Mantan Menyebalkan!

Mantan Menyebalkan!
Perkara Pintu


__ADS_3

Happy reading kakak kakak baik hati 🥰


...****************...


Mendapatkan pesan singkat dari Riana yang berisi bahwa Shenina sudah ada di lobby utama apartemen, Refal segera bangkit dari posisinya rebahan.


Tablet yang menampilkan laporan pendistribusian barang dari pabrik itu masih menyala dan Refal tinggalkan begitu saja di sofa yang sebelumnya menjadi teman paling setia Refal saat rebahan.


Lelaki yang sebentar lagi genap 26 tahun itu bergegas menuju kamarnya yang ada di lantai dua untuk berganti pakaian sesuai dengan rencananya yang ingin menyambut Shenina. Jelas Refal tidak ingin dong berpenampilan hanya bokser saja untuk menyambut Shenina.


Ya, setelah menyadari perasaannya yang masih begitu besar untuk Shenina dan mengakuinya di depan Alula juga Gerald, Refal selalu bertingkah seperti remaja yang baru merasakan jatuh cinta. Mungkin karena mendapat dukungan penuh dari adik dan calon adik iparnya beserta Om-nya, yaitu Shaka.


Sejak pagi tadi, senyum Refal tidak pernah surut dari wajah tampannya. Bahkan jantung Refal juga berdebar lebih kencang hanya untuk menyambut seorang mantan kekasih yang sudah empat tahun lalu berpisah.


Kemeja lengan pendek berwarna broken white yang dipadukan dengan celana pendek berwarna coklat menjadi pilihan outfit Refal kali ini.


"Tampang elu jauh diatas si dokter itu, jadi elu gak boleh kalah dari dokter itu Fal." Ucap Refal pada dirinya sendiri saat bercermin.


Melihat penampilannya yang cukup rapi, Refal pun memilih mengacak-ngacak rambutnya agar sedikit berantakan karena rencananya dia akan menunggu Shenina di tepi kolam renang. Refal masih sangat ingat, jika Shenina senang sekali berenang pasti gadis itu akan kegirangan melihat kolam renang besar dan mewah ini. Karena dulu, Shenina hanya bisa berenang sebulan sekali, itupun harus nabung lebih dulu.


Secangkir kopi dan majalah bisnis menjadi teman Refal untuk rebahan di kursi malas yang ada di pinggir kolam sambil menunggu Shenina datang. Kan ceritanya Refal pura-pura tidak tahu~


Udara Jakarta masih cukup panas di hari weekend ini, apalagi harus adegan berjemur di pinggir kolam renang seperti ini. Iya sih, diatasnya Refal sudah ada payung yang dapat menghalau sinar matahari secara langsung, tapi tetap saja lah angin yang berhembus cukup panas. Tapi tidak masalah, semua demi seorang Shenina Anastasya.


Belum juga 10 menit duduk manis sambil membaca majalah bisnis, suara Shenina dan Riana sudah terdengar. Refal langsung berlagak rileks dan santai padahal hatinya sudah tidak sabar melihat ekspresi Shenina.


Deg!


Mata Refal langsung menangkap sosok cantik yang memakai dress pendek berwarna soft pink yang tengah tersenyum bahagia melihat kolam renang dihadapannya.


Tanpa disadari, bibir Refal ikut tersenyum hanya karena melihat Shenina tersenyum.


"Bener-bener kayak mimpi tinggal ditempat seperti ini." Gumam Shenina sambil memejamkan matanya menghirup udara Jakarta yang tidak terlalu panas hari ini.


Shenina belum menyadari keberadaan orang yang sejak tadi memperhatikan dirinya. Padahal, jarak mereka cukup dekat. Saat Shenina bergumam saja, Refal masih bisa mendengar dengan jelas.


Ah Refal sudah tidak tahan lagi untuk menyapa penghuni baru apartemen sampingnya itu.


"Hallo tetangga baru." Sapa Refal dengan memasang senyum tengil.

__ADS_1


Sebuah senyum yang tidak pernah Refal tampilkan pada siapapun semenjak lelaki itu putus dari Shenina dan pindah ke Jakarta. Ah, berhadapan dengan Shenina selalu membuat Refal menjadi dirinya sendiri.


Shenina terperanjat mendengar suara Refal. Gadis itu langsung membuka matanya dengan cepat. Dan semua itu tidak ada yang terlewat sedikit pun dari pengawasan Refaldy.


"Kamu? kenapa kamu ada disini?" Tanya Shenina mendelik membuat Refal rasanya ingin tertawa namun ia tahan.


"Kamu nanyaaa? kamu bertanyaaa tanyyaa kenapa aku ada disini?" Ucap Refal secara spontan.


"Njirrr kenapa gue ketularan Gerald yang dari kemarin selalu bilang, kamu nanyaaa kamu nanyaaa?" Umpat Refal dalam hati.


"Dih lebay!" Cibir Shenina.


Refal tersenyum kikuk.


"Kenapa pak Refal ada disini?" Tanya Shenina lagi karena Riana tadi bilang kan ini swimming pool pribadi.


"Lah emang aku salah ada disini?" Tanya Refal berlagak bodoh padahal dia sudah paham maksud dari Shenina.


