
Kehilangan sesuatu yang paling berharga dalam hidupnya apalagi dalam kondisi tidak sadar membuat Shenina benar-benar shock dan terpukul.
Gadis berlesung pipi itu memang sudah tidak berteriak histeris lagi, air mata Shenina juga sudah tidak mengalir lagi, namun diamnya Shenina membuat hati Refal sesak.
Berkali kali Refal mengucapkan kata maaf pada gadis yang masih sangat ia cintai itu, tapi tidak mendapatkan jawaban. Ajakan menikah Refal sebagai bentuk tanggung jawab juga Shenina acuhkan begitu saja.
Shenina masih diam tanpa suara dengan kondisi berbaring dibawah selimut tebal yang menutupi seluruh tubuh polosnya membelakangi Refal. Sementara Refal, memilih duduk bersandar pada headboard sambil menatap sendu Shenina.
Diamnya Shenina sejatinya sedang berpikir tentang apa yang terjadi pada dirinya semalam. Kenapa tiba-tiba tubuhnya merasa gerah dan pikirannya langsung liar saat melihat dada bidang Refaldy.
Parahnya lagi, Shenina sama sekali tidak menolak sentuhan sentuhan yang diberikan oleh sang Mantan. Bahkan bayangan Refal sedang bermain di area dadanya dengan sedotan yang sangat kuat itu masih terasa berkedut di area tersebut.
Setelah itu,
Shenina tidak ingat apa yang terjadi selanjutnya. Yang Shenina tahu, hanyalah ketika dia bangun... dia berpelukan dengan Refal dalam posisi sama-sama tanpa busana, hanya selimut tebal yang menutupi tubuh keduanya. Shenina juga melihat sendiri banyak kiss Mark di area dadanya menandakan betapa beringasnya Refaldy semalam.
"Shenina... sorry..." Ucap Refal lagi dengan lirih sambil memegang pundak Shenina yang tertutup selimut tebal.
Tangan Shenina mengepal kuat di balik selimut.
"Ayo kita menikah Shen, aku sangat mencintai kamu dan aku tidak pernah menyesal melakukan ini sama kamu." Lanjut Refal yang sebenarnya dalam perasaan was-was karena takut jika Shenina menolak.
Shenina masih diam, hingga beberapa menit kemudian....
"Shen, ayo kita berbicara serius. Kamu gak bisa diam begini Shenina. Bagaimana kalau nantinya kamu hamil?"
Deg...
Jantung Shenina berdegup kencang karena Shenina dari dulu sudah memegang prinsip anti hamil di luar nikah.
"Oke, kita berbicara setelah aku membersihkan diri. Kamu keluar dari kamar ini sekarang juga." Usir Shenina yang langsung disetujui oleh Refal tanpa protes sedikitpun.
...**...
__ADS_1
Setelah Refal keluar dari kamar Gerland dengan hanya menggunakan bokser pendek saja, Shenina hendak bergegas ke kamar mandi untuk membersihkan diri. Hati Shenina terasa nyeri saat melihat bercak darah yang mengotori seprai berwarna putih milik Gerald.
Dirinya sudah menjadi gadis yang kotor ~
"Jadi semalam Refal benar-benar melakukannya?" Gumam Shenina pelan yang tidak merasakan apa-apa padahal itu pengalaman pertamanya.
"Semalam aku benar-benar pingsan atau bagaimana? dan Refal melakukannya dengan lembut?" Lanjut Shenina dengan perasaan yang entah.
Yang namanya manusia, pasti ingin menjadikan pengalaman pertamanya melakukan sekss sebagai kenangan yang baik dan mengesankan, tapi Shenina tidak mendapatkan itu. Gadis yang berprinsip melakukan sekss setelah nikah kini hanya tinggal prinsip belaka.
Di dalam kamar mandi, tangis Shenina pecah kala melihat tubuhnya yang hampir dipenuhi oleh kiss mark hasil karya Refaldy Bayutama.
Gadis itu merasa kotor dan tidak berarti.
Bayangan dokter Argha yang mengajaknya menikah terus saja berputar di kepala Shenina membuat gadis itu merasa bersalah hingga dadanya terasa sesak.
