Mantan Menyebalkan!

Mantan Menyebalkan!
Nina


__ADS_3

Hari ke empat Refal di negara Singa Putih membuat pekerjaan Shenina dan Vira makin menumpuk.


Selain Shenina harus menyiapkan kontrak sewa dengan Pak Hartono pemilik perkebunan teh yang cukup bawel, Shenina juga harus menghadapi customer service yang mendapat banyak komplain dari customer karena produk kripik kentang yang sudah beredar di masyarakat ternyata dalam keadaan sudah melempem --- sudah tidak krispi lagi, hal itu disebabkan karena adanya kesalahan teknis bagian packing di tambah bagian quality control yang kurang teliti.


Huh! Ternyata menjadi asisten direktur Produksi bukan hal yang mudah untuk Shenina, si gadis introvert. Meskipun pekerjaan di Adijaya lebih banyak dari pada di WIC, tapi di Adijaya Shenina hanya mengahadapi ribuan angka di layar monitornya. Sedangkan di WIC, Shenina harus berhadapan dengan mantan dan beberapa orang penting di perusahaan.


Sedangkan Vira sendiri sedang sibuk mengurus meeting dengan supplier lewat online bersama dengan Refal yang ada di Singapore. Hal itu dilakukan agar produk teh kemasan yang sehat tanpa campuran pemanis buatan itu bisa segera diproduksi.


Selama empat hari tidak bertemu Refal dan komunikasi seperlunya seputar urusan kerjaan saja, nyatanya tidak serta-merta membuat hati Shenina tenang padahal Shenina sendiri yang meminta Refal untuk profesional. Banyak pertanyaan dibenak Shenina tentang apa saja yang Refal lakukan bersama Alula selama di Singapore mengingat bagaimana tingkah Refal selama pacaran dengan Shenina yang cukup mesum~


Namun Shenina berusaha sekuat tenaga untuk sadar diri akan posisinya. Dirinya tidak punya hak apa-apa atas Refal dan dia tidak ada apa-apanya dibandingkan dengan Alula.


Terlebih Alula adalah gadis yang baik, jadi Alula pantas mendapatkan kebahagiaannya walaupun bersama dengan Refal, lelaki paling menyebalkan plus brenggsek menurut Shenina.


"Pak Refal itu keterlaluan deh!" Gerutu Vira yang baru datang dari ruang meeting menuju meja kerjanya dengan laptop ditangannya.


"Kenapa mba?" Tanya Shenina yang usai menutup panggilan telfon dari pihak customer servis.


"Dia tadi itu meeting di dalam kamar, terus gak sengaja Mba Alula lewat dibelakangnya hanya mengenakan tank top dan hot pans. Untung aja, para supplier belum masuk ke room meeting online." Cerita Vira menggebu-gebu membuat Shenina tersenyum tipis meskipun lubuk hatinya muncul perasaan aneh.


"Apakah mereka sudah melampaui batas? Semoga saja tidak, semoga Alula bisa menjaga kehormatannya sebelum menikah." Batin Shenina.


"Cewek jaman sekarang ya, mau mau aja kumpul kebo! Lagian Pak Indra dan Bu Sukma, kenapa mengizinkan mereka tinggal bareng ya." Gerutu Vira.


"Kita doakan saja mba, supaya mereka segera meresmikan hubungan mereka ke ikatan pernikahan, biar gak menumpuk dosa." Jawab Shenina mencoba untuk tersenyum padahal hatinya semakin tidak nyaman.


"Gak apa-apa Shenina, kamu dan Refal adalah masa lalu, dan masa depan Refal itu bersama dengan Alula, gadis cantik, baik dan dari keluarga ternama." Batin Shenina.


"Kamu beneran udah move on dari Pak Refal Shen?" Tanya Vira tiba-tiba melihat Shenina termenung.


"Ma.. maksudnya mba?"


"Kamu yakin udah move on dari Pak Refal? kamu gak cemburu sama Alula kan?" Selain tukang kepo, Vira kalau ngomong juga langsung to the point untung Shenina bukan tipe orang baperan.


"Aku udah move on mba.. aku dulu pacaran sama pak Refal kan udah lama banget dan kalau gak salah hampir lima tahun sudah berlalu dan kita juga gak ada komunikasi sama sekali sebelum aku kerja disini. Aku dan dia sudah memiliki kehidupan sendiri-sendiri mba." Jawab Shenina dengan tenang, padahal hatinya tidak demikian.


"Syukurlah... aku takut kalau kamu merasa tidak nyaman atas hubungan mereka Shen, maaf ya kalau aku ngomongnya gimana tanpa filter."


"Mba Vira tenang saja."


Meskipun dari luar terlihat tenang, namun Shenina tidak bisa menyingkirkan sedikitpun segala pertanyaan negatif yang berputar di kepalanya.


Apalagi setelah mendengar cerita Vira tentang bagaimana posesifnya Alula pada Refal hingga menyingkirkan gadis gadis yang mencoba menarik perhatian direktur produksi itu.

__ADS_1


Perasaan Shenina semakin tidak karuan. Shenina masih takut banget jika hubungannya dengan Refal dimasa lalu diketahui Alula dan menimbulkan salah paham. Ingin jujur pada Alula, tapi buat apa... semuanya sudah berlalu dan tidak penting untuk dibahas lagi kan?


