Mantan Menyebalkan!

Mantan Menyebalkan!
Pelukan Shenina


__ADS_3

Kram perut ditambah dengan rasa lapar membuat Refal terjaga dari tidur nyenyak-nya.


Lelaki 26 tahun yang menjabat sebagai direktur produksi di WIC itu mencoba mengumpulkan kesadarannya dan mengendurkan otot otot perutnya.


Ah sial, tubuh atletis dengan otot otot perut yang sedikit menonjol membuat para cewek ngiler.


Namun sayang... punya penyakit lambung kronis. Benar-benar memalukan untung hanya segelintir orang saja yang tahu penyakit Refaldy.


Perlahan tapi pasti, Refal mencoba membuka matanya yang sudah terlelap beberapa jam lalu dengan tidur yang teramat nyenyak padahal dalam kondisi sakit.


Deg!


Refal merasakan pelukan seseorang dan sengatan hangat dari kulit seseorang. Disaat kesadarannya belum terkumpul sepenuhnya, refleks Refal menengok kesamping untuk melihat siapa yang sudah memeluknya seerat ini?


Shenina?


Demi apapun juga, sungguh Refal tidak percaya dengan apa yang ia lihat saat ini. Pasti mimpi, iya ini pasti mimpi.


Tapi....


Kram di perut Refal benar-benar nyata hingga Refal memberanikan diri untuk menyentuh pipi Shenina yang selalu merona saat didekatnya dulu. Dan rentetan kejadian sebelum Shenina ke kamarnya pun mulai kembali dalam otak Refaldy.


Refal mengeluarkan tangannya dari dalam selimut kemudian mengusap lembut pipi Shenina yang dulu selalu ia cium setiap hari.


Senyum Refal terbit, ada perasaan yang tidak dapat Refal ungkapan dengan kata-kata karena bisa sedekat ini dengan Shenina lagi.


Namun, senyum itu tidak bertahan lama mengingat wajah cantik Alula yang sedang merengek padanya itu tiba-tiba datang dalam benaknya.


Refal menghela nafasnya berat. Refal ingin beranjak dari ranjang untuk menyantap sup iga yang tadi dimasak oleh Shenina agar perutnya enakan kemudian minum obat lagi agar besok sembuh.


Namun baru saja hendak menyibak selimut tebal berwarna abu-abu miliknya, Refal terpaku. Dirinya bertelanjang dada dan hanya mengenakan bokser pendek, sedangkan Shenina hanya mengenakan bra di bagian atasnya. Entah bagaimana dengan bagian bawah Shenina, Refal tidak berani melihat atau sekedar menebak.


Namun satu yang Refal yakini, sejak dulu hingga kini pasti Shenina tidak mengizinkan hal lebih sebelum adanya ikatan. Jadi Refal yakin bahwa hanya bagian atas saja yang terbuka. Ya Refal berusaha meyakini itu saja agar dirinya tenang.


"Astaga...apa yang sudah terjadi?" Gumam Refal pelan dengan nafas naik turun.


Oke, ini bukan kali pertama untuk Refal dan Shenina dalam kondisi seperti ini. Dulu saat masih menjadi sepasang kekasih, keduanya memang berpacaran tidak sehat namun Refal dan Shenina bersepakat untuk tidak Making Love sebelum nikah. Bahkan Shenina tidak mengizinkan Refal menyentuh aset paling berharganya itu.

__ADS_1


Tapi kondisi sekarang berbeda, mereka sudah berstatus sebagai mantan kekasih dan setelah hampir lima tahun tidak bertemu, mereka dipertemukan dengan tiba-tiba dalam situasi yang aneh.


Ingin sekali merutuki kebodohannya yang menuruti ide gila Gerald, namun Refal nyatanya tidak dapat berpaling dari bagian dada Shenina yang jelas lebih menggoda dari empat tahun yang lalu. Bertambahnya usia seorang gadis ternyata mampu menambah kesan seksii~


Lagi-lagi pasti ada keberuntungan dibalik rasa sakit kan~


"Ehm..." Refal berdehem pelan untuk menetralkan dirinya sekaligus memasok kewarasan yang ada pada dirinya sebelum dirinya khilaf karena kangen dengan benda yang tertutup kain renda hitam tersebut.


