
Benar kata Alula,
Setelah meletakkan barang-barang Shenina di kamar kost-nya, gadis bermata hazel itu langsung mengajak Shenina pergi ke Mall terbesar di ibu kota untuk hang out.
Awalnya Shenina menolak mengingat dia harus berhemat sebelum mulai bekerja lagi. Toh, Shenina tidak berharap terlalu tinggi dengan Shaka yang kemarin berjanji memberikan pekerjaan yang lebih baik dari Adijaya.
Namun, siapa yang tega mendengar rengekan Alula sampai memohon-mohon pada Shenina agar mau ia ajak hangout.
Dan...
Restoran Jepang menjadi destinasi pertama yang Alula pilih mengingat hari sudah menjelang siang dan perut sudah mulai keroncongan. Apalagi setelah drama perpisahan di kantor tadi.
Berbagai hidangan khas negeri matahari terbit itu sudah tersaji rapi diatas meja. Dua gadis cantik yang mulai hari ini resmi sebagai pengangguran itu sangat menikmati makanan di hadapannya sambil ngobrol dan bercanda.
Terutama Shenina yang tidak pernah makan di restoran mewah seperti ini.
"Oh ya Shen, elu kok gak pernah cerita tentang keluarga elu. Elu hanya bilang kalau elu itu dari Jogja kan?" Kata Alula tiba-tiba membuat Shenina terdiam.
Awalnya Alula cukup ragu dengan Shenina yang berasal dari Jogja, alasannya adalah dari logat bicara Shenina tidak ada khas jawanya sama sekali atau biasa di bilang orang dengan kata 'medhok'.
Mendengar pertanyaan Alula yang random itu, raut wajah Shenina langsung berubah begitu saja hingga membuat Alula merasa tidak enak karena terlalu ingin tahu privasi sahabatnya.
"Sorry sorry, gue gak bermaksud kepo atau gimana Shen, gue hanya ingin kenal elu lebih dekat, karena sama elu gue merasa kayak punya saudara perempuan setelah dekat sama elu. Dan gue berencana setelah elu cerita tentang keluarga elu, gue juga akan bercerita tentang keluarga gue. Gue bener-bener gak bermaksud menyinggung elu Shen.." Ujar Alula serius.
"Gue paham maksud elu La.."
"Kalau elu belum mau terbuka sama gue, gak masalah Shen, karena memang kita kenal belum lama. Sekarang, kita nikmati makanan kita lagi aja yuk ah.." Kata Alula mengalihkan perhatian agar suasana kembali hangat.
"Kalau gue bilang gue gak punya keluarga dan gak punya siapa-siapa di dunia ini, apa elu masih mau bersahabat sama gue La?" Tanya Shenina lirih.
Alula yang sudah fokus pada makanannya tiba-tiba mendongak dan mendapati wajah Shenina berubah sendu dengan mata berkaca-kaca.
"Nggak punya keluarga? maksudnya?" Alula terkejut dengan kalimat yang terlontar dari bibir sahabatnya.
Shenina menunduk, air mata gadis cantik berlesung pipi itu sudah meluncur begitu saja tanpa menunggu lama.
__ADS_1
"Ehm.. sorry Shen..." Alula menggenggam tangan Shenina seolah memberi kekuatan pada gadis yang duduk di hadapannya tersebut.
"Sorry kalau pertanyaan gue menyinggung elu atau mengingatkan elu sama sesuatu yang gak elu suka. Kita lupain aja ya, kita bahas yang hepi-hepi aja." Ketulusan Alula mampu menciptakan senyum tipis di bibir Shenina meskipun air mata masih saja mengalir.
"Gue juga merasakan hal yang sama kayak elu La, gue nyaman bersahabat sama elu, jadi gue juga pengen cerita ini sama elu."
"Oke gue akan selalu jadi pendengar yang baik buat elu Shenina..."
"Gue sebenarnya gak tahu orang tua gue siapa La.." Ucap Shenina dengan getir.
"Gue dibesarkan oleh sepasang suami istri yang sudah lama menantikan momongan. Kata mereka, gue di temukan di daerah Jakarta saat berumur satu tahunan." Pengakuan Shenina untuk pertama kali membuat Alula terkejut. Namun Alula tetap memilih tenang.
