Mantan Menyebalkan!

Mantan Menyebalkan!
Ide Gerald


__ADS_3

Meninggalkan Shenina yang berkutat di dapur apartemen mewahnya untuk menyiapkan sup iga kesukaannya.


Refal memasuki kamarnya dengan kepala yang cukup pusing di tambah tubuhnya yang cukup kedinginan karena sejak tadi hanya memakai bokser saja.


Bukan sengaja ingin bertelanjang dada untuk memamerkan tubuh atletisnya saat menyambut kedatangan Shenina..,


Tadi waktu baru sampai apartemen, Refal merasakan kegerahan dengan kepala pusing dan perut yang melilit sakit akibat asam lambung yang naik. Oleh sebab itu, Refal langsung rebahan tanpa berniat memakai baju lebih dulu.


Refal pun segera menelpon Gerald untuk meminta tolong membelikan obat. Namun sayang, Gerald sedang ketemu dengan clint penting.


Sehingga Refal memilih menghubungi Shenina, asisten pribadinya saat ini untuk meminta tolong. Tapi hal itu ditolak Shenina mentah-mentah.


Tidak berselang lama setelah panggilan di putus oleh Shenina secara sepihak, Alula menghubungi dirinya kemudian Refal menceritakan penolakan Shenina tanpa ada yang di kurang atau di tambah.


Siapa sangka, Alula justru meminta Shenina untuk membelikannya obat dan merawatnya hingga sembuh. Dan ajaibnya, apapun permintaan Alula, Shenina sepertinya segan untuk menolaknya. Jangankan Shenina, Refal sendiri sulit untuk menolak permintaan gadis yang baru ia kenal tiga tahun belakangan ini.


Dan...


Obat lambung yang Refal minum beberapa menit lalu nyatanya belum memberikan efek apapun sebab perut Refal masih terasa sakit dan cukup mual.


Sesampainya di kamar, Refal langsung disambut dengan dering ponselnya yang begitu nyaring. Kamar Refal sendiri kedap suara, oleh sebab itu saat ponsel Refal berdering dengan posisi pintu tertutup rapat maka dering ponsel itu tidak akan terdengar hingga luar apalagi sampai lantai bawah.


"Pasti Alula..." Gumam Refal sambil tersenyum dan duduk di pinggiran tempat tidur kemudian mengambil ponselnya yang ada di atas nakas.


Salah.


Ternyata yang menghubungi Refal adalah Gerald. Anak dari sepupu sang Papa yang sejak kecil menjadi sahabatnya.


"Gimana kondisi elu Fal? Gue panggilkan dokter apa gimana?" Gerald langsung bertanya tanpa basa basi ketika panggilan terhubung.


Sebagai saudara, Gerald adalah tipe orang yang sangat peka dan peduli dengan orang-orang sekitarnya terutama Refal, lelaki yang tidak dekat dengan keluarganya manapun kecuali dirinya. Terlebih Refal memiliki sakit lambung yang cukup kronis selama beberapa tahun terakhir karena gaya hidup yang tidak sehat.


"Nggak perlu, Shenina udah kesini bawakan obat dan sekarang sedang membuatkan makanan untuk gue." Jawab Refal dengan nada rendah sembari memijit pelipisnya yang pusing. Refal pun memilih merebahkan tubuhnya kemudian menyembunyikan tubuhnya di dalam selimut tebal.

__ADS_1


"What's? Shenina? wih... gila... CLBK dong elu.. " Ledek Gerald yang menjadi satu-satunya orang yang ada disekitar Refal saat ini yang tahu tentang kisah masa lalu seorang Refaldy Bayutama.


"Nggak." Jawab Refal singkat.


"Why? Eh tapi gimana ceritanya Shenina ada disana?" Tanya Gerald kepo mengingat bagaimana tadi tatapan Shenina pada Refal waktu di kantor.


Awalnya Gerald terpesona dengan Shenina, namun menit berikutnya Gerald teringat sama foto yang dulu pernah ditunjukkan oleh Refal pada dirinya, yaitu foto Shenina.


"Alula yang minta. Lagian udah gak mungkin buat gue CLBK sama dia Ger."


"Alula? gila... ini bener-bener gila... Alula pasti gak tahu ya kalau Shenina itu mantan elu? Gak kebayang gimana nanti tu bocah kalau tau Shenina mantan elu. Mantan yang gak bisa buat elu move on sampai detik ini." Tanya Gerald.


