
Ekspektasi Shenina dihari pertamanya bekerja adalah bertemu orang-orang baru dan bos baru yang menyenangkan. Shenina pun berjanji pada dirinya sendiri akan belajar terbuka dan menjadi pribadi yang asyik untuk orang lain di tempat barunya bekerja.
Tapi
Realita sering tidak sesuai ekspektasi karena kenyataannya Shenina bertemu orang yang paling ia hindari di muka bumi ini selama bertahun-tahun lamanya.
Refaldy Bayutama, lelaki yang empat tahunan lalu adalah pribadi yang lembut, sabar, baik hati kini menjelma menjadi pribadi yang menyebalkan dan arogan juga kasar.
Parahnya lagi, lelaki itu kini menjabat sebagai bosnya dengan kontrak kerja yang sangat menyulitkan Shenina.
Gara-gara bertemu Refal, Shenina menganggap Perusahaan Wishnutama itu bagaikan neraka batin untuknya. Padahal selain Refal orang-orang disana juga sangat baik dan menyenangkan terutama Vira, Sekertaris si Refal menyebalkan itu.
Selain wajah Refal yang menyebalkan dan ucapan Refal yang terkesan kasar, Refal juga memberikan tugas tugas yang gak jelas pada Shenina.
Pertama, Shenina diminta belajar membuat kopi dengan seorang petugas pantry yang tahu selera takaran kopi Refal.
Kedua, Shenina diminta untuk mengambil jas yang ada di laundry tidak jauh dari kantor. Setelah jas yang akan di gunakan Refal meeting pukul 1 siang itu sampai di ruangan, Refal meminta Shenina untuk menyetrika ulang karena menganggap jas itu agak lecek sebab Shenina membawanya tidak hati-hati.
Padahal jas itu juga masih licin.
Ketiga, Shenina diminta Refal untuk mengupaskan kacang pistachio agar Refal yang sedang mengoreksi beberapa file bisa nyaman memakannya karena kacang tersebut terkenal dengan kulitnya yang lumayan keras.
Dan masih banyak pekerjaan - pekerjaan lainnya yang membuat otak Shenina mendidih.
"Baru satu hari aja udah begini... bagaimana satu tahun?" Gumam shenina yang mengacak-acak rambutnya sendiri saking frustasinya.
Saat ini, waktu menunjukkan pukul 7 malam, baru satu jam lalu Shenina sampai di kamar sewanya setelah menerjang macet parah di beberapa titik karena jam pulang kerja kantor.
Sesampainya di kamar sewa, Shenina segera membersihkan dirinya karena merasa gerah dan kini, gadis manis berlesung pipi itu sedang menikmati rebahan di atas kasurnya dengan otak yang mendidih karena sosok Refaldy.
Saking frustasinya Shenina yang membayangkan kerja bersama Refaldy selama setahun, Shenina sampai tidak nafsuu untuk makan malam meskipun perutnya terasa lapar.
__ADS_1
"Tuhan, please... bangunkan gue dari mimpi buruk ini... gue gak mau Tuhan, terus berada di dekat dia." Ucap Shenina lirih dibarengi dengan air mata yang mengalir secara tiba-tiba mengingat bagaimana dulu menyakitkannya Refaldy memutus hubungan percintaan mereka.
⏰ FLASHBACK ON
Siang itu, Mahasiswa semester akhir sedang melakukan sidang skripsi sebelum mendapatkan gelar sebagai sarjana. Salah satu mahasiswa yang tengah memaparkan hasil karya tulisnya itu adalah Refaldy Bayutama, lelaki yang terkenal dengan ketampanan dan kecerdasannya.
Keluar dari ruang sidang yang sungguh sangat menegangkan karena dirinya harus berhadapan langsung dengan beberapa dosen kemudian siap memaparkan hasil penelitian dan tulisannya kemudian menjawab segala pertanyaan dosen, wajar keluar dari ruangan itu wajah Refal nampak kusut.
Ucapan selamat dari para teman-teman menyambut Refal dengan riang. Namun Refal menjawab hanya sekilas saja. Seperti biasa, datar. Keramahan Refal hanya berlaku untuk Shenina seorang.
"Fal, congratulation yaa...." Sapa seorang gadis dengan nada bicara yang teramat lembut pada Refal sembari menyodorkan buket bunga mawar merah dan putih.
