Mantan Menyebalkan!

Mantan Menyebalkan!
Perlawanan Alula


__ADS_3

Tamparan yang sangat keras mendarat di pipi Shenina kemudian disusul dengan umpatan, cacian serta makian menarik perhatian para pengunjung rumah sakit lainnya. Untungnya, saat ini mereka ada di koridor VIP jadi cukup sepi dan hanya beberapa orang saja yang berlalu lalang.


Shenina pernah merasakan ini sebelumnya, iya... jauh sebelum hari ini. Tepatnya saat dirinya baru mengenakan seragam putih abu-abu. Bukan hanya kekerasan fisik, tapi juga kekerasan verbal seperti hari ini. Dan kejadiannya juga terjadi di rumah sakit.


Air mata Shenina tidak dapat dibendung lagi mengingat kejadian hampir sembilan tahun lalu. Ditambah lagi, saat ini ujung bibirnya pecah dan mengeluarkan cairan merah karena tamparan yang cukup kerasa dari wanita paruh baya bernama Rika tersebut.


"Kalau kamu sejak awal mau menerima cinta anak saya, saya gak akan keberatan menerima kamu sebagai menantu di keluarga kami. Tapi apa yang kamu lakukan? kamu adalah wanita tidak bisa diuntung! Berani-beraninya kamu menolak Dhani dan mempermalukan anak saya yang notabenenya adalah pewaris Adijaya tempat kamu bekerja saat ini!" Kata Tante Rika dengan penuh emosi.


Deg.


Pewaris?


Jadi selama ini Dhani adalah anak dari pemilik perusahaan tempat ia bekerja saat ini?


Susah payah Shenina menelan salivanya.


Shenina bukan menyesal sudah menolak Dhani karena memang tidak ada sedikitpun perasaan untuk lelaki itu, tapi Shenina mulai cemas karena dia yakin setelah ini dia akan mendapatkan masalah besar jika berhubungan dengan orang kaya apalagi orang yang punya kekuasaan.


"Kenapa kamu diam saja? Menyesal kamu menolak anak saya yang pasti kamu kira hanya karyawan biasa?" Tanya Tante Rika lagi dengan tatapan mengejek pada Shenina.


"Saya tidak menyesal untuk hal itu Tante, karena memang saya tidak pernah memiliki perasaan lebih pada anak Tante." Jawab Shenina dengan suara dibuat setenang mungkin membuat seorang Rika semakin naik pitam.


Memang benar apa yang dikatakan Shenina, dia tidak menyesal sudah menolak Dhani, hanya saja dia malas berurusan dengan orang kaya yang memiliki kuasa karena itu akan menyulitkan hidupnya nanti.


Niat hati pindah ke Jakarta untuk mencari ketenangan dan kebahagiaan hidupnya sendiri dan lepas dari masa lalunya, tapi kenapa lagi dan lagi dia harus mendapatkan masalah dengan orang kaya yang kuasa.


"Apa dia bilang? tidak memiliki perasaan lebih pada Dhani? siapa dia? berani sekali menolak anakku! Wanita miskin seperti dia berani menjatuhkan harga diri anakku. Awas aja kamu Shenina!" Batin Rika yang tidak percaya dengan apa yang dia dengar karena faktanya selain tajir, Dhani kan juga tampan dan selalu bersikap sopan.


"Kau! berani-beraninya menjatuhkan harga diri anakku! Lihat saja, aku akan membuat kamu menyesal karena kamu, anakku jadi masuk rumah sakit." Tunjuk Rika pada Shenina.

__ADS_1


Mendengar dan melihat pada yang dilakukan Tante Rika pada Shenina, rasa kesabaran Alula sudah habis. Sejak tadi Alula ingin membela Shenina namun Alula menghargai Shenina yang memberi kode padanya agar tetap diam.


"Memang kenapa kalau Shenina tolak cinta Dhani? Tante mau apa? Terus kalau Dhani pewaris Adijaya, apa aku harus bilang wow gitu?" Kata Alula yang sudah tidak tahan lagi temannya selalu di rendahkan dengan kalimat kasar yang terus di ulang-ulang layaknya kaset rusak.


"Kamu?" Rika tidak percaya, gadis cantik dan ramah yang menolong Dhani semalam justru kini menatapnya dengan sengit.