"Fal .." Panggil Shenina yang ternyata terganggu dengan gerakan Refal juga deheman dari Refal.


Refal diam menatap Shenina yang tersadar akan kondisinya kemudian menarik selimut ke atas. Shenina jelas langsung salah tingkah karena tatapan Refal begitu dalam.


Wajah Shenina memerah seperti kepiting rebus. Entahlah, Shenina tersadar akan tindakannya tadi yang tanpa pikir panjang, sekarang bagaimana jika Refal menganggapnya sedang menggoda sang mantan?


"Fal, sorry.. a.. aku melakukan itu hanya untuk skin to skin karena kamu mengigil Fal.. aku gak tahu lagi harus bagaimana." Terang Shenina dengan mata berkaca-kaca.


Shenina sungguh malu dan dalam hatinya terus merutuki tindakan absurd-nya tersebut. Entahlah, namanya orang cemas dan panik kadang emang tidak bisa berpikir dengan baik dan mengambil langkah yang baik


Dan perasaan Shenina saat ini benar-benar sulit diungkapkan dengan kata-kata.


"Aku paham Shen... makasih banyak ya..." Ujar Refal lembut sambil tersenyum.


"Fal.. jangan berpikir macam-macam... aku gak ada maksud apapun.. aku hanya..."


"Aku paham Shenina. Kamu tenang aja... aku gak akan berpikir buruk tentang kamu sedikit pun... toh ini bukan kali pertama kita seperti ini kan?"


Blus! ucapan Refal dengan nada yang sangat tenang itu nyatanya mampu membuat wajah Shenina semakin merona. Shenina teramat malu.


"Kamu pakai gih... kita makan masakan kamu yuk. aku lapar banget, perut aku sakit lagi.." Ujar Refal menyerah atasan Shenina yang tergeletak di dekat Refal.


Shenina menerimanya, namun Shenina berniat memakainya saat Refal tidak ada dihadapannya jadi dia lebih leluasa.


"Kamu masih demam?" Shenina langsung mengulurkan tangannya menuju kening Refal untuk mengecek suhu tubuh sang mantan kekasih karena jarak mereka masih sangat dekat di atas ranjang.


"Syukurlah udah turun." Gumam Shenina pelan. Refal hanya diam menatap Shenina sedekat ini, kapan lagi coba?


"Masih dingin?" Tanya Shenina lagi.

__ADS_1


"Sedikit."


"Kamu pakai baju yang tebal Fal agar hangat jangan bertelaanjang dada seperti ini." Komentar Shenina.


"Iya. ini aku mau pake baju." Refal memilih beranjak dari ranjang karena nyatanya berada di dekat Shenina lama-lama sangat tidak baik apalagi udah diatas kasur, rasanya ingin menyerang gadis itu seketika.


"Kamu gantinya di kamar mandi ya Fal, aku mau pakai baju."


"Kenapa harus nunggu aku ke kamar mandi kalau kamu mau pake baju? bukannya dulu kita udah sering buka-bukaan?" Kata Refal membuat Shenina melotot.


"Aku hafal banget Shenina... punya kamu yang kanan kan ada tahi lalat nya kecil."


Plukkk!


Shenina melempar bantal ke arah Refal dan tepat sasaran.


"Bos mesummm menyebalkan!" Pekik Shenina kesal. Refal hanya tertawa mendengar umpatan Shenina.


"Kalau ada didekat kamu terus, seperti aku gak akan sakit Shen... auto sembuh kalau udah jahilin kamu... aku kangen sama kamu Shenina... kangen banget!" Batin Refal menatap Shenina yang sedang memakai bajunya dari pantulan kaca almari.


Emang dasar ya Refal~


"Sekali lagi... lupakan kejadian memalukan ini Fal, lupakan!" Kata Shenina dengan rasa bersalah yang menjadi-jadi mengingat Alula.


Sedangkan Refal merasa sangat kesal dengan ucapan Shenina yang terus memintanya melupakan segala yang pernah mereka lalui berdua. Apa setidak bermakna itukah kisah mereka? ah harga diri Refal tersentil.


"Apanya yang memalukan? kamu yang buka baju kamu terus kemudian peluk-peluk aku?"


"Refaldy!"


to be continued...


like dong kak


komentar diisi juga ya hehehe


ah author banyak maunya 😁😁

__ADS_1


__ADS_2