"Setelah mereka memungut gue jadi anaknya, dua tahun kemudian mereka dikasih Tuhan anak perempuan yang cantik." Lanjut Shenina sambil tersenyum mengingat wajah anak dari orang tua angkatnya itu.
"Lalu?" Alula mulai kepo dengan kisah hidup sahabatnya yang menurut Alula sangat menyedihkan.
"Setelah mereka memiliki anak, mereka sangat bahagia sekali. Mereka tidak membedakan anak kandung dan anak angkat sehingga gue gak tahu kalau gue hanya sekedar anak angkat mereka. Dan saat gue duduk di bangku kelas 4 SD, kita semua pindah di Jogja karena orang tua angkat gue itu ingin buka usaha. Dan di Jogja mereka sudah punya rumah peninggalan orang tua mereka. Namun, saat usaha mereka semakin sukses, perlakuan mereka terhadap gue dan anak kandungnya menjadi sangat berbeda jauh, hingga ..."
"Hingga apa Shen?"
"Setelah itu elu tinggal di panti asuhan?"
"Hmmm.." Shenina tersenyum di sela-sela air matanya yang mengalir deras.
"Dan banyak hal yang terjadi setelah itu La..." Oke, Alula paham.. mungkin hari ini cukup sekian dia mengetahui kehidupan Shenina yang amat menyedihkan itu.
"Astaga Shen, gue gak nyangka kisah hidup elu segitunya kek sinetron.." Kata Alula membuat Shenina jadi terkekeh.
"Kalau boleh gue tahu Shen, elu kan tinggal di Panti... kok elu bisa kuliah sih?"
"Gue kuliah sambil kerja La, dan beruntungnya gue... gue dapat beasiswa full." Alula tidak perlu meragukan lagi kecerdasan Shenina, dua bulan kerja Alula sudah paham dengan gadis berlesung pipi dihadapannya kini.
"Keren banget elu Shen... Sebagai sahabat baru elu, gue bener-bener bangga sama elu yang tetap berdiri tegap sampai detik ini. "Alula mengacungkan dua jempolnya untuk sang sahabat.
"Elu masih mau jadi sahabat gue La?" Tanya Shenina ragu.
__ADS_1
"Kenapa nggak? Kenapa elu ragu sama gue?"
"Gue pernah punya sahabat La, dia anak orang kaya, dia juga gak sombong dan baik banget... tapi orang tuanya gak suka sama gue, mereka pikir gue hanya memanfaatkan anak mereka hingga suatu titik sebuah musibah kecelakaan terjadi. Sahabat gue itu kecelakaan sendiri, tapi orang tuanya nyalahin gue La..."
Alula teringat kejadian kemarin waktu di rumah sakit hendak menjenguk Dhani, sorot mata Shenina penuh dengan ketakutan meskipun raganya tetap berdiri tegak.
"Jangan bilang orang tua sahabat elu itu menghina elu?" Shenina mengangguk lemah. Entahlah, bersama Alula... Shenina mampu jadi dirinya sendiri.
"Sahabat elu itu masih hidup kan?" Tanya Alula membuat Shenina tertawa seketika.
"Ya masih lah...."
"Kirain udah metong!"
"Janganlah, biarpun dia udah gak mau kenal gue lagi... gue tetep doain yang terbaik buat dia."
"Gak mau temenan? why?"
"Elu terlalu banyak nanya hari ini La.... gantian dong!" Protes Shenina.
"Yaelah, gue masih kepo sama hidup elu Shenina."
"Udah ah! ntar kalau gue cerita panjang lebar lagi, elu gak mau sahabatan sama gue lagi."
"Eitss, gue gak orang kayak gitu ya... lagian papa sama mama gue orangnya itu gak pernah memandang orang dari status ekonomi atau fisik. Jadi elu tenang aja. Ntar kalau papa mama gue pulang dari Eropa, gue kenalin dah." Kata Alula.
"Ngapain di Eropa?"
"Ngurus bisnis."
"Elu bener-bener anak orang kaya La?"
to be continued
Tinggalkan Like, Komentar yukk
__ADS_1
makasih ❤️