Mantan Menyebalkan!

Mantan Menyebalkan!
Tamu Indra Aditama


__ADS_3

Hidup di dunia ini hanya seorang diri bukanlah hal mudah, tidak memiliki keluarga apalagi sanak saudara.


Disaat merasa down, terpuruk dan jatuh, tidak ada bahu untuk bersandar, tidak ada tempat untuk bercerita dan tidak ada pelukan hangat yang menenangkan.


Seperti yang dirasakan Shenina pagi itu di apartemen Gerald. Kekecewaan Shenina pada Refal sungguh sudah sampai ubun-ubun. Shenina tidak menyangka jika Refal merencanakan penjebakan itu untuk bisa menikahi dirinya.


Iya, Shenina tahu alasan Refal melakukan semua itu karena perasaan cinta bercampur penyesalan masa lalu yang ingin Refal perbaiki, tapi bagi Shenina, cara itu sungguh menjijikan.


Meksipun Shenina sedikit bersyukur karena Refal tidak merenggut kesuciannya, tapi tetap saja... Shenina merasa malu, merasa tidak percaya diri dan merasa dilecehkan karena Refal sudah melihat tubuh polosnya meksipun dulu Refal sering banget bermain di area da da.


Demi menenangkan dirinya yang benar-benar kalut, Shenina memilih menyewa sebuah kamar hotel yang tidak jauh dari L'avenue Apartemen. Untung, tas dan ponselnya tidak ketinggalan di apartemen Gerald meskipun kondisinya sedang dikuasai oleh emosi. Untuk baju ganti sendiri, Shenina memilih membeli online yang diantar langsung ke hotel.


Puas menangis seharian dan membeli banyak makanan via online untuk meluapkan kesedihannya, malam harinya Argha datang usai Shenina memberitahu keberadaannya. Tentunya setelah Argha mencari Shenina seharian karena ada hal penting yang ingin Argha katakan pada Shenina.


Dalam dekapan Argha, Shenina mencurahkan semuanya soal Refal tanpa ada yang dikurangi ataupun dilebih-lebihkan hingga Shenina tertidur dalam pelukan dokter tampan tersebut.


Argha jelas emosi mendengar cerita Shenina. Ingin rasanya Argha menghajar mantan kekasih Shenina itu, namun dilarang oleh Shenina. Shenina tidak ingin Argha terkena masalah dan membuang-buang energi.


Demi mengalihkan emosi Argha, Shenina meminta Argha untuk membawa ke tempat yang menyenangkan dan penuh ketenangan. Dan Bali menjadi tempat liburan Argha dan Shenina. Tentunya setelah mendapatkan izin dari kedua orang tua Argha yang sangat mendukung kedekatan keduanya.


Dan disinilah mereka selama seminggu terakhir, Bali.....


"Abang gak mau kamu menghindar dari masalah nin, hadapi Refal, berikan dia pelajaran agar dia tidak seenaknya sendiri memperlakukan kamu.." Ucap Argha dengan tenang namun aura ketegasan terpancar.


"Tapi hati kecilku sudah tidak ingin berurusan dengan dia bang.. aku ingin menjauh sejauh jauhnya dari hidupnya."Jawab Shenina sembari menikmati sarapan paginya.


"Bukan apa-apa Nina... hanya saja biar dia dapat mengambil pelajaran sehingga kedepannya dia akan lebih bisa menghargai pasangannya, siapapun itu."


Shenina mengangguk sambil menghela nafasnya dengan kasar. Dia sudah berjanji pada Argha untuk tidak lari dari masalah setelah Argha mengajaknya liburan. Ya, daripada Argha mendatangi Refal dan menghajar lelaki itu sebab Shenina tahu jika Argha pandai sekali beladiri.


"Kalau kamu sudah siap kembali ke Jakarta, katakan... kita akan kembali disaat kondisi hati kamu sudah benar-benar siap." Ucap Argha lagi.

__ADS_1


"Siap gak siap, aku harus siap bang... karena Abang kan gak bisa meninggalkan pekerjaan Abang lama-lama."


"Asisten Abang sudah menghandle semuanya dan Papa tidak mempermasalahkan itu, asal aku perginya sama kamu." Shenina tersenyum mengingat kedua orang tua Argha sekaligus nenek Argha sangat menyayangi.


"Yaudah besok kita pulang bang."


"Really?"


"Aku yakin Abang..."


"Oke bagus deh, sekalian besok aku langsung bilang sama Mama, Papa dan Oma, kalau kamu udah setuju bertunangan sama aku bulan depan." Kata Argha dengan senyum tipis lalu mengusap rambut Shenina dengan lembut.


Argha ingin melindungi Shenina dan menyelamatkan harga diri Shenina di depan Refal karena Argha sangat menyayangi Shenina meskipun rasa sayang mereka masih sebatas Abang pada adiknya juga sebaliknya.


