Mantan Menyebalkan!

Mantan Menyebalkan!
Drama Vira


__ADS_3

Sejak keluar dari ruangan Direktur produksi, Shenina menjadi pribadi yang sangat pendiam bahkan tatapan matanya sangat sendu.


Vira yang melihat Shenina bersikap seperti itu menjadi penasaran sekaligus kasihan. Ingin bertanya langsung pada Shenina, tapi rasanya bukan waktu yang tepat. Terlebih Shenina bukan tipikal gadis yang gampang terbuka dengan orang, Vira sudah sedikit banyak memahami karakter Shenina.


Daripada bertanya pada Shenina, Vira justru lebih berani bertanya pada Refal, atasan mereka langsung. Dan disinilah Vira sekarang, diruangan Direktur produksi dan duduk berhadapan dengan Refaldy setelah menyerahkan beberapa berkas yang perlu Refal periksa.


"Mohon maaf jika saya lancang pak, saya tidak bermaksud kepo, tapi saya ingin tahu tentang apa yang terjadi dengan Shenina, karena semenjak keluar dari ruangan anda, partner kerja saya itu terlihat murung." Ucap Vira dengan hati-hati.


"Tidak bermaksud kepo tapi rasa ingin tahu kamu adalah sebuah kekepoan Vira." Ucap Refal sambil berdecak kecil dan geleng-geleng.


"Saya bukan bermaksud kepo pak, tapi saya ingin tahu apa yang terjadi pada Shenina, sebab saya tidak nyaman bekerja dengan Shenina yang jadi pendiam seperti itu. Gak asik diajak ngobrol."


"Ingin tahu sama dengan kepo, Vira. Lagian kamu digaji untuk bekerja, bukan ngobrol dengan Shenina, Savira." Jawab Refal lagi sambil menghela nafasnya.


Vira kemudian memberikan senyumannya pada sang boss, senyuman tanpa dosa.


"Pasti ini ada hubungannya dengan apartemen mba Alula ya pak?" Vira enggan berdebat dengan Refal soal kekepoan, wanita yang baru beberapa bulan menikah itu memilih langsung to the point.


"Hm." Jawab Refal singkat.


Vira sudah dapat menangkap garis besar ketidaksediaan Shenina tinggal di apartemen Alula yaitu karena Refaldy, sang mantan. Sebab, Vira dapat menangkap tatapan mata Shenina yang masih menyiratkan cinta untuk Refal. Sebagai sesama wanita tentu Vira paham bagaimana tidak nyamannya Shenina berada antara Refal dan Alula yang kelewat baik. Ah, sepeka itu memang sosok Vira.


"Pak, kalau boleh mengeluarkan pendapat... saya pun tidak setuju jika Shenina tinggal di apartemen mba Alula."


"Saya belum memberikan persetujuan untuk kamu boleh mengeluarkan pendapat atau tidak, Vira." Tegur Refal yang harus bersabar menghadapi sekertarisnya ini.


"Saya tidak peduli pak, yang penting saya tidak setuju kalau Shenina tinggal disana." Ucap Vira dengan tegas.


"Meskipun jika Shenina tinggal disana saya juga senang karena dapat menginap di apartemen mewah." Lanjut Vira dalam hati.


"Terus kenapa tadi kamu tanya 'kalau boleh mengeluarkan pendapat' jika ujung-ujungnya kamu tidak peduli, Savira .." Batin Refal yang enggan mendebat sekertarisnya itu. Jika pekerjaan Vira tidak bagus, sudah sejak dulu Refal memecat wanita itu.


"Kenapa kamu tidak setuju jika Shenina tinggal di apartemen? Terserah Alula lah, itu apartemen Alula." Tanya Refal menatap Vira sambil mengernyit penuh tanya.

__ADS_1


"Oke, saya akan beri alasan untuk anda pak Refal." Refal mengernyit, terkadang sekertarisnya ini juga bisa menghibur saat suntuk loh.


"Pertama, karena Shenina tidak ingin tinggal disana, jadi anda jangan memaksa kehendak dia dong pak, meskipun pak Refal atasan kita, itu tidak baik Pak." Refal mengangguk.


"Terus?"


"Kedua, saya tidak setuju jika Shenina tinggal satu gedung dengan anda, karena anda adalah mantannya Shenina. Please, biarkan Shenina move on sepenuhnya dari bapak, biarkan juga dia menjalin hubungan dengan dokter Argha."


