
Untuk ketiga kalinya, Refal merasakan titik terendah dalam hidupnya. Dan sama seperti sebelum-sebelumnya, lelaki itu hanya diam termenung dengan pikiran entah kemana.
Bajunya yang tadi basah karena terkena air hujan pun sudah mulai terlihat kering. Terkesan lebay memang, tapi Refal akan selemah dan serapuh ini jika menyangkut Shenina.
Dan Gerald yang melihat Refal seperti orang bodoh untuk ketiga kalinya ini, hanya bisa menghela nafasnya dengan kasar.
Mungkin karena perpisahan kedua orang tuanya, dan masa kecil Refal yang jauh dari kata bahagia bersama nenek kakeknya di Jogja membentuk Refal menjadi seperti ini. Semacam ada trauma tersendiri mengenai perpisahan ditambah dengan tekanan dari Indra Aditama.
"Elu ganti baju Fal, itu udah gue siapkan baju buat elu." Ujar Gerald menatap saudara, sahabat sekaligus calon kakak iparnya itu dengan sendu karena pasti Alula akan ikutan sedih jika kakaknya seperti ini.
Ya, Refal tidak jadi pulang ke apartemennya sendiri, dia memilih untuk datang ke apartemen Gerald agar Gerald menemaninya minum.
"Kenapa elu jadi laki-laki bisa selemah ini sih Fal?" Kesal Gerald.
"Kalau elu emang cinta sama Shenina, harusnya elu maju Refaldy. Masak elu kalah sama bapak elu yang dulu selingkuh sama Tante Sukma, sedangkan elu menaklukkan satu wanita aja gak sanggup?"
"Kalau dia bahagia dengan dokter itu, lantas gue bisa apa Ger?" Ucap Refal sambil menghela nafasnya panjang.
Senyum Shenina, tawa Shenina, perlakuan dokter Argha pada Shenina membuat wajah Shenina memancarkan kebahagiaan. Berbeda saat Shenina berhadapan dengannya.
Refal ingin Shenina bahagia, tapi Refal tidak sanggup jika melihat Shenina bahagia tanpa dirinya. Cinta memang se-egois itu.
"Perjuangin Fal... perjuangin cinta Elu sampai titik darah penghabisan. Kalau baru segini aja elu udah menyerah, lalu gimana Shenina percaya dengan perasaan elu? Ha?" Tanya Gerald.
"Rugi dong Tuhan udah menciptakan elu jadi lelaki tampan dan kaya raya jika elu menaklukkan satu wanita saja engga bisa. nanti kalau Tuhan meminta pertanggungjawaban atas ketampanan elu itu, elu mau bilang apa?" Lanjut Gerald.
Coba jika tidak sedang kondisi galau, Refal akan jadi orang pertama yang mencibir Gerald karena membawa-bawa nama Tuhan.
"Berat Ger."
"Ya, dari awal gue kan udah bilang... perjuangan elu bakal berat. Berat bukan berarti gagal ya. Tapi kalau elu gak menyerah, gue yakin elu akan menemukan kebahagiaan yang worth it. Ini elu baru meluluhkan Shenina loh Fal, belum masalah om Indra jika tahu ternyata Shenina yang membuat elu benar-benar tidak peduli dengan Naura waktu kalian masih bertunangan dulu."
"Fal ingat... ada dia yang juga......"
"Berhenti berbicara omong kosong Ger! Gue gak mau dengar nama itu lagi dan apapun yang berhubungan dengan wanita itu." Tegas Refal karena tahu kemana arah pembicaraan Gerald.
__ADS_1
"Kalau elu emang gak mau denger itu, perjuangkan Shenina. Sebelum janur kuning melengkung, sah sah aja elu merebutnya. Kalau memang susah untuk menaklukkan Shenina, maka tidak ada pilihan lain, hamili dia."
"bangggke! otak elu isinya selang kang an doang! Awas aja kalau elu berani gituin Alula sebelum sah, gue bantai elu." Umpat Refal pada Gerald mengingat Indra yang tidak merestui hubungan Alula dan Gerald.
Gerald hanya tertawa, lelaki playboy yang terkenal sebagai mantan Cassanova itu udah taubat karena takluk dengan senyuman Alula.
Meskipun terkenal brenggsek, tapi Gerald tidak lebih dari ciuman bersama Alula.
...***...
Menikah?