Refaldy terdiam.
"Fal, terima doang bunga dari aku..." Ucap gadis itu. Refal masih tidak merespon karena nampak berpikir.
"Heii Refaldy Bayutama, congratulation sayang!" Suara gadis lainnya yang mengisi hari hari Refal selama dua tahun belakangan ini muncul dari belakang membuat Refal membalikkan badannya.
Tangan Refal mendadak mengepal menatap Shenina yang tengah tersenyum padanya. Tatapan mata Refal begitu tajam dan mengerikan, sulit untuk ditebak tentang apa yang sedang lelaki itu pikirkan.
"Sayang... congratulation!" Ucap Shenina yang sudah berdiri tepat di hadapan Refal sambil menyodorkan bunga yang sama. Sepertinya Shenina belum sadar disana ada gadis lain yang bunganya juga belum diterima oleh Refal.
Para sahabat Refal yang ada disana juga teman-teman satu angkatan Refal yang lain mendadak langsung terdiam. Suasana yang semula ramai dan heboh menjadi hening. Sangat hening karena semua tahu, sebelum Shenina sudah ada gadis yang memberikan perhatian lebih pada Refal. Sedangkan Refal, adalah kekasih Shenina.
"Sayang...." Panggil Shenina lagi karena tidak kunjung mendapatkan jawaban dari sang kekasih.
"Kok bunga dari aku gak diterima sih?" Tanya Shenina lagi sambil menyodorkan bunganya.
Dengan kasar, Refal mengambil bunga dari tangan Shenina kemudian melemparkannya pada tong sampah yang tidak jauh dari tempat mereka berdiri.
Hal itu sontak membuat semuanya terkejut, terutama Shenina... padahal semua orang tahu, Refaldy Bayutama yang dingin, tegas dan irit bicara menjadi pribadi yang hangat lembut dan banyak senyum dengan Shenina.
__ADS_1
"Sayang?" Shenina menatap Refal dengan mata berkaca-kaca menuntut penjelasan.
"Saya mau, mulai detik ini kita PUTUS!" Ucap Refal dengan sangat lantang hingga menarik perhatian mahasiswa yang cukup jauh dari sana.
"Ma.. maksud ka.. kamu apa?" Tanya Shenina dengan jantung yang berdegup sangat kencang.
"Saya mau putus sama kamu karena saya sudah menemukan cewek yang lebih baik dari kamu, dan setelah saya wisuda nanti... saya akan menikahinya." Kata Refal kemudian menengok ke belakang dimana gadis yang pertama menyodorkan bunga untuknya itu berdiri.
Shenina tersenyum tipis, dia yakin ini adalah mimpi... iya, Shenina yakin ini hanyalah mimpi buruknya~
"Kenalkan, dia Raya. Calon istri saya." Kata Refal yang langsung memperkenalkan gadis bernama Raya itu pada Shenina di depan semua orang. Iya pada Shenina, gadis yang beberapa detik lalu baru Refal putuskan secara sepihak.
"A... apa maksud kamu?" Sungguh, Shenina tidak dapat menahan lagi laju air matanya karena ini sungguh sangat menyakitkan dan melukai hatinya.
"Maksud saya sudah jelas! saya mau kita putus karena saya akan menikahi Raya setelah saya wisuda nanti. Saya sudah menemukan wanita yang lebih baik dari kamu dari segi bibir bebet bobotnya. Dan untuk kedepannya, anggap saja kita tidak pernah saling mengenal." Ucap Refal.
Tanpa berkata apapun, Shenina langsung pergi dari sana dengan air mata yang berderai. Bibit bebet dan bobot?
Tanpa perlu di perjelas lagi jelas Shenina kalah, karena Shenina sendiri tidak tahu siapa orang tuanya~
Tapi ..
Bukankah Refal sudah tahu latar belakangnya sejak awal menjalin hubungan karena Shenina memilih jujur pada Refal dan Refal bilang tidak masalah?
Lalu, kenapa sekarang Refal seperti ini? Bahkan tega mempermalukan dan melukai harga dirinya di depan teman-teman Refaldy yang semua mengenal Shenina karena hubungan Shenina dengan Refal.
Sejak saat itu, Shenina kembali menjadi pribadi yang introvert~
⏰ FLASHBACK OFF
to be continued
__ADS_1