Mantan Menyebalkan!

Mantan Menyebalkan!
Alula Datang


__ADS_3

Waktu sudah menunjukkan pukul satu dini hari disaat kedua anak manusia sudah terjaga kembali usai metode skin to skin yang entah siapa pencetusnya yang jelas Refal ingin berterima kasih pada pencetus metode tersebut.


Setahu Refal, metode itu digunakan untuk seorang ibu pada bayi yang baru lahir demi memberikan kehangatan pada sang bayi. Tapi kenapa Shenina punya pikiran seperti itu?


Ingin rasanya Refal bertanya, tapi Refal tidak ingin membuat malu sang mantan kekasih yang sejak tadi sudah terlihat salah tingkah dengan wajah yang merona merah.


Toh apa yang dilakukan Shenina dengan metode skin to skin-nya itu sangat menguntungkan Refal karena Refal langsung bernostalgia dengan kisah masa lalunya. Bahkan Refal ikhlas jika dianggap bayi gede oleh Shenina.


"Sebelum makan, kamu minum obat lambung dulu biar tidak mual." Kata Shenina memecah keheningan malam karena setahu Shenina orang yang asam lambungnya naik, biasanya akan mual jika kemasukan makanan dalam mulutnya.


"Udah.. barusan tadi minum." Jawab Refal.


Dengan memasang wajah ngantuk nya, Shenina memanaskan kembali sup iga yang beberapa jam lalu dia buat untuk sang bos.


Kepulan asap yang melambung dari semangkuk sup iga menyebarkan aroma sedap yang menggugah rasa lapar Refal untuk segera menyantap masakan sang mantan kekasih.


Dari aromanya saja, ingin rasanya Refal memuji masakan Shenina setelah hampir lima tahun tidak merasakannya.


Namun Refal memilih diam saja karena sejatinya hati Refal sedang berkecamuk, memperjuangkan Shenina lagi dan menyakiti banyak perasaan atau melepaskan Shenina meski sampai kapan pun tidak ada yang bisa menggantikan posisi Shenina di hati Refal.


"Makasih. Kamu nggak makan?" Tanya Refal saat Shenina menyodorkan sepiring nasi untuknya.


Duh, udah berasa dilayani istri kan ya? Secepat kilat Refal menepis khayalannya itu dan kembali ke dunia nyata dimana dia sudah tidak mungkin bersanding dengan Shenina lagi. Refal tidak ingin menyakiti banyak hati, dia tidak ingin egois.


"Lagi gak pengen makan. Sekarang kamu cepat makan kemudian minum Paracetamol kamu lagi." Refal pun langsung menjalankan perintah dari Shenina seperti kerbau yang dicocol hidungnya.


Senyum tipis tanpa Refal sadari nyatanya tercetak di wajah cantik Shenina saat melihat Refal yang makan dengan lahap.


"Selalu seperti itu kalau udah makan sup iga." Batin Shenina.


"Masakan kamu makin enak Shen, atau karena aku yang sangat merindukan masakan kamu?" Batin Refal.


...***...

__ADS_1


Pagi pagi sekali, Shenina sudah bangun dari tidurnya. Semalam dia harus menginap di apartemen Refal karena Refal tidak mengizinkannya pulang mengingat sudah dini hari.


Tenang. Shenina tidur di kamar tamu yang ada di apartemen tersebut sedangkan Refal tidur di kamar utama.


Bukan hanya itu, Refal juga meminjamkan baju tidur Alula yang ada di lemari kamar Refal untuk Shenina.


Baju Alula ada di lemari kamar Refal? apakah Alula sering menginap disini bersama Refal dan mereka.....


Sekelebat pertanyaan muncul dibenak Shenina, namun Shenina mencoba menepisnya karena itu bukan urusannya. Toh Shenina lebih memilih menjaga hatinya agar tidak sakit hati untuk kesekian kalinya.


Jika bisa memilih,


Ingin rasanya Shenina menolak dan memilih pulang ke kost sederhananya ketimbang tidur di kamar mewah ini, tapi situasi kondisi memang tidak memungkinkan. Terlalu beresiko wanita keluar tengah malam sendirian.


Dengan alasan menjaga dirinya, Refal menahan Shenina bahkan meminta Shenina untuk membuatkan nasi goreng untuk menu sarapannya.


