalam hatinya berbisik bahwa apa yang Refal ucapkan itu penuh ketulusan. Tapi secepat kilat, logika Shenina langsung menolak dengan keras.


Sepertinya luka yang dulu Refal torehkan menimbulkan semacam trauma tersendiri di pikiran alam bawah sadar Shenina.


Logika dan hati Shenina berperang sendiri hingga Shenina merasakan genggaman hangat dari tangan Refal.

__ADS_1


"Shen, aku gak akan maksa kamu buat langsung percaya sama apa yang aku ucapkan tapi please... kasih aku kesempatan untuk membuktikan kalau perasaan aku buat kamu itu nyata." Kata Refal lagi dengan lembut seolah paham apa yang sedang Shenina rasakan saat ini.


"CK! lelaki brengseek!" Shenina menarik tangannya dengan kasar dari Refal.


"Aku gak habis pikir sama kamu Fal, bisa-bisanya ya... kamu menjalin hubungan dengan Alula tapi dengan teganya menyatakan cinta pada wanita lain. CK! elu gak pantes buat Alula yang sangat baik hati Fal!" Lanjut Shenina.


"Shen, aku bisa jelaskan kenapa Alula."


"Stop omong kosong kamu Refal! aku sudah muak!!!" Teriak Shenina menutup kedua telinganya sebagai tanda dia sudah tidak ingin mendengar apa-apa lagi dari Refal.


"Shen..." Refal memegang tangan Shenina yang menutupi telinga. Gadis berlesung pipi itu sudah mengeluarkan air matanya yang mampu membuat hati Refal nyeri.


"Berhenti Fal... berhenti hancurin hidup aku lagi... biarkan aku menata hidup aku Fal.. stop! aku gak mau lagi berhubungan dengan masa lalu aku!" Tangis Shenina pecah.


Refal langsung melepas sabuk pengamannya kemudian sabuk pengaman Shenina. Tanpa izin dan basa basi, Refal langsung menarik Shenina kedalam pelukannya.


Dan ternyata cukup sulit juga berpelukan antara kursi kemudi dan penumpang di dalam mobil. Ah sial, interior mobil yang mewah menganggu kenyamanan pelukan dua insan manusia.


"Maafin aku Shen... maafin aku udah hancurkan semua impian kamu.. please.. izinkan aku buat mewujudkan segala impian kamu yang telah tertunda..." Kata Refal.


Shenina tidak berucap sama sekali. Entah kenapa dia yang selalu bisa menahan air mata di depan orang lain meskipun merasakan nyeri yang luar biasa dihatinya, tapi di depan Refal, dia lemah. Benteng yang sudah dia bangun dengan kokoh bertahun-tahun jika suatu hari bertemu Refal lagi... nyatanya mudah sekali runtuh hanya karena ungkapan cinta Refaldy kembali.


Kesempatan buat Refal?


Kesempatan untuk apa?


Lalu...


Bagaimana dengan Alula? Shenina bukanlah tipe manusia yang tidak tahu terima kasih pada Alula yang sudah menolongnya dan membelanya.


To be continued


makasih komentar dan like nya ya kak... ❤️

__ADS_1


__ADS_2