"Shenina.. ponsel kamu berdering itu loh... angkat deh, jangan melamun aja." Tegur Vira.


Astaga, sibuk dengan pikirannya sendiri Shenina sampai tidak mendengar dering ponselnya.


"Maaf mba.. aku lagi gak ngeh, pusing mikirin orang Quality Control sama orang produksi." Alasan Shenina yang seratus persen bohong.


"Gak usah dipikirkan, tadi aku udah ngomong sama Pak Refal, dia akan segera balik dan akan selesaikan sendiri masalah produk melempem itu."


"Iya mba."


Shenina pun langsung meriah ponselnya yang masih berdering. Tertera nama seseorang yang sejak kemarin rajin menghubungi dirinya membuat senyum Shenina merekah.


"Hallo Abang..." Sapa Shenina setelah menggeser icon berwarna hijau pada layar ponselnya.


"..........."


"Nanti aku pulang jam 4 bang."


"..........."


"Iya Abang, nanti Nina tunggu di lobby Kantor ya."


"Terima kasih Abang, hati-hati di jalan." Jawab Shenina sebelum memutuskan panggilan telepon.


"ciieee siapa ituh... Abang... Abang... mesra bangeet sih." Goda Vira.


"Mba Vira kepo deh!"


"Udah move on beneran nih dari Pak Refaldy Bayutama."


"Udah dari lama lah mba... ngapain mikirin mantan... weeekk! udah ayo lanjut kerja biar cepet kelar!" Ajak Shenina mengalihkan pembicaraan. Tetap saja, membahas tentang Refaldy membuat hatinya nyeri.


"Lebih baik seperti ini Shenina.." Batin Shenina.


"Cepet kelar biar segera ketemu sama si 'Abang' ya... ciee ciieee Shenina..."


"Mba Vira.. udah dong jangan diledekin terus!"


...***...


Tepat pukul 16.15 WIB, Shenina baru turun dari lantai 20 tempatnya bekerja bersama dengan Vira.

__ADS_1


Obrolan-obrolan ringan yang masih seputar pekerjaan menemani langkah mereka di dalam lift.


Shenina dan Vira menggunakan lift umum untuk karyawan jadi ada beberapa karyawan yang menyapa keduanya.


Kebanyakan yang menyapa Shenina adalah karyawan laki-laki, tidak jarang dari mereka juga ada yang menggoda Shenina dengan kalimat kalimat manis khas para buaya buntung.


Maklum, para kaum Adam kan paling demen sama yang bening-bening. Apalagi Shenina yang sekarang sangatlah murah senyum. Beda jauh dengan Shenina yang waktu kerja di PT. Adijaya.


"Kenapa gak ada yang godain aku sih?" Gerutu Vira yang sebenarnya hanya bercanda.


"Gak ada yang berani.. kan situ udah taken." Jawab salah seorang karyawan lelaki bagian Pemasaran.


"Iya sih.. kamu buru-buru nikah si Vir.." Sambung yang lainnya. Obrolan serta candaan seperti itu terus berlanjut hingga langkah kaki mereka sampai di lobby Kantor.


"Nina..." Panggil seorang lelaki dengan kemeja navy yang ditekuk sampai siku dipadukan dengan celana bahan.


Lelaki tampan yang memanggil Shenina jelas menarik perhatian karyawan lainnya, selain wajah asing di depan mereka, senyum lelaki itu juga sangat menawan.


"Abang!" Ujar Shenina dengan raut bahagia.


Lelaki yang Shenina panggil Abang itu pun merentangkan tangannya seolah meminta Shenina masuk kedalam pelukannya.


Wajah tampan dan senyum manis yang mengembang itu membuat Shenina terhipnotis dan tanpa pikir panjang langsung berlari dan masuk kedalam pelukan lelaki itu. Shenina lupa dimana dirinya sekarang karena saking rindunya dengan lelaki itu.


"Apa kabar Nina? maafkan Abang ya yang lama tidak memberi kabar sama kamu dan tidak mencari kamu." Kata lelaki itu.


"Kabar aku gak baik-baik saja abang. Aku sendirian bang." Jawab Shenina jujur.


Tingkah Shenina dan lelaki asing di depan kantor ini dan ala ala drama korea, langsung menarik perhatian banyak karyawan lainnya. Tidak jarang yang ikut tersenyum karena menganggap hal itu sangat manis.


"Ciiieee Shenina..." Suara Vira menyadarkan keduanya jika kini mereka jadi pusat perhatian karyawan lainnya. Alhasil, wajah Shenina langsung memerah.


Tanpa mereka semua sadari, seorang lelaki yang sudah berada di dalam mobil hendak pulang pun ikut melihat adegan romantis itu, bahkan lelaki itu dengan sigap mengabadikan momen itu berupa video.


"Saingan elu sepertinya berat Fal! CK! gak bisa bayangin gimana ekspresi elu melihat video ini.... gue yakin, malam ini juga elu akan balik ke Indo hahaha." Ucap Gerald, lelaki yang ada di dalam mobil mewahnya itu sambil tertawa sendiri.


to be continued....


haii kakak kakak yang masih setia baca novel amatiran aku ini,


please kasih like dan komentar kalian ya.. masukan juga boleh hehehe...


kalau mau kasih vote dan hadiah juga boleh banget.. aku seneng banget malahan heheh.. makasih 🤍

__ADS_1


__ADS_2