Mantan Menyebalkan!

Mantan Menyebalkan!
Refaldy yang Menjengkelkan


__ADS_3

Mohon maaf baru update, beberapa hari kemarin sakit habis jatuh jadi gak bisa ngehalu dengan baik 🙏


happy reading ya kak 🥰


...****************...


"Shen... dengerin aku." Ujar Refal dengan nada serius, Shenina yakin... si lelaki buaya seperti Refal pasti akan menyatakan cinta palsunya lagi seperti semalam.


"Dengerin aku dulu Shenina.. kamu jangan marah-marah... karena..." Refal menjeda kalimatnya dengan tatapan yang masih mengunci Shenina.


"Karena apa?" tanya Shenina.


"Karena dada kamu naik turun dan kamu gak pake bra- Shenina... aku dari tadi gagal fokus!" Ujar Refal dengan nada tanpa dosa.


Mendengar kalimat yang keluar dari mulut Refal membuat mata Shenina langsung melotot. Apalagi ekspresi Refal yang super polos seperti anak kecil. Rasanya ingin sekali Shenina timpuk terus kelelepin ke dasar kolam.


Namun Shenina sadar, menanggapi tingkah Refal yang sedang dalam mode annoying seperti ini akan percuma. Shenina sangat mengenal bagaimana sifat asli sang mantan kekasih itu.


Reflek,


Shenina memundurkan tubuhnya beberapa langkah kemudian mendekap dadanya sendiri untuk menutupi aset berharganya.


"Kamu! Dasar kurang ajar!" Umpat Shenina dengan berapi-api.


Shenina membalikkan badannya, dia ingin segera kembali ke kamar. Jika bisa, Shenina ingin pergi sejauh-jauhnya dari hadapan Refaldy Bayutama.


Sumpah! rasanya malu banget. Bahkan saking malunya, Shenina melupakan rasa haus dalam tenggorokannya yang menjadi alasan Shenina ke dapur.


"Mau kemana Shenina?" Tanya Refal yang dengan sigap menangkap pergelangan tangan Shenina yang hendak menjauh.


Langkah Shenina terhenti.


Posisinya saat ini, Shenina membelakangi Refal, tangan kiri Shenina masih menutup dadanya, sedangkan tangan kanan Shenina sudah dalam genggaman Refal yang sangat kuat.


Jangan lupakan senyum tengil seorang Refaldy yang sangat jarang sekali terlihat semenjak berpisah dengan Shenina hampir lima tahun lalu.


"Lepasin Fal!" Ucap Shenina yang enggan melihat wajah tampan Refal.


"Why?" Masih saja Refal bertanya. Sungguh menyebalkan.

__ADS_1


"Aku mau bersiap!" Jawab Shenina ketus.


"Ini masih terlalu pagi Shen..." Refal sengaja menggoda Shenina karena dia sangat paham jika saat ini Shenina malu.


"Singkirkan tangan kamu Refaldy Bayutama!" Ucap Shenina penuh penekanan.


"Kalau aku gak mau, lalu kamu mau apa?" Tantang Refal membuat emosi Shenina kian meletup-letup dan siap meledak.


"Tolong jaga batasan anda tuan Refaldy!" Shenina berusaha menarik tangannya dari genggaman sang mantan.


Namun tanpa Shenina duga, secepat kilat, Refal langsung mengangkat tubuh Shenina dan di dudukkan di atas meja makan.


"Refaaallddy!" Pekik Shenina yang semakin keras karena terkejut dengan tindakan Refaldy.


"Aku mencintai kamu dan aku merindukan kamu Shenina... dari dulu hingga detik ini, perasaan aku masih sama." Refal mengakui perasaannya dengan tatapan yang sangat dalam dan sorot mata yang penuh kejujuran.


"Bulls...."


Umpatan Shenina terhenti karena Refal sudah membungkam bibir manis Shenina dengan bibir Refal.


Mata Shenina kian melotot, emosi gadis itu rasanya hampir meledak dalam hitungan detik saja. Namun sayang, hati Shenina berdusta. Sebab, Shenina tidak mampu menolak sedikit pun atas apa yang saat ini Refal lakukan padanya.


"Berhentikan mobilnya 200 meter sebelum kantor." Kata Shenina.


"Kenapa?"


"Aku gak mau karyawan lain lihat kita berangkat ke kantor bareng Fal!"


"Memangnya kenapa kalau mereka lihat? kan mereka punya mata."


Nah kan, kalimat yang keluar dari mulut Refaldy emang sangat menyebalkan ditambah dengan nada bicaranya yang kelewat santai dan senyum yang super tengil.