Dan Shenina yang berusaha bersikap profesional, menuruti perintah sang boss karena menurut cerita Mba Vira, sekertaris Refal. Asisten seorang Refaldy memang mengurusi segala hal yang Refal butuhkan dan harus stay 24 jam.


Sebelum Edwin, asisten pribadi Refal sebelum Shenina juga seorang perempuan dan dia juga mengurusi segala keperluan Refal. Hanya saja sejak ada Alula, Refal memilih untuk mengganti asisten pribadinya menjadi lelaki yaitu Edwin yang sekarang di tugaskan di kantor cabang Surabaya oleh Presiden Direktur Wishnutama Internasional Corporation.


"Pagi Shen..." Sapa Refal yang sedang menuruni anak tangga dengan setelan formal yang rapi.


Untuk kesekian detik, Shenina terpesona pada ketampanan sang mantan. Namun Shenina segera tersadar dan kembali bersikap profesional.


Wajah Refal sudah kembali segar pagi ini, tidak seperti semalam yang pucat. Syukurlah, Shenina bersyukur melihat hal itu.


"Selamat pagi pak Refal. Nasi goreng yang anda minta sudah siap. Silahkan bisa anda makan." Ucap Shenina sopan.


Refal tersenyum dan mengangguk. Lelaki itu menaruh tas kerjanya di sofa TV kemudian menuju mini bar dan duduk dengan tenang disana agar bisa segera menyantap nasi goreng buatan mantan.


"Dari dulu masakan kamu memang selalu jadi yang terbaik di lidah aku Shenina." Batin Refal menyendok kan nasi goreng buatan Shenina.


"Kamu gak sarapan bareng saya?" Refal berusaha mengimbangi Shenina dengan bahasa formal meskipun terasa tidak nyaman di lidah Refal menggunakan kata 'saya' saat berdua dengan Shenina.

__ADS_1


"Tidak pak. Saya tidak terbiasa sarapan Karbo pagi-pagi begini. Saya ingin izin pulang ke kost dulu untuk ganti baju sebelum ke kantor." Kata Shenina.


"Kamu nanti bareng saya saja. Dan temani saya sarapan dulu... kalau belum terbiasa sarapan Karbo, biasakan mulai sekarang, sedikit aja gak apa-apa yang penting temani saya sarapan." Aura bos terpancar dari sosok Refaldy membuat nyali Shenina menciut.


"Tapi bukannya nanti Pak Refal akan telat lama jika harus mengantarkan saya ke kost dulu? kost saya cukup jauh loh pak... macet juga."


"Tidak masalah. Saya sudah info ke Vira kalau hari ini datang terlambat sama kamu. Jadi Vira akan membantu kamu untuk mengatur ulang jadwal saya hari ini." Kata Refal santai sambil menikmati nasi goreng.


"Tapi Pak?"


"Menuruti perintah saya atau kita akan mengulangi apa yang semalam kamu sebut metode skin to skin itu sehingga kita tidak perlu ke kantor hari ini. Sekalian saja kita nostalgia saat masih pacaran."


"REFAL!" pekik Shenina. Demi apapun, Refal benar-benar sangat menyebalkan.


...***...


Pukul 9.30, Refal dan Shenina baru sampai ke kantor WIC. Hal itu karena Refal yang Ngotot ingin mengantarkan Shenina ke kost lebih dulu guna berganti baju formal untuk kerja.


Alhasil, kemacetan pagi tidak bisa mereka hindari. Dan saat sampai kantor, tatapan beberapa karyawan yang kebetulan ada di luar begitu kepo melihat Shenina yang keluar dari mobil Refal di hari kedua Shenina bekerja.


"Ayo masuk." Ajak Refal karena melihat Shenina bengong.


"i.. iya pak."


Shenina pun memilih berjalan di belakang Refal meskipun Refal meminta Shenina ada disampingnya saat berjalan.


Saat memasuki lobby, tiba-tiba seseorang memanggil Refal dengan suara yang begitu nyaring hingga menarik perhatian semua orang.


"Maaasss Refaaaall."


Refal yang namanya di panggil pun menengok meski tanpa menengok Refal sudah tahu siapa yang memanggilnya dengan tidak tahu malu itu.


"Alula..." Gumam Shenina melihat siapa yang berlari melewatinya kemudian memeluk Refal di lobby, di depan banyak mata.

__ADS_1


to be continued


__ADS_2