Mantan Menyebalkan!

Mantan Menyebalkan!
Jagain dia


__ADS_3

Shenina terus menggerutu saat berada di dalam taksi online yang akan membawanya menuju apartemen Darmawangsa, salah satu apartemen mewah yang juga di kelola oleh Wishnutama Corporation.


Jarak Apartemen Lavenue dan Apartemen Darmawangsa hanya sekitar 20 menit jika jalanan lancar. Tapi sayang, meskipun hari sudah cukup larut, Shenina harus berhadapan dengan kemacetan yang cukup panjang karena ada truk terguling di perempatan jalan.


Alhasil, waktu yang harusnya di tempuh hanya 20 menit menjadi 40 menit lebih hingga membuat tiga orang yang sedang duduk di depan meja pantry apartemen Gerald itu ketar ketir karena mereka tidak mau, rencana yang sudah tersusun dengan matang akan gagal total jika Shenina tidak datang.


"Ger, hubungi Shenina deh, dia jadi kesini nggak?" Tanya Refal yang kondisinya sekarang masih 100% sadar meskipun sempat mengkonsumsi alkohol.


"Iya bentar bawel ah!" Ujar Gerald yang langsung meriah ponsel Refal untuk menghubungi Shenina.


"Aku gak mau ya, rencana ini gagal. pokoknya kita harus bawa Shenina kesini dan rencana berjalan dengan sempurna." Ucap seseorang yang duduk disamping Refal dan dihadapan Gerald.


Beberapa menit kemudian,


"Shenina sudah mau memasuki area apartemen, elu buruan langsung ke kamar gue Fal. Ingat, pura-pura mabuk." Perintah Gerald.


Refal mengangguk, kemudian bergegaslah ke kamar Gerald yang sudah di setting sedemikian rupa.


"Maafin gue Shen.. gue terpaksa melakukan ini karena gue gak mau sampai elu terima lamaran dokter Argha." Batin Refal yang tahu tentang lamaran Argha dari cerita Vira, sekertaris pribadinya.


Sedangkan Gerald dan seseorang lagi sedang memastikan kondisi di luar kamar agar tidak memancing kecurigaan Shenina, setelah itu... seseorang itu bersembunyi di kamar tamu apartemen Gerald yang bersebelahan dengan kamar yang ditempati Refal.


Lalu darimana Vira tahu?


Awalnya, Vira diminta Refal untuk menghubungi Shenina dan menanyakan keberadaan gadis itu. Vira juga diminta Refal untuk memberikan alasan yang logis pada Shenina mengenai tujuannya menelpon agar Shenina tidak curiga.


Bukan hanya tentang keberadaan Shenina yang baru memasuki Lavenue apartemen yang Vira dapat, melainkan tentang ajakan Argha pada Shenina untuk menikah.


Jelas, mendengar hal tersebut jiwa kepo Vira langsung meronta-ronta dan sekertaris Refal itu langsung mengorek informasi sebanyak-banyaknya pada Shenina kemudian melaporkannya pada Refal.


Jujur, Refal sangat mengacungi jempol bakat Vira yang cocok menjadi wartawan atau penerus mbak Najwa Shihab. Karena, Vira mampu mengorek informasi dari Shenina, gadis yang dulunya sangat introvert.


Namun, Refal tidak bisa berbohong. Hatinya terasa sesak mendengar cerita Vira sehingga sebuah rencana besar tersusun dengan baik demi membalikkan keadaan.


...***...

__ADS_1


Ting


Tong


Ting


Tong


Seseorang memencet bel yang berada di samping pintu utama apartemen Gerald. Setelah memastikan semuanya aman, Gerald segera berjalan menuju pintu utama untuk mempersilahkan tamunya masuk.


"Malam pak Gerald." Sapa Shenina dengan ramah setelah Gerald membukakan pintu.


Meskipun kesal dan jengkel karena harus menjemput Refal di Darmawangsa disaat Shenina sudah ingin istirahat, tapi Shenina harus tetap bersikap ramah pada siapa saja, termasuk Gerald yang merupakan direktur finance di Wishnutama Internasional Corporation.


Tapi awas saja nanti, Shenina akan melampiaskan kekesalannya dan kejengkelannya pada Refal.


"Malam juga Shenina. Silahkan masuk Shenina." Gerald mempersilahkan tamunya masuk. Shenina mengangguk dan mulai melangkahkan kakinya memasuki apartemen yang tidak kalah mewah dari apartemen Refal.