Shenina menghela nafasnya kasar, Refal benar-benar membuatnya naik darah semenjak bangun tidur tadi.


"Turunkan aku di jarak yang cukup jauh dari kantor Fal." Pinta Shenina lagi.


"Nggak! Aku gak tega lihat kamu jalan jauh Shen, apalagi kamu pake high heels, terus nanti kalau kamu keringetan bagaimana, atau pingsan bagaimana.. kan tadi kamu cuma sarapan dikit."


"Stop! Berhenti omong kosong Fal."

__ADS_1


"Aku gak omong kosong Shenina... aku serius... seserius perasaan aku buat kamu." Ujar Refal lagi namun tidak ditanggapi oleh Shenina, Shenina memilih membuang mukanya ke samping dari pada melihat lelaki tampan disampingnya yang sedang menyetir.


Iya, dulu Refal emang sangat romantis dan manis pada Shenina... tapi dulu Refal tidak selebay sekarang. Astaga, kepala Shenina rasanya ingin meledak.


"Aku cinta sama kamu Shenina..." Udah lebih dari sepuluh kali Refal berkata seperti itu semenjak pagi tadi.


"Stop Fal! aku mohon... jangan berbicara omong kosong terus menerus. Mari kita bekerja dengan profesional. Aku, udah gak cinta sama kamu Fal, jadi berhenti bersikap lebay seperti ini. Aku muak." Ucap Shenina setengah emosi.


Refal terdiam beberapa saat, ungkapan Shenina tentang perasaan gadis itu yang sudah tidak lagi untuk Refal, membuat hati Refal terasa nyeri. Refal tidak rela Shenina mencintai lelaki lain, termasuk dokter Argha.


"Bohong!" Jawab Refal dengan nada sedikit naik dan nada yang ketus.


"Fal, kita berpisah sudah lama... hati aku sudah diukur oleh nama orang lain, kita sudah memiliki kehidupan masing-masing. Berhentilah berkata omong kosong, mari kita melupakan masa lalu dan bekerja dengan profesional." Shenina sudah mentok belajar sabarnya menghadapi Refal. Jika tidak berpikir panjang, mungkin sejak kemarin Shenina sudah menendang aset berharga Refal agar lelaki itu kapok..


"Bibir kamu memang bisa berbohong Shenina, tapi tubuh kamu tidak." Shenina mengernyit mantap Refal penuh tanya karena otaknya sedang mencerna maksud ucapan Refaldy.


Refal paham akan tatapan Shenina.


"Kamu bisa bilang kalau hati kamu sudah terukir nama lelaki lain, tapi tubuh kamu tidak Shenina... kamu menikmati setiap detik ciuman aku dan sentuhan aku pagi tadi." Kata Refal sambil tersenyum tipis, senyum yang lebih ke meremehkan.


Tangan Shenina terkepal kuat, tapi pipinya merah semerah tomat.


"Siapapun wanita akan menikmati jika tubuhnya sudah mulai terangsaang." Jawab Shenina.


"Oh... jadii kamu tadi itu terangsaang Shenina, pantas saja puncak gunung Merbabu kamu tadi mencuat." Kata Refaldy sembari bermain jadi jempol dan telunjuknya seperti sedang memainkan puncak dada Shenina.


"Please, jangan kurang ajar Fal, berhenti." Ucap Shenina dengan lembut yang males bertengkar karena jarak kantor sekitar tinggal satu kilo meter lagi.


Pikiran Shenina langsung melayang kembali ke kejadian di dapur pagi tadi dimana Refal mendudukkan dirinya diatas meja makan, lalu dengan rakusnya Refal mencium bibir Shenina tanpa aba-aba.


Luumatan lembut dari bibir Refal itu pun mampu mengurai setumpuk emosi Shenina pagi ini. Ya, Shenina menikmati ciuman Refal yang memabukkan, tapi bukan berarti gadis berlesung pipi itu masih mencintai Refal.


"Bodoh Shen, harusnya elu tadi gampar Refal, kalau perlu lempar guci mahal Alula ke kepala Refal. Elu sih Shen Shen .. jadi wanita murahan saat bersama Refal, dicium di greepe-greepe juga diam saja." Batin Shenina yang merutuki kebohongannya sendiri.


Udah tahu merasa bodoh, Shenina masih mau maunya juga berangkat bareng Refal dan harus menuruti kata-kata Refal. Ya bagaimana lagi, jika Shenina tidak mau maka ancaman Refal tadi jadi kenyataan.


...****************...


Segini dulu ya.. maaf lama updatehya... 🙏

__ADS_1


__ADS_2