Mantan Menyebalkan!

Mantan Menyebalkan!
Hari Pertama Kerja


__ADS_3

Happy reading kakak kakak 🥰


"Astaga... mata gue susah banget buat melek... ngantuk banget..." Gumam Shenina menatap matanya yang kurang tidur pada pantulan cermin berukuran 50x150 cm yang berdiri tegak di sudut kamar kostnya.


Kamar kost yang berukuran kecil namun semuanya tertata rapi menjadi tempat tinggal yang nyaman untuk Shenina selama lebih dari dua tahun belakangan ini. Ah mengingat kamar kost-nya ini, rasanya Shenina sangat sedih jika harus pindah, tapi jika tidak pindah... jarak tempat tinggalnya dengan kantor WIC cukup jauh.


"Duh, kenapa jadi mikirin kamar kost sih, gue gak bisa tidur semalaman kan gara-gara mikirin Alula yang dari kemarin gak bisa dihubungi... kemana sih itu bocah.


Awas aja kalau dia punya hubungan spesial dengan lelaki tua apalagi istri orang." Lanjut Shenina yang semalam memang tidak bisa tidur memikirkan Alula yang kata Pak Lukman memiliki hubungan spesial dengan Direktur Produksi di Wishnutama Internasional Corporation.


Di otak Shenina, yang namanya Direktur kan umurnya udah 40+ dan pasti sudah punya istri. Parahnya lagi kebanyakan lelaki berduit seperti itu pasti mata keranjang dan punya banyak selingkuhan gadis gadis muda.


"Nggak.. nggak boleh Alula memiliki hubungan dengan suami orang, gue gak mau sahabat gue kena masalah... kalau Direkturnya tampan duda, gue akan dukung Alula 1000 persen. Asal bukan suami orang." Kata Shenina yang tidak rela jika Alula mendapatkan masalah nantinya.


Melihat jam merk Alexander Christie dengan harga satu jutaan yang sudah melingkar di tangannya yang menunjukkan pukul 06.15, Shenina bergegas mengambil tas dan ponselnya untuk mengecek sudah sampai mana taksi online yang ia pesan itu.


Ini hari pertama kerja, tentu dirinya tidak ingin telat karena hal itu akan membuat citra dirinya sangat buruk di hadapan bos barunya ataupun rekan kerjanya. Dan untuk menjaga penampilannya, tentu Shenina enggan menaiki ojek meskipun lebih efisien dari biaya dan waktu.


Dan dapat bekerja di Wishnutama Internasional Corporation merupakan kebanggaan tersendiri untuk Shenina meskipun statusnya masih karyawan kontrak. Shenina bertekad untuk bekerja dengan baik dan maksimal agar suatu hari nanti dia diangkat jadi karyawan tetap di kantor pusat WIC.


...***...


Jakarta,


Pada tahun 2020 saja, penduduk ibu kota Indonesia itu tercatat lebih dari 10juta jiwa. Apalagi ini sudah 2022, tentu jumlah penduduk Jakarta akan meningkat karena selain penduduk lokal, banyak sekali perantauan dari seluruh wilayah Indonesia yang datang ke Jakarta untuk mengadu nasib.


So, kemacetan Jakarta tidak perlu dipertanyakan lagi terlebih pada pagi hari dan sore hari kerja seperti sekarang ini. Karena selain pekerja yang berangkat ataupun pulang kerja, anak-anak sekolah juga memadati jalanan untuk menimba ilmu di sekolahan.


Beruntung, meskipun macet dibeberapa persimpangan jalan, Shenina sudah sampai kantor pusat Wishnutama Internasional Corporation pukul 07.30 sedangkan jam kerja di mulai itu pukul 08.00.


Shenina segera mengirimkan pesan pada Bu Mira, orang HRD yang kemarin mewawancarai dirinya. Sebelumnya, Shenina memang sudah bertukar nomor dengan Bu Mira karena Bu Mira yang harus dia temui pertama kali pada hari pertamanya masuk kerja.

__ADS_1


Ternyata, Bu Mira masih berada di jalan dan Shenina diminta menunggu di Lobby kantor sekitar 15 menit. Lumayan 15 menit Shenina bisa memejamkan matanya sejenak karena rasa kantuk masih menyerang meskipun nervous lebih mendominasi.


Namun, tidak sampai 15 menit, Bu Mira sudah datang. Wanita berpakaian formal dengan rambut sebahu itu menyapa Shenina dengan ramah kemudian mengajak Shenina langsung ke ruang HRD untuk memberitahu apa saja peraturan perusahaan yang tidak boleh Shenina langgar jika Shenina ingin masa kontraknya diperpanjang atau dirinya diangkat menjadi karyawan tetap suatu hari nanti.


