Mantan Menyebalkan!

Mantan Menyebalkan!
Hallo Tetangga Baru


__ADS_3

Kemarin saat melihat dengan mata kepalanya sendiri bagaimana lelaki lain memperlakukan Shenina dengan lembut dan penuh kasih sayang, membuat darah seorang Refaldy Bayutama mendidih.


Apalagi lelaki yang dia tahu bernama dokter Argha itu sudah berani-beraninya mengusap rambut Shenina kemudian menggandeng tangan Shenina saat berjalan menuju parkiran mobil.


Tangan Refal mengepal sempurna, rahang lelaki 26 tahun itu pun mengeras dengan tatapan yang sangat tajam. Refal akui, dokter tersebut memang tampan dan pekerjaannya juga mapan, tapi Refal tidak akan mau mengalah dan melepaskan Shenina begitu saja. Tetap, Refal merasa dirinya lebih tampan.


Beruntung, Gerald datang tepat waktu dan mampu menghalau Refal yang hendak menghampiri Shenina dan dokter Argha.


"Elu mau nyamperin mereka atas dasar apa? elu kekasihnya Shenina? enggak kan? terus elu mau apa? yang ada Shenina akan makin benci sama elu. Jangan pakai emosi bro, tapi pakai otak buat bisa dapatkan Shenina kembali!" Ucap Gerald dengan sangat pelan di telinga Refal agar tidak terdengar orang lain.


Tenang....


Tenang....


Tenang....


Tahan....


Tahan....


Beberapa hari lagi....


Meskipun sangat ingin melampiaskan rasa cemburunya pada Shenina secara langsung pada keesokan harinya, namun Refal mencoba stay cool agar misinya berjalan dengan sempurna. Tidak boleh pakai emosi, cukup pakai otak dan kesabaran.


"Gak enak kan pak rasanya melihat orang yang kita cintai bermesraan dengan lelaki lain di depan mata kepala kita sendiri? nah itu yang dirasakan Shenina saat melihat bapak berpelukan sama mba Alula. Kan Shenina gak tahu hubungan bapak dan mba Alula yang sebenarnya seperti apa. Saya aja kemarin mengira kalian sepasang kekasih!" Kalimat Vira kemarin pun terus berputar di otak Refaldy.


Ya, beberapa hari lagi Shenina akan tinggal di dekatnya, disekitarnya. Jadi Refal bisa memantau gadis itu selama 24 jam. Dan Refal akan cari cara, bagaimana dokter itu agar menjauh dari Shenina, asisten pribadinya itu.


Asisten Pribadi?


Refal mendadak ingat Edwin, mantan asisten pribadinya yang tiba-tiba dipindahkan oleh Indra Aditama untuk mengurus cabang pabrik di Surabaya. Edwin, asisten Refal itu sangat bisa diandalkan, dan Refal yakin perpindahan Edwin adalah hasil dari rengekan Alula pada sang papa. Dan kebetulan ada beberapa persoalan serius di Pabrik Surabaya.


Tanpa menunggu lama, Refal segera menghubungi Edwin.


"Ed." Panggil Refal saat panggilan sudah tersambung.


"Iya Pak Refal, ada yang bisa saya bantu?"


"Kamu kapan kembali ke Jakarta? saya membutuhkan bantuan kamu Ed." Ucap Refal.


Memang iya, segala sesuatu Refal selalu mengandalkan Edwin. Dan sekarang Shenina yang menjadi asistennya, Refal sedikit kesulitan karena tidak tega menyuruh-nyuruh mantan pacarnya itu. Berbeda dengan Edwin yang memang sudah terlatih untuk mendampingi Refal.


"Belum tahu pak, tapi masalah disini sudah mulai terurai benang kusutnya. Bapak membutuhkan bantuan apa? saya akan usahakan semaksimal saya."


"Kamu selalu bisa diandalkan Ed." Ucap Refal. Edwin tersenyum dari jauh sana mendengar pujian atasannya.

__ADS_1


"Ed, tolong cari tahu siapa dokter Argha. Saya akan kirimkan fotonya ke kamu." Kata Refal lagi.


Refal mengingat video yang dikirim Gerald kemarin dan dia berencana screenshot wajah dokter Argha dari video tersebut. Selain menjadi asisten Refal, Edwin sendiri seorang yang jago IT dan meretas situs-situs penting baik resmi maupun tidak.


"Baik pak. Saya akan segera infokan secepatnya jika saya sudah mendapatkan datanya." Jawab Edwin tanpa ada keraguan sedikitpun.


"Bagus. Saya selalu puas dengan kinerja kamu Ed. Semoga kamu segera kembali ke Jakarta. Jaga kesehatan dan selalu hati-hati disana." Ucap Refal sebelum menutup panggilan telfonnya.


...***...


Beberapa hari berlalu,


Setelah melewati banyak pekerjaan yang cukup melelahkan, akhirnya hari yang Refal tunggu-tunggu datang juga. Apalagi jika bukan hari dimana Shenina pindah ke apartemen Alula.


Ah Refal rasanya tidak sabar untuk menjalankan satu persatu visinya demi mewujudkan sebuah misi untuk memiliki Shenina kembali. Ya, Refal sudah berjanji pada dirinya sendiri untuk memperjuangkan Shenina hingga titik darah penghabisan dan tidak akan melepaskan gadis itu untuk kedua kalinya.


Bagaimana bisa Refal melepaskan Shenina, jika melihat Shenina dijemput oleh dokter Argha setiap hari saja sudah membuat darahnya mendidih.