Kalau kata Oma, sebuah rasa sayang sudah cukup untuk modal bersama... selanjutnya cinta akan datang dengan sendirinya ketika kedua orang sama-sama saling terbuka dan menerima.


...***...


Keesokan harinya, saat Shenina dan Argha bersiap untuk terbang kembali ke Jakarta, Refaldy masih disibukkan dengan segudang pekerjaan.


Itu semua Refal lakukan untuk mengalihkan hati dan pikirannya yang selalu tertuju pada Shenina.


Dengan sekuat hati, Refal mencoba untuk tidak mencari tahu keberadaan dan keadaan Shenina. Putra pertama Indra Aditama itu yakin, Shenina baik-baik saja apalagi disampingnya ada dokter muda yang Refal akui memiliki paras yang cukup tampan.


"Elu bisa Fal... elu bisa buat lepasin Shenina... biar Shenina bahagia. Elu gak boleh egois setelah apa yang elu lakuin pada Shenina Fal." Ucap Refal pada dirinya sendiri.


Pesan masuk di ponsel Refal membuat tatapan Refal yang sebelumnya kosong beralih ke benda Pipih yang tergeletak tidak jauh dari laptopnya.


"Alula?" Ucap Refal membaca nama yang tertera di layar ponselnya kemudian segera membuka pesan dari adiknya yang manja itu.


[ Alula : Mas, sibuk banget ya? sampai-sampai gak ada waktu buat jengukin aku... aku baru pulang dari rumah sakit loh...]

__ADS_1


"Alula baru pulang dari rumah sakit? kok bisa? kenapa gak ada yang memberitahu gue?" Ucap Refal ya g kemudian membalas pesan Alula dengan mengatakan akan menjenguk sang adik di rumah Papa Indra.


Refal cukup khawatir dengan kesehatan Alula karena gadis itu gampang sekali sakit sebab sejak kecil saya tahan tubuhnya memang lemah.


...**...


Refal menghentikan mobil mewahnya di pelataran luas dengan rumput jepang yang tertata begitu cantik dan rapi.


Rumah mewah yang berada di kompleks perumahan elit dengan harga yang sangat fantastis karena berada di tengah kota Jakarta tidak serta merta membuat Refal nyaman tinggal di rumah tersebut. Mending tinggal di apartemennya yang ukurannya jauh lebih sempit ketimbang rumah mewah ini meskipun apartemen Refal tergolong mewah juga.


Disapa dengan ramah oleh seorang asisten rumah tangga di kediaman Indra Aditama, Refal tetap bersikap dingin.


"Tuan dan Nyonya ada di ruang tengah tuan.. sedang menerima tamu." Kata ART itu meskipun tanpa Refal tanya.


"Saya tidak peduli. karena saya kesini hanya untuk menemui Alula."


"Oh saya pikir, den Refal mau menemui Tuan... kalau non Alula ada di kamarnya den." Kata ART itu sambil nyengir berjalan di belakang Refal.


Untuk menuju kamar Alula yang berada dilantai dua, otomatis Refal harus melewati ruang keluarga karena tangga untuk ke lantai dua ada disamping ruang keluarga.


Namun baru saja hendak melangkah ke ruang keluarga, langkah Refal berhenti karena mendengar obrolan yang sungguh menyakiti telinganya.


"Saya gak mau tau mas Indra, Refal harus segera menikahi Naraya..." Ucap seorang wanita yang suaranya sangat Refal ingat.


"Iya, saya mau Refal bertanggung jawab atas apa yang terjadi pada Naraya... saya dan istri saya sudah menunggu hal ini sudah empat tahun."


"Maaf mas Hakim dan mba Intan, saya dan suami saya tidak bisa memaksa kehendak Refal. Dia sudah dewasa dan berhak menentukan jalan hidupnya sendiri." Suara Tante Sukma membuat Refal yang hendak meluapkan emosi pada sepasang suami istri yang tengah bertamu itu membuat Refal mengurungkan niatnya.


"Gak bisa begitu dong! karena Refal hidup Naraya hancur, jadi Refal harus bertanggungjawab pada Naraya dan Flower." Bentak lelaki bernama Hakim dengan nafas naik turun.


"Maafkan saya mas Hakim, saya tidak bisa memaksa Refal lagi .." Ucap Papa Indra dengan lirih. Lelaki yang selalu tegas itu kini seperti kehilangan taringnya.

__ADS_1


"Kalau memang kalian tidak bisa membuat Refal mau menikahi Naraya, maka jangan salahkan saya jika nama baik keluarga ini hancur atas perbuatan anak kalian!" Ancam hakim dengan tegas.


Bersambung...


__ADS_2