Mantan Menyebalkan!

Mantan Menyebalkan!
Refal Menyusul Alula


__ADS_3

Usai makan siang dengan Vira kemarin siang, hati Shenina merasa tidak tenang mengingat hubungannya dengan Alula yang mendadak renggang dan tanpa ada komunikasi sedikit pun.


Pesan demi pesan yang Shenina kirimkan, hanya di baca saja oleh Alula tanpa mendapatkan balasan satupun. Kenapa?


Kenapa Alula menjaga jarak dengannya? apakah Alula sudah tahu tentang kisah masa lalunya dengan Refaldy Bayutama kemudian kecewa karena dia tidak jujur sejak awal tentang hubungan mereka di masa lalu? Jujur, Shenina merasa takut membuat Alula kecewa karena Alula sudah terlalu baik pada Shenina.


Dan...


Pagi ini, Shenina mendapatkan kabar dari Vira jika Refal cuti selama seminggu karena ada urusan pribadi di Singapore. Pak Indra melalui asistennya, meminta Shenina dan Vira menghandle semua pekerjaan Refal. Sedangkan untuk meeting sendiri, akan Refal lakukan secara online dari negara seberang.


Izin karena ada kepentingan pribadi?


Pak Indra kenapa dengan mudahnya memberikan izin pada Refal selama seminggu penuh?


Singapore?


Bukankah Refal kemarin berkata kalau Alula ada di Singapore?


Fix! Refal pasti sedang menyusul Alula. Dan hal itu membuat senyum tipis di bibir Shenina. Shenina yakin, jika Alula sudah mengetahui tentang masa lalu Shenina dan Refal, Refal pasti akan menjelaskan pada Alula dengan baik sehingga hubungan mereka akan tetap baik-baik saja. Shenina mengesampingkan perasaannya sendiri untuk Alula yang memang berhak atas Refal.


"Pak Refal kayaknya ini udah sampai di Singapore deh." Gumam Vira melihat jam yang melingkar di tangannya.


"Mba Vira kok tahu?" Tanya Shenina.


"Iya. karena semalam Pak Refal meminta aku buat memesankan tiket ke Singapore yang paling pagi. Heran deh, padahal kamu yang asisten pribadinya.. eh kok semuanya masih aku."


Shenina tertegun, apa itu juga termasuk salah satu cara Refal menjaga hati Alula? Tapi untuk apa dia bekerja disini kalau memang tidak dibutuhkan.


"Maafkan aku ya mba.. harusnya itu kerjaan aku malah mba Vira yang kerjakan." Kata Shenina dengan rasa bersalah.


"Aku gak masalah sama kamu Shen, hanya saja aku tuh heran sama Pak Refal kenapa dia juga menghindari kamu seperti Alula ya? CK! yang namanya mantan emang gak bisa profesional." kata Vira lagi.


...***...


Refal mengambil penerbangan paling pagi untuk menuju Negera Singa Putih. Untunglah semalam Vira mendapatkan bangku first class sehingga Refal bisa tidur dengan nyaman saat pesawat terbang di udara.


Kurang dari dua jam mengudara, Pesawat Garuda Indonesia sudah mendarat sempurna di negara kecil nan maju bernama Singapura itu.


Dengan menggunakan taksi bandara, Refal langsung menuju ke apartemen yang merupakan tempat tinggal Alula, gadis manja yang segala permintaannya tidak pernah bisa Refal tolak.

__ADS_1


Jam mewah yang melingkar di tangan Refal menunjukkan pukul 08.45 saat Refal sudah berdiri di pintu apartemen yang dihuni oleh Alula.


Ting Tong


Ting Tong


Refal terus memencet bel yang ada di samping pintu apartemen karena sang penghuni tidak juga segera membuka pintu. Refal yakin, Alula pasti masih terlelap dalam mimpi indahnya.


Sudah hampir 10 menit Refal berdiri di depan pintu apartemen Alula dengan nomor ponsel Alula yang tidak aktif. Sungguh, tingkah Alula yang suka seenaknya sendiri ini benar-benar menguji kesabaran Refal.


"Refal, sejak kapan kamu sampai disini nak?" Tanya wanita paruh baya yang tiba-tiba muncul di belakang Refal.


Wanita paruh baya dengan tampilan sederhana namun elegan itu nampak tersenyum ramah pada Refal.


"Tante Sukma. Aku baru sampai 10 menitan yang lalu." Panggil Refal yang langsung menyalami wanita anggun dan berkelas dihadapannya itu.


"Tante baru pulang dari rumah sakit?" Tanya Refal.


