Mantan Menyebalkan!

Mantan Menyebalkan!
Alula yang Sebenarnya


__ADS_3

"Shenina.." Panggil Vira yang meja kerjanya memang berada tepat disamping meja kerja Shenina.


"Iya mba.." Jawab Shenina yang langsung mengalihkan pandangannya dari slide presentasi Refal yang ada di monitor ke arah wanita modis bernama Vira, sekertaris Refal.


"Kira-kira Pak Refal, Mba Alula dan Pak Gerald lagi ngobrolin apa ya di dalam? kok sepertinya serius banget? soalnya dari tadi diantara mereka gak ada satu pun yang keluar loh." Ucap Vira dengan wajah kepo-nya.


"Mereka lagi bahas pertunangan mba.. Dan sepertinya mereka butuh Pak Gerald untuk dimintai pertimbangan." Jawab Shenina dalam hati.


"Aku gak tahu mba." Jawab Shenina singkat dengan senyum tipis yang menciptakan lesung pipi. Di kantor ini, Shenina berusaha membiasakan diri pakai 'aku-kamu', bukan 'elu-gue' seperti di kantor sebelumnya.


"Sayang banget ya ruangan pak Refal ada peredam suaranya, sehingga kita gak bisa kepo deh. Kamu penasaran nggak Shen?" Satu hal yang Shenina tahu tentang sosok Vira, yaitu selain baik dan ramah wanita berusia 28 tahun itu juga kepo akut seperti pemilik akun-akun gosip.


"Dikit mba... soalnya rasa penasaranku kalah sama pekerjaan yang menumpuk." Ucap Shenina yang sebenarnya juga sangat kepo dengan apa yang Refal, Alula dan Gerald bicarakan mengenai Pertunangan itu. Ah hati Shenina rasanya nyeri~


Wajar sih mereka kepo, pasalnya sudah dua jam lebih semenjak Gerald masuk ruangan Refal, obrolan mereka belum juga usai sampai detik ini. Bahkan Refal meminta Shenina mengosongkan jadwalnya hari ini menjadi besok. Jelas Shenina kewalahan sebab ini adalah hari kedua dia kerja. Beruntung ada Vira yang selalu membantu Shenina dengan baik.


"Pak Refal itu emang baik dan royal, tapi kadang emang keterlaluan sih kalau kasih kerjaan. Raja tega. Apalagi sama kamu yang karyawan baru. Emang dasar bucin! kalau ada mba Alula pasti langsung seenaknya minta kosongkan jadwal." gerutu Vira pelan tapi masih dapat di dengar jelas oleh Shenina.


"Enaknya jadi boss kan gitu mba." Sambung Shenina yang tersenyum masam.


Shenina, gadis yang sangat pandai memakai topeng dengan ekspresi datarnya atau senyum tipisnya, kali ini merasa kesusahan untuk bersikap biasa saja mendengar cerita Vira.


Dengan sudah payah, Shenina menghirup udara sebanyak-banyaknya agar pasokan oksigen di paru-paru nya mengumpul sehingga dadanya tidak terasa sesak. Rasa sesak yang Shenina yakini sebagai rasa benci pada Refal karena Refal pernah menyakiti dirinya. Bukan karena rasa cinta atau rasa yang belum kelar.


Tadi Shenina sudah puas menangis di toilet kantor setelah bertabrakan dengan Gerald yang ternyata hendak menuju ruangan Refal.


Dan tadi, Shenina sudah berjanji pada dirinya sendiri untuk tidak menangis lagi jika menyangkut segala sesuatu tentang Refal.


Sudah cukup. Shenina akan berusaha keras untuk bersikap profesional dan tidak ingin tahu lagi tentang semua yang terjadi dengan Refal terlebih jika menyangkut Alula karena Shenina tidak ingin hubungannya dengan Alula renggang.

__ADS_1


...***...


Jam pulang kantor pun tiba,


Shenina sudah bersiap membereskan barang-barangnya sebelum kembali ke kamar kost yang jaraknya cukup jauh dari kantor.


"Shen... pulang bareng gue ya!" Sosok cantik dengan baju brand ternama yang simpel tapi tetap elegan akhirnya keluar juga dari ruangan Refaldy setelah seharian penuh ada di dalam.


Jangan tanya bagaimana tentang janji makan siang bersama sambil cerita-cerita antara Shenina dan Alula. Jelas batal. Karena saat jam makan siang tadi, Refal meminta Shenina memesankan makanan dari restoran Jepang kesukaan Alula. Dan setelah makan siang tadi ada beberapa tamu masuk ruangan Refal yang katanya dari Vendor.


Mungkin Vendor pertunangan mereka. Karena tadi Gerald keluar dari ruangan Refal lebih dulu. Tepatnya dua jam usai jam makan siang selesai.