"Banggg sat!" Umpat Refal yang kesal karena diledek Gerald sebab tidak bisa move on hingga detik ini. Dan tawa keras menyambut umpatan Refal itu.


"Kesalahan gue dimasa lalu pada Shenina sudah cukup fatal. Dan situasi kondisi saat ini tidak mungkin untuk bisa gue kembali sama dia. Lagian Shenina juga benci banget sama gue." Di seberang sana Gerald mengangguk paham meskipun Refal tidak melihatnya.


"Ini saja, dia pengen cepet-cepet balik padahal Alula sendiri yang minta dia buat jaga dan rawat gue sampai sembuh. Dia bener-bener keberatan ada disini Ger." Curhat Refal lagi.


"Elu mau buat dia betah disana nggak? Terus jagain elu sampai sembuh?"


"Caranya?" Reflek Refal menjawab pertanyaan Gerald dengan penuh semangat mengabaikan segala sakit yang ia rasakan saat ini.


Dan lagi-lagi hal itu menjadi bahan Gerald tertawa terbahak-bahak karena kepolosan saudara sekaligus sahabatnya itu yang aslinya pintar namun selalu bodoh jika menghadapi wanita.


"Fix! elu belum bisa move on Fal!"


"Bangkee elu!"


"Kalau elu mau Shenina tetap stay disana.. Gampang, elu mandi aja pake air dingin.. 15-20 menit dibawah shower gue rasa cukup buat elu semakin menggigil dan sakit. Dan gue yakin Shenina akan tetap stay disana." Saran gila tiba-tiba keluar dari mulut Gerald.


"Elu mau gue mati? ini aja gue udah kedinginan." Sahut Refal yang memang sudah bersembunyi dibalik selimut tebal.


"Elu bisa kira-kira sendiri batas kemampuan elu brother. Setidaknya kalau elu beneran sakit, elu bisa lihat apakah Shenina masih peduli sama elu atau enggak."

__ADS_1


"Kalau Alula telfon gimana?" Tanya Refal polos.


"Gampang kalau masalah Alula lah... nanti gue yang atur." Ucap Gerald.


...***...


Ide gila dari Gerald benar-benar Refal jalankan hanya untuk membuat Shenina stay dan mengetahui apakah Shenina masih peduli padanya?


Akibatnya, tubuh Refal benar-benar menggigil ditambah demam yang semakin tinggi. Ya gimana gak makin menjadi jadi, udah tahu sakit eh malah mandi air dingin sampai 15 menit. Sengaja emang~


Alhasil, Shenina begitu kebingungan dengan kondisi sang mantan kekasihnya kini. Meskipun sudah Shenina peluk, tapi Refal tetap menggigil dan demamnya kian tinggi.


"Fal, please jangan buat gue cemas.." Shenina yang memang sebenarnya gadis cengeng akhirnya tidak bisa lagi membendung air matanya.


"Shen, kalau aku mati.. please maafin segala kesalahan aku ya .." Kata Refal lirih.


"Aku dulu melakukan itu karena punya alasan Shenina .. please maafin aku..."


"Kamu ngomong apa sih Fal..." Entah kemana perginya rasa sakit yang Refal torehkan pada Shenina. Yang jelas saat ini logika Shenina seakan tidak berfungsi, dia cemas dengan kondisi Refal.


Shenina sudah membujuk Refal untuk memberitahu password apartemennya, namun Refal hanya diam. Yang keluar dari bibir Refal hanya kata dingin dan dingin. Karena memang sejak awal niat Refal melakukan ini hanya untuk menahan Shenina ada didekatnya.


"Shen.. dingin..." Lirih Refal.


Shenina frustasi sendiri ...


"Fal... aku gak tahu harus apalagi Fal dengan kondisi kamu kayak gini. Dan... dan... kita udah pernah seperti ini sebelumnya Fal..." Kata Shenina memejamkan matanya.


Tanpa berpikir panjang, Shenina melepaskan kaosnya hingga menyisakan bra berwarna hitam. Kemudian gadis itu memeluk Refal untuk melakukan metode skin to skin, atau metode transfer panas dengan sentuhan kulit. Beruntung Refal belum mengenakan kaos jadi mempermudah Shenina melakukan metode tersebut.


Shenina nekat melakukan ini tanpa ada niatan apapun, hanya untuk membantu Refal dari kondisi yang kedinginan. Toh dulu waktu mereka masih pacaran mereka juga hampir saja kebablasan beberapa kali, jadi ini bukan hal pertama untuk keduanya jika saling buka-bukaan bagian atas.


to be continued

__ADS_1


__ADS_2