
Demi menghindari ledekan dari teman-teman kantornya karena tingkah absurd-nya yang tiba-tiba memeluk lelaki tampan, Shenina langsung menarik lelaki tampan yang ia panggil 'abang' itu untuk menjauh menuju parkiran mobil.
"Kami permisi dulu." Pamit lelaki itu dengan sopan pada teman-teman kantor Shenina.
"Iya mas.. hati-hati ya kalian." Jawab Vira dengan yang lainnya, kemudian disusul dengan ledekan demi ledekan untuk Shenina hingga gadis berlesung pipi itu masuk ke dalam mobil sedan mewah berwarna hitam setelah si pemilik mobil membukakan pintu untuk gadis itu.
"Nina, kamu berhutang banyak cerita sama Abang, kenapa kamu bisa tiba-tiba kerja disini." Ucap lelaki itu setelah berhasil duduk dengan sempurna di balik kemudi.
"Panjang ceritanya bang.."
"Abang siap mendengarkan semuanya Nina..."
"Nanti Nina ceritain, kabar bang Argha, Om Andre dan Tante Dina gimana? Bagaimana penyakit om Andre bang?" Tanya Shenina.
"Mama sangat baik, kalau papa kondisinya naik turun, beberapa waktu lalu sempat drop. Mereka sangat merindukan kamu Nin. Baru juga mendarat di Indonesia, abang langsung diminta hubungi kamu. "
"Syukurlah kalau mereka baik-baik saja. Nina juga kangen sama mereka."
"Oh ya, maafkan Abang ya, harusnya kemarin kita ketemu tapi Abang ada panggilan dadakan dari rumah sakit." Kata Lelaki bernama Argha itu sambil melajukan mobilnya.
"Pak dokter baru pulang saja sudah sangat sibuk." Ledek Shenina.
"Maklum, habis cuti enam bulan buat menemani Papa berobat, kerjaan jadi numpuk. Oh ya, kita langsung ke rumah Abang ya.." Ajak Argha.
"Tapi aku bau asem bang. Mampir kost aku dulu ya, biar aku ganti baju. Aku gak pede ketemu Tante Dina dengan baju yang udah aku pake dari pagi." Jawab Shenina.
"Duh yang mau ketemu calon mertua, pengen banget tampil sempurna." Ledek Argha.
"Abang ngaco ih!"
"Oma juga ada di rumah loh Nin, dia pasti seneng banget ketemu kamu lagi." Shenina mengangguk kemudian Argha meminta Shenina untuk bercerita mengapa Shenina bisa bekerja di Wishnutama Internasional Corporation.
Shenina tidak menceritakan secara detail, gadis itu hanya berkata lingkungan kerja di Adijaya sudah tidak nyaman menurutnya kemudian memilih resign. Beruntung, Shenina punya kenalan gadis bernama Alula yang bisa membuatnya kerja di WIC sebagai asisten pribadi Direktur Produksi.
"Bos kamu tapi gak aneh-aneh kan? gak nyuruh-nyuruh kamu seenaknya kan meskipun kamu asisten pribadinya?" Tanya Argha.
__ADS_1
"Nggak bang, aman. Dia sangat baik kok. Dan asal Abang tahu ya, sahabat aku yang namanya Alula itu ternyata anaknya Direktur utama WIC, makanya direktur produksi gak mau nyuruh-nyuruh aku terus." Ucap Shenina dengan senyum yang cantik, senyum yang mencetak dua lesung pipi nan manis.
"Syukurlah, Abang tenang kalau gitu."
...***...
Argha mengantar Shenina di kost lebih dulu agar gadis itu bisa mandi dan berdandan sebelum ia bawa ke rumah untuk makan malam bersama papa dan mamanya.
Lelaki 29 tahun itu memilih menunggu Shenina di dalam mobilnya karena menurut Argha, sangat tidak sopan jika dia harus masuk ke dalam kamar gadis yang ia kenal dekat selama empat tahun terakhir ini.
"Bang Argha, aku sudah siap." Ucap Shenina yang membuka pintu penumpang bagian depan lalu duduk di samping Argha.
"Cantik." Gumam Argha sambil tersenyum.
"Makasih." Jawab Shenina.
"Yaudah, kita langsung ke rumah abang ya." Shenina pun mengangguk setuju.
Hampir satu jam menempuh perjalan ditengah padatnya ibukota, dua anak manusia itu melanjutkan cerita tentang segala hal yang terjadi selama enam bulan mereka gak ketemu dan akhirnya mobil yang dikendarai Argha sudah memasuki kediaman mewah bergaya Eropa dengan pagar yang menjulang tinggi.
