Mantan Menyebalkan!

Mantan Menyebalkan!
Pindah


__ADS_3

Waktu menunjukkan pukul 06.45 WIB, dan Refal sudah menghubungi asisten pribadinya serta sekertarisnya untuk segera datang ke kantor Wishnutama Internasional Corporation.


Jangan tanya umpatan apa saja yang dilontarkan Shenina dan Vira usai mendengar perintah Refal melalui sambungan telepon yang tidak ingin dibantah sama sekali.


Shenina yang baru selesai mandi pun langsung bergegas bersiap kemudian memesan ojek online untuk membawanya sampai ke kantor yang bangunannya menjadi salah satu gedung pencakar langit di ibukota.


Gila saja,


Jam masuk kantor adalah jam 08.00 WIB, sedangkan jam 07.00 WIB, dirinya diharuskan sudah sampai kantor karena Refal akan mengadakan meeting mendadak dengan bagian produksi sehingga Shenina dan Vira harus menyiapkan semuanya dengan sempurna.


Menunggu ojek online yang tidak kunjung datang, Shenina semakin dibuat kesal karena Refal terus menghubunginya dan meminta Shenina untuk segera sampai kantor. Sungguh rasanya Shenina ingin koprol saja di depan Refal karena jarak tempat kost-nya dengan kantor juga cukup jauh karena Shenina belum juga pindah dari tempat tinggalnya itu.


...***...


"Siapa yang suruh kamu datang jam segini?" Tanya Refal dengan tatapan datar pada Shenina. Waktu sudah menunjukkan 07.40 WIB.


Direktur Produksi itu sudah menunggu Shenina sejak tadi di depan meja kerja Shenina yang masih kosong sembari mengawasi Vira yang sedang menyusun laporan yang akan menjadi bahan meeting nanti.


"Ma... maaf pak, tadi saya udah pesen ojol terus sudah menunggu lama, tapi mendadak di cancel sama tukang ojeknya karena ban motornya bocor. Jadi saya harus memesan ojol lain lagi dan menunggu lagi." Jawab Shenina dengan ekspresi penuh rasa bersalah.


Vira melirik Shenina tanpa berani berucap satu patah kata pun karena menyadari bos-nya pagi ini sedang mode senggol bacok. Mungkin kesambet Singa Singapore, makanya pagi-pagi bawaannya pengen menerkam orang.


"Butuh berapa menit kamu menunggu tukang ojol satu sampai dia meng-cancel orderan kamu hingga kamu memesan ojol yang kedua?" Tanya Refal dengan nada yang sangat dingin membuat otak Shenina tiba-tiba nge-hang, tidak bisa mencerna pertanyaan Refal dengan baik.


Shenina ingin bertanya maksud pertanyaan Refal itu, namun Vira sudah memberikan kode pada Shenina berupa kedipan mata agar Shenina tidak banyak tanya ataupun protes. Ya, setidaknya Vira lebih tahu bagaimana karakter Refal yang sekarang saat bekerja.


"Butuh berapa menit Shenina Anastasya?" Tanya Refal lagi yang sudah menaikkan satu oktaf.


"10 menit Pak!" Jawab Shenina asal.


"Jika 10 menit, kenapa kamu baru sampai ke kantor jam segini. Sedangkan Vira saja, jam 07.15 sudah ada disini."

__ADS_1


"Maaf pak, kan tempat tinggal saya jauh dari kantor, sedangkan mba Vira ada di komplek perumahan yang tidak jauh dari sini." Jawab Shenina sesuai dengan fakta.


"Siapa yang suruh kamu tinggal jauh dari kantor?"


Nah, pertanyaan macam apa ini? Suka suka dong mau tinggal dimana, emang masalah buat situ? toh jam masuk kantor kan jam 8 pagi.


Ingin sekali Shenina berteriak demikian di depan wajah Refal, namun tatapan Refal yang seperti singa siap menerkam mangsanya membuat nyali Shenina menciut seketika.


"Maaf pak." Hanya itu kata yang bisa keluar dari mulut Shenina. Bagaimana pun, melawan yang memiliki kekuasaan lebih tinggi itu akan sulit, Shenina sudah paham akan hal itu.


"Mulai besok, kamu harus pindah dari tempat tinggal kamu yang lama itu ke yang lebih dekat dari kantor. Saya tidak mau kejadian seperti ini terulang lagi."


"Tapi untuk pindahan kan butuh waktu pak, saya juga belum mencari kost yang nyaman di dekat kantor." Bantah Shenina yang tidak terima, enak banget asal nyuruh orang pindah.


"Saya tidak mau tahu!"


"Tapi jam kerja di kantor ini dimulai dari jam 8 pagi pak, dan saya tidak pernah sekalipun berangkat lebih dari jam 8. Jadi bapak tidak punya hak mengatur-atur saya dong." Shenina paling tidak suka saat ada orang yang berusaha menindas dirinya, oleh sebab itu.. dengan keberanian yang tidak seberapa, Shenina berusaha melindungi dirinya sendiri.