"Bukankah ini swimming pool khusus unit apartemen Alula?" Tanya Shenina yang masih belum paham karena dari apartemen Alula ke area kolam renang tidak ada pintu pembatas sama sekali.


"Ha?" Refal mengernyit.


"Tadi Riana bilang, ini kolam renang private. Kenapa pak Refal ada disini?" Tanya Shenina lagi. Jujur, Shenina tidak nyaman jika terus berdekatan dengan Refal seperti ini.


"Maksudnya?" Kini giliran Shenina yang mengernyit.


"Swimming pool ini dibangun bukan hanya untuk unit apartemen Alula, tapi juga unit apartemen saya. Nih apartemen saya, dan itu apartemen Alula. Kedua apartemen ini di desain memang saling terhubung. Jadi kalau ada sesuatu, baik saya dan Alula sudah tidak perlu lewat pintu depan lagi. Muternya terlalu jauh." jelas Refal yang menunjuk ke arah apartemennya.


Sungguh wajah Refal terlihat sangat menyebalkan sekali dimata Shenina.


Shenina melongo, bagaimana bisa dua unit apartemen yang saling berdampingan dari luar, tapi ternyata di dalamnya saling terhubung lewat lantai dua lebih tepatnya lewat area swimming pool.


Baik apartemen Alula maupun apartemen Refal, tidak ada pintu yang bisa ditutup untuk menuju swimming pool, jadi konsepnya benar-benar terbuka. Yang artinya misal Shenina mau masuk apartemen Refal, ya tinggal masuk saja dari arah swimming pool tanpa menunggu izin dari pemiliknya, begitu pun sebaliknya. kan jadi gak ada privasi-nya.


"Kenapa tidak ada pintu yang bisa di tutup atau sebagai pembatas area luar dan dalam apartemen?" Tanya Shenina.


Jika tetangganya bukan Refal atau seorang lelaki, mungkin Shenina tidak mempermasalahkan hal itu. Toh hanya dua unit apartemen yang bisa mengakses swimming pool ini. Masalahnya ini lelaki dan itu Refal. Bukankah berasa tinggal di rumah yang sama kalau begitu ceritanya karena keduanya bisa keluar masuk dengan bebas?


"Memang saya dan Alula lebih suka konsep seperti ini." Jawab Refal dengan santai.

__ADS_1


Bohong! Karena kenyataannya, saat Shenina memutuskan pindah apartemen pada weekend, Refal langsung meminta orang untuk membuang pintu yang membatasi ruangan dalam apartemen menuju Swimming pool di kedua unit apartemen itu. Gunanya apa? biar Refal lebih leluasa mendekati, menggoda dan mengawasi Shenina agar tidak dekat dengan dokter itu.


Ah Refal benar-benar licik.


Eh, antara licik apa terlalu cerdas ya, karena memaksimalkan waktu sebelum Shenina pindahan.


"Mba Riana, Boleh kan saya minta Alula untuk renovasi sedikit apartemennya?" Tanya Shenina yang melihat Riana sudah berdiri dibelakangnya beberapa detik lalu.


"Apa yang ingin anda renovasi mba Shenina, nanti akan saya tanyakan dulu ada nona Alula." Jawab Riana.


"Pintu. Saya ingin menambah pintu agar bisa ditutup disini." Shenina menunjukkan arah menuju ruangan apartemen dari luar.


Eh enak aja, Refal sudah bayar mahal untuk membuang pintu disitu loh...


"Saya akan tanyakan dulu sama mba Alula." Jawab Riana sopan sambil melirik ke Refal. Riana benar-benar dibuat geleng-geleng kepala oleh tingkah Refal.


"Kenapa harus dikasih pintu?" Tanya Refal dengan nada suara tidak bersahabat.


"Ya karena sayang saja pak, apartemen mahal dan mewah tapi kekurangan pintu." Jawab Shenina sekenanya.


"Saya tidak setuju kalau itu dikasih pintu." Tolak Refal tegas.


"Why?" Tanya Shenina.


"Karena konsep apartemen ini memang terbuka seperti ini. Dan saya sudah terbiasa keluar masuk apartemen Alula saat Alula tinggal disini." Jawab Refal.


"Tapi sekarang yang tinggal di apartemen Alula itu saya Pak! dan saya merasa tidak nyaman jika tidak ada pintunya disini. Saya juga butuh privasi pak." Kata Shenina pada akhirnya.


"Kamu emang mau berapa lama tinggal disini? kenapa mau pasang pintu segala? Paling lama kan setahun kamu tinggal disini sampai kontrak kerja kamu habis?" Tanya Refal dengan nada tidak bersahabat karena seolah Shenina sedang menjaga jarak dengannya.


Shenina terdiam.


"Kalau kamu takut aku melihatmu sedang ganti baju atau apa, kamu bisa lakukan itu di dalam kamar dha kunci kamarnya!" Perintah Refal.


" Pak Refal!" Pekik Shenina.


to be continued


doain ya biar aku bisa update dua kali sehari...

__ADS_1


yuk kasih dukungannya berupa like dan komentar biar authornya semangat.


makasih....


__ADS_2