Mantan Menyebalkan!

Mantan Menyebalkan!
Kamu Disini?


__ADS_3

Tadi pagi, bab 51 aku tambahin soalnya terlalu sedikit... yang belum baca, bisa baca ulang 🤭


happy reading ya ☺️


Gerald pergi begitu saja dari hadapan Shenina membuat Shenina menghela nafasnya kasar. Bibir Shenina pun kembali mengumpat karena lagi dan lagi dia harus berurusan dengan Refal.


Refal yang sedang sakit lah...


Refal yang sedang mode menyebalkan lah...


Dan sekarang, Refal yang sedang mabuk...


"Kamu yang buat Refal patah hati, jadi kamu yang harus bertanggung jawab nona Shenina Anastasya!" itulah kalimat terakhir yang diucapkan Gerald sebelum pergi.


"Argh menyebalkan!!" Umpat Shenina sambil menghela nafasnya kasar dan duduk di sofa panjang yang ada di ruang tengah Apartemen Gerald.


"Gue gak bisa kayak begini terus, gue harus cari cara untuk menjauh dari Refal demi kebaikan bersama. Kebaikan gue sendiri dan kebaikan Alula." Ucap Shenina yang mencoba menepis empatinya pada perasaan Refal yang kini telah patah hati olehnya.


"Menerima lamaran bang Argha sepertinya bukan pilihan yang buruk. Dengan bang Argha, setidaknya kita bisa sama-sama belajar saling mencintai toh kita sudah sama-sama tahu satu dan lainnya." Gumam Shenina tampak berpikir.


Shenina jadi teringat ucapan Argha beberapa jam lalu dimana lelaki yang berprofesi sebagai dokter itu siap membayar pinalti atas Shenina agar Shenina bisa keluar dari WIC dan jauh dari Refal setelah Shenina memutuskan mau menikah dengannya nanti.


Hal itu, Argha lakukan semata-mata hanya ingin melihat Shenina hidup dengan tenang tanpa gangguan mantan. Karena Argha sangat menyayangi Shenina, meskipun rasa sayangnya kini masih rasa sayang seorang kakak pada adiknya, belum bisa naik level menjadi sayang kepada seorang wanita.


"Nyebelin banget sumpah!! Arggggh! Refaldy!" Kata Shenina yang langsung meminum jus strawberry dingin dalam botol kaca yang tersedia diatas meja.


Emosi ternyata mampu membuat dehidrasi~


Satu botol kaca kecil jus itupun tandas oleh Shenina. Ada beberapa botol jus strawberry disana, tidak masalah kan Shenina menghabiskan satu botol saja. Toh tadi Gerald sudah bilang, boleh makan dan minum apa saja yang ada disini dan bebas melakukan apa saja.


Shenina hanya berdiam diri nampak menimbang-nimbang tawaran Argha untuk menikah. Dengan Argha, jelas Shenina tidak perlu lagi memikirkan pusingnya mencari uang.


Bukan matre, Shenina hanya berpikir realitas sebagai seorang gadis. Toh sejak kecil Shenina tidak pernah merasa bahagia dan dia sudah dipaksa untuk membantu orang tua angkatnya bekerja dari kecil sebelum dirinya dikirim ke panti asuhan.


Setelah tinggal di panti asuhan dan duduk di bangku kuliah, Shenina bekerja sebagai pelayan cafe. Hingga Shenina dapat menyelesaikan pendidikannya dan mendapatkan gelar sarjana, barulah Shenina bisa melamar pekerjaan di kantor dengan gaji yang cukup.

__ADS_1


"Eh, kok mendadak suasana menjadi gerah ya?" Gumam Shenina mengibas-ibaskan tangannya ke arah lehernya.


"Kayaknya tadi suhu disini dingin deh pas gue pertama masuk." Kata Shenina lagi membuat seseorang yang sedang memantau Shenina dari dalam kamar tamu apartemen Gerald dengan CCTV. Seseorang itu pun tersenyum penuh kemenangan kemudian mengirimkan pesan pada Refal.


✉️ Mas Refaldy


"Mas, sepertinya obatnya sudah bereaksi... tunggu 3 menit lagi kamu lakukan langkah berikut."


"Sorry Shenina... gue emang menjebak elu, tapi ini demi kebahagiaan elu dan mas Refal, gue yakin.. mas Refal akan buat elu bahagia Shen, karena dia sangat mencintai elu. Sangat! bahkan saking cintanya sama elu, dia kadang bertindak bodoh." Gumam seseorang yang ada di kamar tamu itu yang ternyata adalah Alula yang baru datang dari Singapore langsung menuju apartemen Gerald sebab Gerald memberi kabar jika Refal sedang galau.


