
Sebelum di pecat dari Adijaya karena masalah pribadi, pagi-pagi sekali Alula sudah lebih dulu membuat surat pengunduran dirinya dan Shenina.
Ya, semua demi harga dirinya dan Shenina. Alula tidak suka mendengar Shenina direndahkan seperti kemarin. Karena bagi Alula, Shenina adalah gadis yang baik hati dan tulus.
Terjerat kontrak dengan Adijaya selama tiga bulan, dan baru menjalankan dua bulan dua minggu pertama kerja, mau tidak mau Alula harus membayar pinalti pada perusahaan.
Ya, pinalti yang bagi Alula sebenarnya hanya recehan saja karena sejatinya Alula adalah anak orang kaya.
"Elu serius La? gede loh ini pinaltinya." Ucap Shenina menatap Alula saat gadis cantik dengan gaya modisnya itu menyodorkan selembar kertas dan meminta Shenina tanda tangan.
"Yakin lah." Jawab Alula santai.
Hari ini masih terlalu pagi, sehingga staf lainnya di divisi marketing belum ada yang datang kecuali mereka berdua yang memang sudah janjian sejak kemarin.
"La, maaf.. karena gue, elu harus kehilangan pekerjaan dan bayar pinalti. Coba kemarin elu gak belain gue, kan..."
"Udah stop Shenina, sekarang cepat tanda tangan ini surat pengunduran diri elu, gue mau langsung kasih ke HRD terus kita keluar dari kantor ini dan jalan-jalan, kita rayakan status kita yang jadi pengangguran beberapa hari ke depan." Perintah Alula.
"Astaga Shen, gue masuk kantor ini mah cuma iseng-iseng doang dan karena sebuah misi doang... kenapa muka elu jadi kek merasa bersalah gitu dah." Batin Alula ingin tertawa memperhatikan ekspresi Shenina.
"Enak banget ya elu kalau ngomong." Gerutu Shenina yang nampak berat melepas pekerjaan yang sudah dia geluti selama dua tahun belakangan ini.
"Udah elu tenang aja, kurang dari tujuh hari dari sekarang.. elu bakalan dapat kerja di perusahaan yang jauh lebih besar dan bonafit dari ini. Dan gaji elu tiga kali lipat dari disini terus ada bonusnya juga kalau kerja elu memuaskan."
"Kerja apaan? Gak aneh-aneh kan?" Mata Shenina melebar mendengar gaji tiga kali lipat yang ditawarkan Alula. Shenina ingat, kemarin waktu di mobil Shaka, om dari Alula itu berjanji akan memberikan dia pekerjaan karena Shaka tidak tega melihat Shenina menangis.
"Entar elu juga tahu.." Alula menarik turunkan alisnya kemudian menyuruh Shenina segera tanda tangan.
Meskipun masih terasa berat dan ragu, akhirnya Shenina tanda tangan surat pengunduran dirinya itu. Jika ia tidak mengundurkan diri, dia juga akan direndahkan lagi dan tetap saja di pecat. Ah emang gak ada pilihan untuk Shenina sejak awal.
"Nah gitu dong.. dari tadi kek Shen tanda tangan.. pake acara ragu-ragu segala. Padahal ujung-ujungnya juga di pecat..." Alula menatap dia lembar kertas itu dengan senyum lebar.
"Gue antar ini ke HRD dulu ya, elu beres-beres barang-barang kita. ntar kalau gue balik, gue bantuin elu." Alula sepertinya terlalu semangat untuk keluar dari kantor ini.
__ADS_1
"La, kita nanti masih bisa satu kantor dan satu ruangan gak sih?" Tanya Shenina tiba-tiba. Shenina sudah sangat nyaman bersahabat dengan Alula. Apalagi Shenina adalah tipe orang yang susah bergaul dengan orang lain.
"Gue gak tahu Shen, gue akan usahakan buat kita bisa terus ketemu tiap hari. elu tenang saja." Alula pun melenggang pergi meninggalkan ruangan marketing dan Shenina segera membereskan barang-barang pribadinya juga barang Alula yang tidak seberapa karena Alula baru bekerja di kantor ini.
...*...
Berita resign seorang Shenina cukup menghebohkan anak-anak di bagian divisi marketing juga divisi lain yang bersangkutan.