"Target dalam genggaman." Batin Gerald bersorak ria.


Shenina mengedarkan pandangannya di ruang tengah setelah mengikuti langkah kaki Gerald. Tapi Shenina tidak menemukan keberadaan Refal disana, hanya beberapa botol minuman beralkohol diatas meja pantry dan bungkus makanan ringan yang bertebaran.


"Refal ada di kamar saya Shenina..."


Shenina ingin menanggapi omongan Gerald, tapi Gerald buru-buru berucap,


"Sebelumnya saya mohon maaf Shenina, karena saya menghubungi kamu disaat Refal mabuk begini. Biasanya memang saya menghubungi asisten Refal sebelum kamu sih." Gerald menggaruk tengkuknya sendiri.


"Biasanya? Apa Pak Refal sering mabuk?" Tanya Shenina. Gerald hanya tersenyum tipis.


"Hidupnya berantakan setelah putus dari kamu Shenina.. Kamu percaya atau nggak percaya itu terserah. Tapi kenyataannya memang demikian." Shenina termenung setelah duduk di sofa empuk usai dipersilahkan oleh sang punya rumah.


"Tadinya saya ingin menghubungi Alula sih, tapi sayang dia sedang tidak disini. Kalau saya tidak dihubungi oleh mama saya yang mengabarkan nenek saya masuk rumah sakit, mungkin saya juga tidak akan menghubungi kamu Shenina.." Shenina hanya diam.


"Alula? ah iya, dia kan kekasih Refal." batin Shenina.

__ADS_1


"Refal sedang mabuk parah Shen, sejak tadi dia hanya memanggil panggil nama kamu, dan itu juga yang menjadi salah satu alasan saya menghubungi kamu. Maafkan saya Shenina." Gerald berbicara dengan sangat sopan.. tidak seperti biasanya.


"Tidak masalah pak, karena ini juga termasuk tugas saya sebagai bawahannya pak Refal."


"Jadi, apa saya bisa membawa pak Refal kembali ke apartemennya sekarang?"


"Refal sedang mabuk berat Shenina, jadi saran saya, biarkan dia disini. Kamu jagain dia dengan baik, saya mau pergi sekarang juga."


Ha?


"Maksudnya?"


"Kamu disini saja, menginap disini saja Shenina, karena saya juga akan pergi. Kamu cukup jagain Refal agar dia tidak melakukan hal hal gila."


"Saya tidak bisa menginap disini pak." Tolak Shenina.


"Lalu kamu mau membawa Refal dengan cara bagaimana? Dia sedang mabuk berat dan kondisinya sangat kacau."


"Saya bisa naik taksi dan anda bantu saya memapahnya. Nanti saya akan meminta bantuan security Lavenue untuk membawanya ke unit apartemennya." Shenina masih saja memilih jawaban membuat Gerald gemas sendiri.


"Saya tidak mau repot-repot mengurusi orang mabuk Shen. Sudah kamu disini saja, kamu bisa makan dan minum apa saja yang ada disini. Kamu juga bisa melakukan apa saja disini. Anggap saja rumah kamu sendiri. Bebas! Saya pergi dulu." Pamit Gerald tanpa menunggu persetujuan Shenina.


"Kalau begitu saja juga ikut pamit. biarkan pak Refal disini." Gerald menghela nafasnya. Emang, gadis didepannya ini cukup keras kepala. Benar kata Refal.


" Oke, tapi jika ada sesuatu dengan Refal maka kamu adalah orang pertama yang harus bertanggung jawab." Mata Shenina melebar.


"Asal kamu tahu Shenina, tadi Refal hendak bunuh diri karena dia patah hati sama kamu." Ucapan Gerald benar-benar ngawur, karena Gerald bingung sendiri bagaimana menahan Shenina disini.


"Bu.. bunuh diri?" Tanya Shenina dengan ekspresi tidak percaya.


'Ya. Dia lakukan dalam kondisi mabuk alias tidak sadar. Karena saat ini dia masih dalam pengaruh alkohol, jadi kalau dia melakukan hal itu lagi, kamu yang harus tanggung jawab. Kamu asisten pribadinya dan saya sudah meminta tolong sama kamu." Kata Gerald dengan tegas membuat otak Shenina blank.


to be continued


kak tinggal like dan komen dong.. makasih 🤍

__ADS_1


__ADS_2