"La, jangan... udah..." Shenina tidak ingin Alula terkena masalah.


"Diam kamu Shen, Tante Rika udah keterlaluan dengan menampar kamu dan mencaci maki kamu di depan umum. Kalau memang ada masalah kan bisa dibicarakan baik-baik." Alula menatap Shenina dengan serius kemudian beralih pada Tante Rika.


"Aku melakukan itu agar dia sadar, wanita miskin seperti dirinya harusnya bersyukur dicintai oleh Dhani."


"Tante Rika yang terhormat, saya kasih tahu pada Tante ya... kalau yang namanya perasaan itu tidak bisa dipaksakan. Mau setampan apapun Dhani, sekaya apapun Dhani... kalau Shenina-nya tidak suka, ya tidak suka aja." Ucapan Alula membuat Rika mengepalkan tangannya.


"Berani kalian sama saya?"


"Oke, mulai detik ini... kalian berdua angkat kaki dari perusahaan Adijaya! Dan kamu wanita miskin, jauhi anak saya atau saya akan membuat hidup kamu menyesal untuk selamanya."


Shenina menunduk lemas, dia harus kehilangan pekerjaannya karena penolakan cintanya. Sungguh konyol.


"Waoww... ternyata sekelas perusahaan Adijaya tidak dapat profesional ya... " Ucap Alula dengan nada mengejek.


"Tante Rika, untuk memecat saya dan Shenina sepertinya Tante akan cukup kesulitan karena harus berurusan dengan HRD padahal kita tidak memiliki kesalahan fatal dalam bekerja....


tapi Tante tenang saja, dengan senang hati aku dan Shenina mulai detik ini akan mengundurkan diri dari PT Adijaya." Ucapan Alula semakin membuat mata Shenina membulat.


Bukan mempertahankan pekerjaan, Alula justru melepas pekerjanya begitu saja. Oke kalau Alula anak orang kaya pasti punya banyak tabungan. Sedangkan dirinya... astaga.... tabungan saja hanya cukup untuk makan sebulan.


"Bagus kalau kalian tahu diri!" Ucap Rika dengan nada angkuh.

__ADS_1


"Kalau begitu kami permisi Tante... salam buat Dhani semoga cepat sembuh dan semoga Dhani tidak gila karena cintanya di tolak sahabat saya." Ejek Alula yang melangkah pergi sambil menarik pergelangan tangan Shenina yang semenjak tadi diam dengan wajah kusut.


...***...


"Ada apa?" Tanya Shaka, om dari Alula. Shaka keluar dari mobilnya setelah melihat Alula dan Shenina berjalan dari arah lobby rumah sakit.


"Nanti aku ceritain om." Jawab Alula yang paham akan tatapan Shaka tentang bekas merah di pipi Shenina juga luka robek di ujung bibir gadis berlesung pipi itu.


Alula pun membantu Shenina yang masih terlihat shock itu untuk masuk ke dalam mobil. Alula meminta izin pada Shaka untuk duduk di belakang agar bisa mengobati luka di ujung bibir Shenina.


"Kenapa kamu tadi bilang seperti itu La, kita jadi kehilangan pekerjaan kan?" Tanya Shenina sambil menghela nafasnya dengan kasar.


"Elu santai aja Shen, nanti gue bantu elu buat dapat kerjaan yang enak dan gaji gede." Alula membersihkan luka Shenina dengan telaten dengan obat yang Alula beli tadi di apotek rumah sakit.


"Emang ada kerjaan enak gaji gede." cibir Shenina.


"Aww perihh.." Shenina meringis. Sedangkan Shaka hanya sesekali melirik dua gadis di belakang itu melalui kaca yang menggantung di mobilnya.


"Ada.. nanti gue cariin buat elu.. elu tenang saja. Ya kan Om Shaka?" Tanya Alula pada adik dari papanya.


"Hmm."


"Pelan-pelan Alula, sakittt..." Gerutu Shenina.


"Udah tahu bakal sakit, eh elu diem aja di tampar terus di caci maki... lain kali kalau ada begini lagi itu di bales Shenina.."


"Gue gak mau menambah masalah dalam hidup gue La." Jawab Shenina sambil menghela nafasnya.


to be continued

__ADS_1


__ADS_2