Sejujurnya hal itu belum ada dalam rencana hidup seorang Shenina untuk menikah dalam waktu dekat ini. Apalagi menikah dengan lelaki yang tidak pernah ia bayangkan sebelumnya dan pernikahan yang bukan di landasi dengan cinta.
Argha Hadikusuma, lelaki baik hati yang sudah Shenina anggap seperti kakaknya sendiri selama hampir empat tahun ini. Argha juga tempat Shenina berkeluh-kesah, hanya beberapa bulan lalu saat Shenina dan Argha sempat putus kontak sewaktu ponsel Argha hilang di luar negeri.
Bukankah lucu jika tiba-tiba dirinya dan Argha menikah? Yang biasanya menjadi adik dan kakak mendadak jadi sepasang suami istri? Shenina benar-benar tidak dapat membayangkan kehidupannya nanti jika ia menikah dengan Argha.
Tidak Shenina tidak bisa menikah dengan Argha.
Lelaki paruh baya itu sejak dulu mengharapkan Shenina menjadi menantunya karena Andre dan istrinya sangat suka dengan kepribadian Shenina.
Shenina mendadak bimbing. Gadis berlesung pipi itu harus memikirkannya dengan matang selama seminggu ini karena itulah waktu yang diminta Argha untuk Shenina memberikan jawaban.
Ya, meskipun Argha tadi terus meyakinkan Shenina bahwa semuanya akan berjalan baik-baik saja dan tidak akan membutuhkan waktu lama untuk saling mengerti satu sama lain sebagai suami istri, tetap saja Shenina ragu.
Shenina yakin, namanya pernikahan tidak ada yang berjalan mulus-mulus saja. Pasti akan ada ujiannya tersendiri. Apalagi pernikahan tanpa cinta. Yang sudah merencanakan pernikahan karena saling mencintai aja, tiba-tiba kandas ditengah jalan kan?
CK!
Shenina mendadak mengingat Refal. Gadis yang sudah mengenakan baju tidur lengan pendek dipadukan dengan celana pendek senada itu pun melirik apartemen Refal yang masih gelap.
"Kemana perginya dia?" Gumam Shenina yang saat ini sedang duduk di tepi kolam renang usai diantarkan Argha pulang.
"Ah, mungkin bertemu Alula atau hang out sama teman-temannya." Gumam Shenina lagi.
__ADS_1
Tapi, sekelebat tatapan Refal yang sendu dan putus asa pada Shenina sewaktu di parkiran mobil sore tadi membuat dada Shenina terasa sesak.
Benarkah Refal masih mencintainya?
"Nggak! nggak! nggak boleh... elu gak boleh gampang baper Shenina! ingat Alula! astaga." Shenina memukul-mukul kepalanya sendiri.
Tiba-tiba ponsel Shenina menyala,
"Refal?" Kata Shenina melihat nama atasannya ada di Pop up.
Shenina yang penasaran dengan keberadaan Refal itu pun langsung membuka pesan dari sang mantan sekaligus atasannya saat ini.
✉️ Pak Refal
"Shenina, ini gue Gerald (Direktur Keuangan WIC). Shenina, Refal saat ini sedang mabuk parah. Dia panggil panggil nama elu terus sejak tadi, makanya gue hubungi elu. Tolong elu jemput Refal ya, gue gak bisa antar Refal balik karena gue masih ada urusan yang tidak bisa gue tinggalkan. elu kan juga asisten pribadinya Refal, jadi ini emang tugas elu sih."
Deg!
Refal mabuk? Seorang Refaldy yang dulu sangat Shenina kenal kini mabuk? Apa Refal mabuk karena dirinya yang tadi bersama Argha?
"Nggak... nggak! nggak usah berpikir terlalu jauh Shenina... sudah! elu mikir tentang ajakan nikah bang Argha aja! Lupakan Refal!" Kata Shenina pada dirinya sendiri.
"Oke, elu asisten Refal, dan ini tugas elu jemput dia. gak usah khawatir sama dia, dia udah gede udah punya otak, kalau mabuk ya salahnya sendiri. Jemput dia dengan niat profesional kerja." Lanjut Shenina.
^^^📨 Pak Refal^^^
^^^"Pak Gerald, bisa minta kirimkan alamatnya?"^^^
📨 Pak Refal
"Apartemen Dharmawangsa lantai 15 no 1504"
to be continued
TINGGALKAN JEJAK YUK 🥰
__ADS_1