Saking rajinnya dokter Argha yang sudah Refal ketahui sebagai anak dari pemilik rumah sakit ternama itu, Refal menyebutkan sebagai dokter kurang kerjaan karena saat Shenina pulang kantor, dia sudah standby.


Sebenarnya tidak mudah untuk Refal bersikap profesional selama beberapa hari ini pada Shenina selama di kantor disaat hatinya sedang dilanda cemburu yang mendalam. Namun lagi-lagi harus Refal tahan demi tercapainya sebuah misi besar yaitu memiliki Shenina.


"Riana, Shenina sudah menghubungi kamu?" Tanya Refal melalui sambungan telfon saat lelaki itu baru saja bangun dari tidur nyenyaknya.


"Sudah pak Refal."


"Sekitar jam 1 siang nanti Mba Shenina berangkat dari tempat tinggal lamanya. Tadi Mba Shenina sudah info ke Pak Hardi untuk menjemputnya." Jawab Riana.


"Selalu info ke saya ya Riana. Jangan sampai Shenina tau."


"Siap pak Refal. Saya akan jadi team suksesnya Pak Refal." Jawab Riana yang sudah di kasih bonus yang lumayan oleh Refal untuk melancarkan aksinya.


Sejak memutuskan untuk menuruti keinginan Alula, Alula pun membuka blokir pada nomor Shenina sehingga dua sahabat itu kembali berkomunikasi dengan lancar.


Refal sama sekali seolah tidak ikut campur. Semua seolah olah Alula yang urus dari Negera seberang. Padahal, dalang dibalik semuanya adalah Refaldy Bayutama.


...**...


Rasanya seperti mimpi untuk Shenina yang sejak kecil hidup dalam kesederhanaan bahkan kekurangan kini tinggal di apartemen mewah dan di lantai tertinggi apartemen, yaitu lantai 35.


Shenina tidak tahu, ini mimpi baik atau justru mimpi buruk. Pasalnya, unit apartemen milik Alula yang ia tempati, bersebelahan dengan apartemen sang mantan, Refaldy.


Kalau unit milik Refal nomor 35-7, maka Unit milik Alula yang Shenina tempati nomor 35-8.


"Untuk living room dan kitchen, apa perlu ada yang direnovasi sesuai keinginan mba Shenina?" Tanya Riana saat mengajak Shenina mengelilingi lantai satu apartemen mewah tersebut.

__ADS_1


"Saya disini hanya sementara mba Riana, lagi pula ini bukan punya saya. Buat apa saya renovasi." Jawab Shenina.


"Saya hanya menyampaikan pesan mba Alula, mba Shenina."


"Dia selalu berlebihan. Apartemen ini sudah sangat mewah. Tidak ada yang perlu di ganti atau renovasi mba Riana, saya saja hanya membawa barang-barang yang penting saja karena takut barang saya yang murahan mengurangi nilai estetik apartemen ini." Papar Shenina.


"Anda terlalu berlebihan mba Shenina." Ucap Riana.


"Mba Riana, kamarnya ada di sebelah mana ya?" Tanya Shenina.


"Untuk kamar sendiri ada di lantai dua apartemen ini mba Shenina. Di lantai dua, ada satu kamar tidur saja karena kamar yang satunya digunakan untuk mba Alula melukis."


Melukis? Shenina baru tahu jika sahabatnya itu punya hobi melukis.


"Bolehkah kita menuju lantai dua mba?" Tanya Shenina dengan semangat karena penasaran dengan lukisan Alula.


"Boleh banget... tapi untuk ruangan melukis mba Alula, itu kamarnya dikunci oleh mba Alula sendiri. Jadi kita tidak bisa masuk mba."


"Oh, i see, itu memang privasinya. Nanti saja kalau dia pulang dari Singapore, saya akan memintanya untuk menunjukkan hasil karya-karyanya." Kata Shenina.


Shenina dan Riana pun menaiki tangga yang dibuat dengan desain simple namun elegan karena apartemen Alula bernuansa gold.


"Dilantai dua tersendiri, ada private swimming pool jadi mba Shenina bisa bebas renang kapan pun mba Shenina mau."


"Waoooww benarkah?" Mata shenina langsung melebar sempurna.


Shenina sangat realistis, siapa juga yang tidak suka tinggal di hunian mewah dengan segala fasilitas yang lengkap kan? bahkan saking bahagianya, Shenina lupa sosok tetangga apartemennya yang merupakan mantan kekasihnya.


"Waah keren banget... jadi saat aku keluar kamar, tinggal berjalan beberapa langkah, aku langsung bisa keluar dan melihat kolam renang beserta langit Jakarta diatas ketinggalan. Ini luar biasa banget." Shenina benar-benar speechless dibuatnya karena kemewahan yang ditawarkan pada apartemen mewah ini.


Niat awal Shenina yang ingin melihat kamar tidurnya pun teralihkan dengan kolam renang.


Gadis yang memiliki hobi berenang itupun langsung berlari menuju kolam yang begitu jernih.


"Bener-bener kayak mimpi tinggal ditempat seperti ini." Gumam Shenina sambil memejamkan matanya menghirup udara Jakarta yang tidak terlalu panas hari ini.


"Hallo tetangga baru." Sapa seseorang yang suaranya sangat tidak asing untuk Shenina. Alhasil gadis itu langsung membuka matanya dan melebar.


"Kamu? kenapa kamu ada disini?" Tanya Shenina mendelik membuat Refal rasanya ingin tertawa namun ia tahan.


"Kamu nanyaaa? kamu bertanyaaa tanyyaa kenapa aku ada disini?"


to be continued


yuk spam komentar hehe..

__ADS_1


makasih...


__ADS_2