Shenina benar-benar menahan kantuknya kala mendengarkan satu persatu penjelasan dari Bu Mira. Shenina juga merutuki dirinya sendiri yang tidak bisa tidur semalam gara-gara memikirkan Alula. Ah, Shenina benar-benar harus menjaga images nya di hari pertama dia kerja.


"Bagaimana Shenina, ada yang mau kamu tanyakan dengan peraturan di Wishnutama Internasional Corporation?" Tanya Bu Mira.


"Tidak Bu, sampai sejauh ini saya cukup paham... saya akan berusaha memberikan yang terbaik untuk perusahaan ini." Kata Shenina dengan percaya diri membuat Bu Mira tersenyum.


Memang, peraturan di Wishnutama lebih ketat daripada di Adijaya, tempat Shenina kerja sebelumnya. Namun bagi Shenina tidak masalah, semuanya masih batas normal.


"Memang seharusnya seperti itu, karena kamu adalah orang pilihan Shenina.. melamar kerja tanpa pesaing satupun. Kalau kamu tidak mengenal kekasih direktur produksi, tidak mungkin kamu diterima dengan mudah disini." Batin Bu Mira.


"Saya sangat senang mendengar semangat kamu Shenina.. Kontrak kerja yang kamu tanda tangani kemarin itu berlaku selama satu tahun. Jadi kalau pekerjaan kamu memuaskan selama satu tahun ke depan, kamu akan langsung diangkat menjadi karyawan tetap. Tapi sebelum setahun jika kamu mengundurkan diri, tentu ada pinalti yang harus kamu bayar, kamu pasti sudah sangat paham tentang perjanjian kontrak kerja kan Shenina?"


"Saya mengerti Bu..."


"Siap Bu."


"Oh ya Bu Mira, maaf... ehmm..."


"Kenapa Shenina?" Bu Mira mengernyit melihat wajah Shenina nampak ragu.


"Katakan saja Shenina, apa ada yang belum kamu pahami?" Tanya Bu Mira sekali lagi.


"Tidak Bu... tidak,, saya hanya mau bertanya, bagaimana dengan atasan saya nanti yang menjadi direktur produksi. Ehm maksud saya, apakah ada hal hal tertentu yang tidak beliau sukai atau bagaimana?" Tanya Shenina yang sepertinya cemas kalau direktur produksi adalah orang yang genit dan sebagainya.


Bu Mira tersenyum seolah mengetahui keresahan Shenina.


"Memangnya kekasih Pak Refal tidak cerita sama kamu bagaimana kekasihnya?"

__ADS_1


"Ke... kekasih pak Re... fal?"


Deg!


"Re... Fal..."


"Nggak.. nggak mungkin, gak mungkin orang yang dimaksud oleh Bu Mira adalah Refal orang yang gue kenal. Lagian nama itu pasaran banget... nggak nggak mungkin .." Batin Shenina.


"Shenina..."


"Ah iya Bu Mira." Shenina kaget mendengar panggilan dari Bu Mira.


"Kalau mba Alula belum kasih tahu kamu tentang pak Refal.. baiklah saya kasih tahu kamu ya... jadi intinya, selama bekerja disini, Pak Refal orangnya itu profesional dan tegas. Dia tidak suka ada orang tidak mematuhi perintahnya dan beliau juga terkesan dingin. Tapi kamu tenang aja, beliau orangnya baik kok."


Shenina hanya diam saja mencerna semua yang terjadi.


"Oh ya... Sekarang udah jam delapan lewat lima belas menit, Pak Refal pasti sudah datang. Ayo saya antar ke ruangan Pak Refal agar kamu bisa langsung bekerja hari ini." Ajak Bu Mira membuat Shenina langsung beranjak dari duduknya.


Mendengar nama itu disebut Bu Mira, rasa sesak di hati Shenina akibat luka yang ditorehkan lelaki bernama Refal itu, rasanya kembali hadir meskipun sudah bertahun-tahun lamanya.


Ya, setiap langkah dari ruangan Bu Mira menuju lantai 20 tempat direktur dan petinggi perusahaan lainnya berada, Shenina terus meyakinkan dirinya bahwa atasannya yang bernama Refal itu bukanlah Refaldy Bayutama, mantan kekasihnya sesama kuliah.


Ya, jelas bukan...


Karena Shenina yakin, lelaki itu sudah menikahi tunangannya~


to be continued


Heii kakak kakak..


please tinggalkan jejak dan like ya...

__ADS_1


thanks 😘


__ADS_2