"Alula akan membantu kamu untuk mencari tempat tinggal baru yang nyaman dan dekat dengan kantor. Jika kamu menolak, silahkan mengundurkan diri dari kantor ini dan bayar pinalti." Ucap Refal dengan tegas membuat Shenina bahkan Vira ikut menganga.


"Sekarang kamu bantu Vira untuk menyiapkan semua yang dibutuhkan dalam meeting. Telat pukul 8, panggil penanggung jawab di bagian produksi yang bersangkutan dengan produk melempem yang beredar di pasaran kemarin. Dan kalian berdua temani saya meeting!" Ucap Refal panjang dan lebar sebelum masuk ke dalam ruang kerjanya.


"Dia kenapa sih? pagi-pagi udah nge-reog." Tanya Shenina pada Vira.


"Aku juga bingung, seumur hidup aku, baru kali ini lihat pak Refal se-absurd itu pagi-pagi..." Vira menghela nafasnya. Meskipun tadi Refal berbicara dengan Vira dengan kalimat yang normal, namun aura yang Refal pancarkan benar-benar suram.


"Apa mungkin dia lagi ada masalah sama Alula ya, terus ditambah kemarin ada masalah cukup serius di bagian produksi, makanya melampiaskannya ke kita." Kata Vira lagi.


"Entahlah mba..."


...***...

__ADS_1


Aura kepemimpinan dalam diri seorang Refaldy Bayutama benar-benar keluar ketika dihadapkan dengan sebuah permasalahan produksi dimana faktor Humam eror yang jadi penyebabnya.


Refal tidak marah, namun setiap kalimat yang keluar dari mulutnya ketika meeting sangatlah tegas dan tepat sehingga tidak ada yang berani membantah ataupun sekedar menyela, berbeda saat berbicara dengan Shenina tadi yang meledak-ledak seperti Merapi yang hendak menyemburkan larva panasnya.


"Shen, please... jangan terpesona lagi sama Pak Refal, dia sudah milik orang." Bisik Vira ditengah jalannya meeting karena Shenina kedapatan menatap Refal sebab penuh kekaguman.


"Aku lagi memperhatikan mba! bukan terpesona." Jawab Shenina dengan cara berbisik.


Bohong. Shenina sedang berusaha membohongi Vira dan dirinya sendiri yang sejujurnya terpesona dengan sikap Refal saat memimpin rapat.


Ah, Shenina rasanya ingin mengumpat pada dirinya sendiri yang tidak tahu diri karena masih mengangumi Refal yang sudah mencampakkan dirinya dulu.


"Saya tahu, masalah ini sebenarnya tidak besar, namun sangatlah fatal mengingat perusahaan kita ini adalah perusahaan besar. WIC foods sudah mengekspor banyak makanan ke berbagai negara sehingga masalah kecil ini bisa menjadi masalah besar jika ada pihak pihak kompetitor yang menggoreng isue sehingga konsumen mempertanyakan atau meragukan kualitas makanan yang diproduksi oleh perusahaan kita." Jelas Refal yang diangguki semuanya termasuk Shenina yang berusaha menarik kewarasannya kembali dari mengagumi Refaldy.


"Meeting kali ini saya tutup, saya tunggu laporan kalian besok mengenai punishment pihak-pihak yang bersangkutan." Kata Refal membuat semua orang bernafas lega.


Shenina pun segera membuka layar ponselnya karena dia teringat pesan Argha yang belum sempat ia balas kemarin.


Namun belum juga membuka kembali pesan dari Argha, fokus Shenina tertuju pada nama Alula yang juga mengirimkan pesan padanya setelah pertemuan terakhir mereka di WIC waktu itu.


💌 Alula


"Shenina, mulai nanti malam kamu tinggal di apartemen aku ya biar kamu gak telat lagi. Aku kena semprot mas Refal karena kamu telat sedangkan aku yang merekomendasikan kamu kerja sama dia.


kamu tenang saja Shen, apartemen aku itu gak pernah aku pakai kok, jadi kamu bebas pakai daripada nganggur. Ingat aku gak menerima penolakan ya! Karena sebenarnya aku dari kemarin khawatir kalau kamu naik ojol ke kantor kan kost kamu jauh, jadi ini adalah solusi terbaik. Nanti akan ada orang yang kasih card apartemennya ke kamu. Miss you sahabat aku, Shenina...."


Pindah ke apartemen? sungguh tidak pernah terbesit di benak Shenina untuk tinggal di apartemen.


to be continued


Kira kira dimana Shenina tinggal? 🤭

__ADS_1


like dan komen yang banyak dulu dong buat lanjut hehehe..


makasih kakak kakak...


__ADS_2