Belum lagi senyuman Alula yang pasti akan pudar mengetahui semuanya yang terjadi. Shenina merasa sangat bersalah atas segala yang terjadi. Gadis itu menyalahkan dirinya sendiri.
Ranjang yang masih berantakan menjadi saksi bagaimana dirinya dan Refal saling mendeesah semalam.
Shenina menarik nafasnya dalam-dalam sebelum membuka kenop pintu keluar dari kamar.
"Kamu sarapan dulu Shen." Ucap Refal dengan senyum yang lembut.
Refal sendiri sudah terlihat bersih dan rapi dengan kaos polos berwarna hitam dan celana pendek dari paham jeans. Shenina yakin, Refal pasti sudah mandi di kamar mandi yang lain.
Shenina duduk di pantry, dua piring nasi goreng sudah tersedia di atas meja dengan teh hangat yang menemani.
"Makan dulu Shen, baru nanti kita bicara." Ucap Refal.
"Kamu sengaja menjebak aku kan Fal? Kamu sengaja melakukan ini semua kan Fal? Kamu udah campurkan sesuatu ke minuman yang aku minum?" Todong Shenina dengan tatapan yang menjurus pada Refal. Tatapan sendu penuh keputusan.
Pertanyaan ini sudah diprediksi oleh Alula dan Gerald sebelumnya. Dan sepasangan kekasih itu sudah menyiapkan jawaban yang tepat agar Refal tidak disalahkan Shenina hingga berujung Shenina yang membenci Refal. Karena jika hanya berhubungan semalam, tidak menjamin Shenina langsung hamil kan?
__ADS_1
"Aku semalam mabuk Shen, aku gak tahu apa-apa." Ucap Refal dengan lembut dan sorot mata yang bersalah.
"Aku pikir, semalam kamu yang berdiri disana hanyalah halusinasiku saja. Aku kira, semalam aku bermimpi melakukannya sama kamu." Jawab Refal lagi dengan tenang.
Ya, Alula dan Gerald sepakat bahwa semua terjadi atas ketidaksengajaan Gerald yang memberikan minuman berisi obat perangsang ditambah sedikit obat tidur ke dalam jus kemasan. Ceritanya Gerald akan memberikan minuman itu untuk mengerjai temannya. Eh ternyata minuman itu justru tertukar dan diminum oleh Shenina. Sedangkan Refal sendiri hanya mengikuti skenario gila sepasang kekasih itu.
"Bohong! kamu pasti sudah memasukkan sesuatu pada minuman aku!" Ucap Shenina dengan tatapan benci pada sang mantan kekasih.
"Aku gak memasukkan apa-apa Shenina. Bukan aku! Kalau kamu gak percaya, kamu bisa tanya sama Gerald. Aku semalam begitu frustasi melihat kamu tersenyum dengan lelaki lain." Jujur Refal, karena yang memasukkan obat laknat itu kan Gerald.
"Kalau kamu gak percaya, aku akan telfon Gerald sekarang, kamu coba tanya sama dia." Kata Refal sesuai skenario yang dibuat oleh Alula.
...*...
Sambungan telfon terhubung pada Gerald. Refal menceritakan tentang apa yang terjadi semalam pada dirinya dan Shenina. Awalnya Shenina malu, tapi dia harus tahu semuanya apakah Refal sengaja menjebak dirinya atau semua hanya ketidaksengajaan saja?
Dan ya benar, Gerald langsung meminta maaf pada Shenina melalui sambungan telfon itu karena sudah salah mengambil minuman yang harusnya ia berikan pada temannya hingga akhirnya diminum oleh Shenina.
Air mata Shenina kembali menetes dengan deras mendengar cerita versi Gerald yang sebenarnya semuanya hanyalah kebohongan semata.
"Refal gak tahu apa-apa Shen, sorry... ini salah gue!" Ucap Gerald.
"Kamu sudah dengar sendiri kan Shen?" Sambung Refal.
"Ayo kita menikah Shenina.... aku akan mempertanggungjawabkan semuanya... aku gak mau jika kamu sampai hamil di luar nikah." Lanjut Refal.
Shenina masih diam, otaknya benar-benar blank.
Kira-kira apa jawaban Shenina...
to be continued...
Like dan Komentar yaaa..
__ADS_1