"Calon cucu mantu idaman Oma..."
"Oma... apa kabar?" Shenina yang baru keluar dari mobil sudah disambut hangat oleh nenek dari Argha tersebut.
''Oma baik sayang... kamu gimana kabarnya.. duh Oma kangen banget sama kamu." Ucap Wanita berambut putih itu sambil memeluk Shenina.
"Aku juga baik Oma." Jawab Shenina.
"Oma, Nina ajakin masuk dong, masak tamunya dibiarin di depan gini sih..." Tegur Argha dengan lembut.
"Shenina, ayo masuk sayang... masuk... menantu Oma udah masak istimewa untuk makan malam kita." Ujar Oma.
Shenina, Oma dan Argha pun masuk ke dalam rumah mewah tersebut dan disambut hangat oleh Orang tua Argha.
Meskipun dirinya manusia yang hidup sebatang kara dan tidak memiliki harta apa-apa, satu hal yang Shenina selalu syukuri adalah dia dipertemukan dengan orang-orang yang baik. Salah satunya adalah keluarga Argha.
__ADS_1
Empat tahun lalu saat masih di Jogja...
Dina, mama dari Argha itu mengalami kecelakaan lalu lintas saat hendak menyebrang di depan sebuah minimarket. Pelaku penabrakan langsung melarikan diri meskipun jalanan cukup padat kala itu.
Beruntung, disana ada Shenina.
Saat semua orang tidak berani menolong korban kecelakaan yang terluka parah dengan alasan takut terseret dengan masalah yang berbuntut panjang jika menyangkut pihak berwajib, Shenina nekat menolong Dina yang terkapar tidak berdaya.
Dengan menggunakan angkutan umum, Shenina membawa Dina ke rumah sakit terdekat. Shenina tidak peduli dengan apapun, yang terpenting ada nyawa yang harus segera diselamatkan sekarang. Shenina sangat sedih melihat luka Dina yang cukup parah.
Sampai di IGD rumah sakit, Dina langsung mendapatkan penanganan medis dengan cepat karena kondisinya cukup mengkhawatirkan. Dina juga kehilangan banyak darah sehingga harus menerima transfusi darah sesegera mungkin. Dan stok darah A yang Dina butuhkan kala itu ternyata kosong di PMI. Beruntung, Shenina juga memiliki golongan darah A sehingga gadis itu tanpa pikir panjang mendonorkan darahnya untuk Dina.
Kedatangan Dina ke Jogja untuk menjenguk putranya yang melanjutkan pendidikan spesialis di universitas ternama Jogja justru membawa musibah. Namun disisi lain, Dina juga bersyukur bertemu dengan Shenina, gadis baik yang telah menyelamatkan nyawanya.
Semenjak kejadian itu, Shenina menjadi dekat dengan keluarga Dina terutama dengan Argha. Terlebih papa dari Argha yaitu om Andre, merasa kasihan dengan hidup Shenina yang sebatang kara sehingga berniat menjodohkan Shenina dengan Argha.
Kehadiran Argha dalam hidup Shenina ternyata mampu memberikan warna tersendiri. Terlebih saat itu Shenina masih terpuruk usai diputuskan dan dipermalukan Refal di depan teman-temannya.
Banyak yang meledek Shenina karena dianggap mimpi ketinggian jika bersanding dengan Refal dan tidak sedikit juga yang menertawakan Shenina setelah di tinggal oleh Refal.
Melihat sendiri Shenina dibully, Argha tidak terima. Lelaki yang saat itu mengambil spesialisasi THT&KL itu memilih untuk mengantar jemput Shenina agar harga diri gadis itu kembali. Tidak menjadi gadis yang menyedihkan karena dicampakkan oleh kekasihnya.
...***...
Di Negera seberang, rahang Refal langsung mengeras melihat memutar video yang baru saja dikirim oleh Gerald.
"Siapa lelaki itu? kenapa Alula tidak pernah bercerita sedikitpun kalau Shenina dekat dengan lelaki lain? Kenapa Alula kemarin bilang Shenina tidak pernah nampak dekat dengan siapa-siapa selama di Jakarta?" Gumam Refal dengan hati yang berkecamuk tidak karuan.
"Aku gak akan membiarkan takdir memisahkan kita lagi Shenina..." Ujar Refal kemudian menghubungi seseorang.
"Vira, tolong Carikan tiket ke Indonesia malam ini." Ucap Refal.
to be continued...
makasih like dan komentarnya ya kakak 🤍🤍
__ADS_1