"Gak usah La... ini jam jam jalanan padat. Gue gak mau elu terjebak macet. Gue mau naik ojek online aja." Jawab Shenina dengan ramah.


"What? Ojek online? Gak.. gak.. gak.. gak.. kost elu itu jauh banget Shen, bahaya sore-sore begini Shenina karena kebanyakan tukang ojek pasti serong kanan serong kiri buat cari jalan ditengah macet. Gak sedikit juga dari mereka yang nekat naik ke trotoar coba." Kata Alula yang memang memiliki trauma tersendiri ketika naik ojek.


"Mba Alula itu mengkhawatirkan kamu Shen, lagian bener kok yang dikatakan sama Alula, jam jam padat begini banyak tukang ojek yang kejar setoran jadi mereka kebut-kebutan di kepadatan jalan." Sahut mba Vira mendapat acungan jempol dari Alula.


"Gini aja deh... mulai besok, gue akan minta supir buat antar jemput elu ke kantor." Putus Alula dengan santai.


"Apa?" Pekik Shenina.


"Wiiihh gila.. emang kalau sama anak pemilik Wishnutama Internasional Corporation gak kaleng-kaleng ya? Kamu harus banyak bersyukur bersahabat sama mba Alula, Shen."


"Ha?" Shenina semakin melongo mendengar penuturan Vira. Begitu juga dengan Alula yang langsung melotot pada sekertaris Refaldy itu.


"Maa.. maaf mba Alula... aku keceplosan." Vira langsung membekap mulutnya. Pasalnya hanya orang-orang tertentu yang tahu siapa Alula sebenarnya.


Setahu karyawan WIC, Alula adalah anak salah satu pemegang saham WIC sehingga memiliki akses keluar masuk kantor ini untuk belajar bisnis setelah lulus kuliah setahun yang lalu. Selain itu, Alula yang cantik, modis, ramah dan kaya itu juga terkenal karena kedekatannya dengan Refaldy Bayutama. Lelaki impian pada gadis di kantor yang menjabat sebagai direktur produksi.

__ADS_1


"La.. ja.. jadi kamu anaknya Pak Indra?" Tanya Shenina menatap Alula tidak percaya.


Indra adalah Presiden Direktur WIC. Shenina memang belum bertemu langsung dengan lelaki bernama Indra itu, tapi Shenina kemarin sudah membaca profil perusahaan secara detail dan siapa-siapa saja pemegang jabatan-jabatan penting di WIC.


"Iya.. dan elu gak usah mikir macem-macem. Yang tajir bokap gue.. bukan gue ya Shenina, jadi biasa aja deh." Alula masih saja bersikap santai menanggapi keterkejutan Shenina yang bahkan langsung merasa rendah bersahabat dengan Alula.


"Ka.. kalau kamu anaknya Pak Indra. Lalu kenapa kamu kemarin bekerja di perusahaan Adijaya?" Tanya Shenina yang masih mematung.


"Iseng. Gue cuma mau cari pengalaman aja dan belajar aja karena kalau disini gue selalu dispesialkan orang-orang. Eh waktu di Adijaya, gue kenal sama elu dan punya sahabat secantik dan sebaik elu. Terus waktu gue pengen resign, gue bingung alasan apa ya... akhirnya gue denger elu dihina-hina sama mamanya Dhani Shen,.gue jelas gak terima lah karena elu udah jadi sahabat gue.. nah itu gue jadikan alasan buat resign. Sama elu lagi.. kan gue happy." Enteng banget Alula berkata seperti itu.


Semua ini gak lucu, benar-benar gak lucu.


"Oh ya Shen.. pokonya gue gak mau tahu.. nanti elu balik bareng gue! gak boleh duluan kalau elu masih anggap gue sahabat."


"La..."


"Gue gak peduli!" Kata Alula kemudian masuk lagi ke ruangan Refal.


"Gila ya mba Alula, royal banget sama sahabatnya... untung sahabatnya sebaik kamu Shen, kalau enggak... mba Alula pasti banyak yang memanfaatkan makanya dia gak mau buka identitasnya ke publik."


"Iya. aku beruntung bertemu dia mba." Jawab Shenina sambil menghela nafas.


Antara beruntung bertemu orang sebaik Alula, atau nyesek karena dengan perantara Alula, Shenina bertemu kembali dengan Refal.


"Aku seneng deh ketemu anak bos yang gak sombong sama sekali dan gak pernah merendahkan orang lain." Kata Vira memuji sikap Shenina.


Apa posisi Refal saat ini karena memiliki hubungan dengan Shenina? dan apa karena ini juga mereka menjalin hubungan? Semacam pernikahan bisnis gitu? karena setahu Shenina dulu, Refal juga dari keluarga pengusaha.


to be continued

__ADS_1


__ADS_2