Mata Refal langsung membulat mendengar kalimat Vira yang terakhir. biarkan Shenina menjalin hubungan dengan dokter Argha?


Siapa dokter Argha? Apa lelaki yang kemarin menjemput Shenina di kantor hingga membuat Refal bertindak impulsif dengan langsung balik Indonesia?


"Siapa Argha?" Tanya Refal dengan nada yang wajah yang sudah berubah datar dalam sekejap.


"Kena kau!" Batin Vira melihat ekspresi Refal yang sudah berubah. Memang Refal saja yang bisa membuat Shenina cemburu?


"Argha itu, dokter tampan yang menjemput Shenina kemarin pak! Tadi setelah meeting, saya sempat kepoin Shenina sih tentang siapa yang menjemputnya kemarin. Pak Refal tahu nggak?" Vira sengaja membuat Refal penasaran.


"Tahu apa?"


Padahal, Shenina yang di desak Vira hanya mengatakan jika semalam makan bersama terus Shenina bingung saat Papanya dokter Argha meminta mereka segera tunangan.


"Makanya pak, mending Shenina jangan tinggal di apartemen mba Alula, biar tidak terjadi kesalahpahaman Shenina dengan dokter Argha juga sama mba Alula untuk kedepannya. Kan pak Refal sudah punya mba Alula, kalian juga cocok loh." Sungguh, Vira tidak tahu situasi hati Refal sekarang yang siap meledak.


Cocok gundulmu~


"Hubungan saya dan Alula adalah kakak dan adik!" Tegas Refal.


"Emang sekarang jamannya kakak adik-an tapi demen pak!"


"Saya adalah kakaknya Alula, Vir. Meskipun saya dan Alula beda ibu, tapi saya dan Alula sama-sama anaknya Indra Aditama!" Fakta baru yang Vira dengar benar-benar mengejutkan.


Benar-benar, beda ibu gimana? karena setahu Vira dan dari berita yang beredar istri Indra Aditama dari dulu hanya satu yaitu Nyonya Sukma, ibu kandung mba Alula.

__ADS_1


"Tolong kamu jaga rahasia ini sampai waktunya nanti tiba. Tidak boleh ada yang tahu termasuk Shenina."


"Pak Refal dan mba Alula kakak adik?." Tanya Vira yang masih tidak percaya.


"Iya." Jawab Refal.


"Beneran?" Refal mengangguk.


"Karena kamu sudah tahu siapa saya sebenarnya, jadi saya tidak mau tahu, kamu harus dukung saya untuk mendapatkan Shenina lagi, saya tidak peduli siapa di Argha itu! Jika kamu tidak mau mendukung saya, maka kamu bisa mengundurkan diri dan melamar pekerjaan sama si Argha itu! Tapi jika kamu mendukung saya dan misi saya berhasil, maka saya akan berikan salah satu unit di Trulex Apartemen untuk kamu."


Vira semakin melongo.


Kekanak-kanakan inikah bosnya selama ini yang terkenal dingin dan tegas? Hanya karena cinta mencampur adukkan masalah pekerjaan dan cinta?


"Tapi bagaimana caranya pak?" Tanya Vira.


"Sini saya jelaskan."


...***...


"Shen, aku dipecat Pak Refal." Ucap Vira yang udah meneteskan air matanya saat keluar dari ruangan Refal.


"Ha?"


"Aku gak tahu salah aku apa Shen, tiba-tiba pak Refal pecat aku... terus saat aku tanya salah aku apa, pak Refal bilang, kamu yang tahu." Kata Vira dengan nafas yang tersengal-sengal karena menangis.


Susah payah Shenina menelan salivanya. Ternyata ancaman Refal tidak main-main.


Bagaimana bisa seorang direktur produksi bertindak setidak masuk akal begini.


"Lihatlah Shen, surat pemecatan yang udah ditandatangani pak Refal." Vira menyodorkan selembar kertas yang ditujukan pada HRD kantor.


"Katakan Shen, salah aku apa? Apa aku punya salah sama kamu terus kamu lapor ke pak Refal?" Tanya Vira.

__ADS_1


"Mba Vira...." Panggil Shenina dengan otak yang benar-benar tidak berfungsi dengan baik.


To be continued


__ADS_2