...*...


"Tuhan, maafin gue kalau gue melakukan ini... gue gak tahu lagi harus bagaimana buat mendapatkan Shenina..." Ucap Refal yang kemudian membanting guci di kamar Gerald sambil memejamkan mata.


Guci itu baru Gerald beli tadi di toko perabot yang tidak jauh dari apartemen setelah rencana menjebak Shenina tersusun dengan sempurna.


PYAR!


Suara pecahan guci dari dalam sebuah kamar yang tidak tertutup rapat membuat Shenina yang kegerahan itu terperanjat.


"Shen... Shenina... aku cinta sama kamu Shenina." Teriak Refal dari dalam kamar Gerald.


Sedangkan Shenina....


"Refal?"


"Suara apa itu?"


" Apa jangan-jangan...." Shenina langsung berlari ke kamar yang menjadi sumber suara benda pecah tadi karena Shenina teringat ucapan Gerald jika Refal mencoba untuk bunuh diri.


CK! Shenina gak mau ya terseret dalam masalah besar gara-gara Refal bunuh diri akibat patah hati dengannya. Gak! Shenina gak mau itu terjadi. Hidup Shenina sudah berat, pasti nanti keluarga Refal tidak akan tinggal diam jika dia menjadi alasan kematian Refal.


Brak!


Shenina mendorong pintu kamar Gerald dengan kencang. Pecahan beling dari guci seharga ratusan ribu itupun tersebar di dekat kaca jendela yang tertutup gorden.

__ADS_1


Nampak Refal yang tengah duduk di lantai dengan sorot mata sendu.


"Kenapa Shen? Kenapa kamu gak mau kasih kesempatan aku? aku cinta sama kamu Shenina? kenapa kamu justru pergi dengan dia?" Gumam Refal pelan dengan jarak yang sedikit jauh dari Refal tapi masih terdengar sangat jelas di telinga Shenina.


"Aku tahu, kesalahan aku dimasa lalu emang sangat besar Shenina... tapi, kenapa kamu tidak mau memberikan aku waktu untuk membuktikan bahwa aku akan memperbaiki semuanya?" Kata Refal lagi.


"Fal.." Panggil shenina dengan mata yang juga berkaca-kaca.


Melihat betapa kacaunya Refal saat ini, membuat Shenina merasa sedih.Ya, mau seberapa keras Shenina menyangkal hatinya bahwa ia sudah tidak peduli dan sayang lagi sama Refal, nyatanya tidak bisa.


bahkan Shenina sedikit melupakan rasa tidak nyaman dalam dirinya juga rasa sedikit kantuk.


"Refal, kenapa elu seperti ini?" Tanya Shenina yang mulai melangkah mendekati Refal.


"Shenina.." Refal menengok kemudian tersenyum.


"Kamu disini Shen?" Refal benar-benar nampak berbinar melihat kehadiran Shenina. Refal pun bangkit dari duduknya.


"Kamu benar-benar Shenina?" Tanya Refal yang sudah berdiri dihadapan Shenina dengan jarak yang sangat dekat. Hembusan nafas Refal bahkan terasa di kulit wajah Shenina membuat tubuh Shenina meremang seketika.


Shenina mencoba mempertahankan kewarasannya. Apalagi melihat Refal yang bertelanjang dada menampilkan perutnya yang berotot dan hanya mengenakan bokser pendek saja membuat Shenina semakin merasa kegerahan.


"Gue kenapa sih?" Batin Shenina.


"Ya, aku Shenina Fal. Kenapa kamu seperti ini Fal?" Tanya Shenina.


Bukannya menjawab, Refal dengan cepat membungkam bibir Shenina menggunakan bibirnya kemudian menjatuhkan tubuh keduanya diatas ranjang berukuran king size milik Gerald.


Mendapat serangan dadakan dari Refal, Shenina pun menegang. Hatinya ingin menolak, tapi ternyata tubuhnya berdusta karena justru sebuah dessahan keluar dari bibir Shenina saat perut gadis itu diusap lembut oleh Refal.


to be continued


Apa yang akan terjadi selanjutnya?


banyakin komentar dulu ya..

__ADS_1


mohon maaf kemarin lama gak update.. ini mau mencoba merutinkan update lagi.


makasih ya dukungannya 🤍


__ADS_2