Sukma, ibu kandung Alula memang beberapa bulan ini harus bolak balik Indonesia- Singapura karena nenek Alula yang merupakan ibu dari Sukma sedang sakit kanker dan melakukan pengobatan di Singapore.


"Iya. Papa kamu baru menghubungi mama dan kasih tahu kalau kamu nyusul kesini. Makanya mama langsung balik ke apartemen karena mama yakin kalau Baby pasti masih tidur." Jawab Sukma sembari menekan beberapa angka untuk membuka pintu apartemen.


"Ayo masuk Fal." Sukma mempersilahkan Refal.


"Iya Tante..."


"Mama Fal... panggil aku mama." Kata Sukma sambil tersenyum ramah.


"Aku langsung ke kamar Baby ya Tante." Kata Refal lagi yang seperti tidak menggubris permintaan Sukma untuk memanggilnya mama.


Sukma mengangguk memaklumi.


"Bangunin adik kamu gih... Selama disini, dia gak akan bangun sebelum jam 11 siang." Kata Sukma lagi.


"Siap Tante." Jawab Refal.


"Keras kepala kamu sama persis dengan keras kepala mas Indra... Bapak sama anak ternyata sama saja. Beda tipis juga sama si Baby." Ucap Sukma sambil tersenyum tipis menatap punggung lebar Refal yang menghilang dibalik lemari panjang yang menjadi penyekat antara living room dengan ruangan lainnya.


...*...

__ADS_1


Bukan untuk pertama kalinya Refal datang ke apartemen mewah ini. Apartemen mewah yang ada di pusat kota Singapore dan berjarak hanya beberapa meter dari Elizabeth Hospital. Oleh sebab itu, Refal tidak perlu tanya lagi dimana letak kamar Alula berada.


Ceklek.


Benar kan, gadis manja itu masih tidur nyenyak.


"Wooii bangun woii.." Dengan tidak berperasaan, Refal menggoyang-goyangkan tubuh Alula dengan kasar agar gadis itu bangun.


"Babyyyy banguunn!" Teriak Refal lagi.


"Wooii Babyy kebooo banguunn!" Kata Refal lagi.


"Apaan sih berisik!" Alula mengganti posisi kemudian menutup kedua telinganya agar tidak mendengar suara sumbang yang mengganggu tidur nyenyaknya.


"Bebb bebeeeekk banguun!" Refal menghela nafasnya. Membangunkan Alula adalah salah satu hal tersulit di dunia ini menurut Refal.


"Baby banggun..." Refal mengacak-ngacak rambut Alula dengan gemas.


"Mas Refal ngapain sih kesini! Ganggu orang tidur aja." Gerutu Alula dengan mata yang masih tertutup rapat.


Refal menghela nafasnya kasar kemudian duduk di pinggir ranjang Alula. Otak Refal berpikir keras untuk memulai berbicara dengan Alula tengah Shenina setelah kemarin ngobrol panjang dengan Gerald.


"Beb, aku mau jujur sama kamu." Tidak ada jawaban dari Alula.


"Se... sebenarnya, Shenina adalah mantan pacar aku waktu jaman kuliah di Jogja... dan Shenina lah satu-satunya gadis yang tidak bisa mas lupakan hingga detik ini bahkan kehadiran Naura, tidak bisa menggeser sedikitpun posisi Shenina di hati aku. Maafkan aku jika buat kamu kecewa Beb, maaf jika aku sudah menyakiti Naura, sahabat kamu dari kecil." Ucap Refal mengusap rambut Alula.


"Mas Refal..." Alula langsung membuka matanya yang sudah berkaca-kaca menatap Refal. Mendengar kejujuran Refal, hati Alula menghangat. Akhirnya, Refal mau terbuka pada dirinya.


Alula langsung duduk disamping Refal dan memeluk Refal dengan erat. Rasa kantuk Alula hilang seketika.


"Aku udah tahu mas... aku udah tahu kalau Shenina mantan kamu mas... Bahkan alasan aku kerja di Adijaya hanya untuk kenal dan dekat sama Shenina. Aku menyuruh Shenina kerja jadi asisten kamu agar kalian dekat lagi mas... A.. aku mau menebus kebodohan aku dimasa lalu, karena aku.... karena aku, kamu harus meninggalkan Shenina dan bertunangan dengan Naura." Kata Alula dengan terisak.


to be continued


Maaf ya...jika ceritanya agak membingungkan, satu persatu teka tekinya akan aku buka...


harap maklum, author pemula, jadi masih belajar...


terima kasih dukungannya 🙏

__ADS_1


__ADS_2