Maklum, meskipun Shenina pribadi introvert yang super pendiam tapi paras cantiknya membuat semua orang di Adijaya mengenal Shenina. Apalagi kinerja Shenina tidak pernah mengecewakan.
Alasan Shenina dan Alula keluar Adijaya sudah jelas yaitu persoalan pribadi dengan Dhani dan perlakuan mama dari lelaki itu. Segala berita tersebut memang sengaja disebar oleh Alula sebelum berita yang menyudutkan Shenina di sebar oleh pihak yang tidak bertanggungjawab, Desti misalnya.
Bahkan rekaman CCTV penamparan yang dilakukan oleh Tante Rika saat di koridor rumah sakit kemarin sudah tersebar di area kantor.
Banyak yang tidak percaya dengan tindakan istri pemimpin perusahaan Adijaya itu, dan fakta bahwa Dhani adalah anak dari pemimpin Adijaya semakin tersebar luas.
Menolak cinta Dhani adalah hak Shenina sepenuhnya, sedangkan bagaimana reaksi Dhani terhadap penolakan itu bukanlah tanggung jawab Shenina.
"Kalian bener-bener mau cabut?" Tanya Nando memasang wajah sedih melihat Shenina dan Alula sudah selesai berkemas.
"Itu adalah keputusan terbaik buat elu Shen, daripada elu di hina seperti kemarin." Sahut Riki.
"Maafin gue juga ya Shen, Lula.. kalau selama ini gue ngeselin." Ucap Nando.
"Iya, gue juga ya Rik." Sambung Alula.
Nando dan Riki sangat menyayangkan tindakan mama dari Dhani kemarin terhadap Shenina. Wanita paruh baya yang memiliki kekayaan dan kekuasaan itu begitu mudah terhasut omongan Desti tentang apa yang terjadi antara Dhani dan Shenina.
Sedangkan Dhani sendiri memilih diam, tidak melakukan pembelaan sedikit pun pada Shenina tentang apa yang Desti ucapkan. Dan baik Nando dan Riki, mereka berdua tidak berani ikut campur karena masih sangat membutuhkan pekerjaan.
...*...
Ucapan perpisahan dan kalimat kalimat penyemangat banyak di ucapkan untuk Shenina dan Alula, meskipun Alula baru bekerja di Adijaya dalam waktu sebentar.
__ADS_1
Banyak yang memuji sikap Alula yang membela sahabatnya sampai rela keluar dari tempat kerja dan membayar pinalti.
"Tumben elu bawa mobil." Ucap Shenina saat Alula mengajaknya untuk ke parkiran mobil.
Alula dan Shenina dibantu Riki dan Nando membawa barang-barang mereka. Sedangkan Desti, hari ini tidak masuk karena menjaga Dhani di rumah sakit. Emang paling pinter cari muka si Desti tukang nyinyir yang selalu berusaha mencari kesempatan demi keuntungan pribadinya.
"Karena gue tahu, elu bakal bawa banyak barang." Celetuk Alula membuat Shenina tersenyum.
"Thank ya La, elu selalu ada buat gue, ngebelain gue... padahal kita baru kenal." Gumam Shenina.
"Gue senang melakukan semuanya ini Shen..." Jawab Alula.
"Kalian baik-baik ya kerja di luar sana... tetep jalin komunikasi sama kita. " Kata Nando.
"Siap mas Nando." Kata Alula.
"Nando, Riki... Kami pamit ya, salam buat Dhani."
"Elu ngapain masih titip salam buat si Dhani sih Shen." Kesal Alula.
"Bagaimana pun dia udah jadi partner kerja yang baik buat gue selama dua tahun."
"Serah elu dah!"
"Kalian ini rencananya gimana?" Tanya Riki.
"Kita mau hangout, shopping dan nongkrong. Kita mau merayakan hari pengangguran kita." Jawab Alula membuat Nando dan Riki geleng-geleng akan tingkah dan pemikiran Alula, manusia yang usianya paling muda di divisi marketing tapi tidak ada sopan-sopannya saat memanggil partner kerjanya.
"Maksud gue, rencana kalian mau lamar kerja dimana?" Riki mengulangi pertanyaannya.
"Kita berdua udah diterima kerja di Wishnutama Internasional Corporation." Jawab Alula
"What? WIC?" Nando dan Riki menganga.
__ADS_1
to be continued