Mantan Menyebalkan!

Mantan Menyebalkan!
Bos Menyebalkan


__ADS_3

Shenina yang masih setia berdiri itu pun semakin susah payah untuk menelan salivanya. Sungguh situasi macam apa ini. Shenina ingin rasanya berlari sejauh mungkin dari Perusahaan Wishnutama.


Tidak lama pintu ruangan Direktur produksi itupun tertutup. Gerald sudah menghilang dibalik pintu besar tersebut dan di ruangan ini hanya menyisakan dua anak manusia yang pernah memiliki perasaan yang sama.


"Sejak kapan kamu kenal dengan Alula?" Pertanyaan pertama yang tertuju pada Shenina bukan soal pekerjaan tapi Alula.


Alula? Shenina ingat ucapan Bu Mira yang mengatakan Alula kekasih dari direktur produksi yang tidak lain adalah Refaldy, kekasihnya.


Oh Tuhan, kenapa dunia sempit sekali.... Alula menolongnya di tempat yang salah.


"Tenang Shen, anggap aja elu gak pernah kenal sama manusia sampah dihadapan elu ini." Batin Shenina dalam hati. Sejak perpisahan mereka, Shenina memang sangat membenci Refal yang telah menorehkan luka teramat dalam di hatinya.


Inhaler...


Exhale..


"Saya mengenal Alula beberapa bulan lalu di tempat saya bekerja sebelumnya, karena kebetulan saya dan Alula satu divisi Pak." Jawab Shenina dengan tenang.


Pak?


Dulu di panggil sayang, sekarang di panggil Pak?


Ingin rasanya Refal berdecak sebal karena mendadak teringat masa masa kuliahnya dulu dimana Shenina selalu memanggilnya sayang dengan begitu manja.


Namun Refal tetap harus profesional dan menjaga wibawanya di depan sang mantan.


Refal mengangguk.


"Kamu tidak akan bisa masuk di perusahaan ini jika Alula tidak meminta saya untuk memberikan kamu pekerjaan. Jadi saya peringatkan, bekerjalah dengan benar dan jangan kecewakan kesempatan yang sudah Alula perjuangkan untuk kamu." Ucapan Refal membuat otak Shenina mendadak pusing.


Shenina sungguh penasaran,


Bagaimana bisa Alula meminta Refal dengan mudahnya memasukkan dirinya ke perusahaan besar ini? kenapa begitu mudahnya ... Ah bodoh amat dengan hubungan Refal~


"Saya mengerti." Jawab Shenina dengan singkat.


"Dan satu lagi, saya minta sama kamu untuk tidak memanfaatkan Alula lagi karena saya memberikan kamu pekerjaan disini itu atas permintaan Alula. Jadi jangan GR." Ucapan Refal membuat mata Shenina melebar.

__ADS_1


Memanfaatkan? Shenina tidak pernah merasa memanfaatkan Alula sedikitpun. Semua Alula yang mengatur. Jangan GR? hello, emang Refal pantas di GR-in?


"Maaf, sepertinya anda sa..."


"Tugas pertama kamu sekarang adalah membuatkan saya kopi sebelum saya memberitahu kamu apa-apa yang harus kamu kerjakan sebagai asisten pribadi saya!" Perintah Refal dengan nada yang sangat bossy disaat Shenina hendak menjelaskan tentang dirinya yang tidak memanfaatkan Alula sebagai sahabat.


"Membuat kopi?" Gumam Shenina pelan.


"Iya. Buatkan saya kopi sekarang juga!"


"Tapi saya bekerja disini bukan sebagai office girl atau bagian pantry." Sebagai staf biasa saja Shenina tidak pernah diminta atasannya untuk membuatkan minum, begitu pula para asisten pribadi yang bekerja di perusahaan Adijaya.


"Saya menyuruh kamu karena kamu adalah asisten pribadi saya. Jadi kamu harus menuruti apapun yang saya minta." Kata Refal dengan gaya arogannya.


Ternyata benar kata Gerald, Refal itu dingin dan arogan. Ah mungkin Bu Mira yang bilang Refal adalah bos yang baik hanya untuk menyenangkannya saja sebelum berhadapan dengan kenyataan yang sesungguhnya.


"Asisten bukan babu pak!" Tolak Shenina dengan tegas membuat Refal mengernyit, sejak kapan Shenina yang lemah lembut bahkan selalu mengalah pada orang lain kini berani melawan?


"Saya menggaji kamu bukan untuk membantah perintah saya Shenina!" Tegas Refal dengan mata yang menatap Shenina tajam.


Refal tersenyum tipis.


"Baik, kalau gitu silahkan kamu mengundurkan diri kamu dari asisten saya kemudian bayar pinalti. Kalau kamu tidak mau mengundurkan diri, maka saya akan laporkan pada HRD tentang sikap kamu yang tidak sopan ini! Semua pilihan ada ditangan kamu, menjalankan perintah saya dan bekerja dengan baik, atau mempersulit diri kamu sendiri Shenina." Refal tersenyum tipis, senyum yang sangat menjengkelkan tentunya.


Ucapan Refal membuat Shenina melotot.


Sungguh, manusia di depan Shenina ini memasang wajah sangat menjengkelkan. Jika memiliki keberanian lebih, Shenina rasanya ingin mencakar lelaki tampan di hadapannya ini.


Tampan? Ah iya, Refal memang tampan. Dalam lubuk hatinya yang terdalam, Shenina mengakui itu.


Bahkan setelah sekian tahun tidak bertemu..., menurut Shenina, ketampanan Refal bertambah berkali kali lipat.


Dulu Refal adalah kakak tingkat terpopuler di kampus karena wajah tampan juga kecerdasannya, Refal memiliki banyak fans fanatik di kampus hingga membuat Shenina sempat terkena bullying karena berpacaran dengan Refal. Tapi kini, Refal bukan hanya tampan, tapi definisi sempurna secara kasat mata. Minus sikapnya yang kini arogan dan menyebalkan. Shenina yakin, pasti banyak wanita yang mengharapkan memiliki hubungan spesial dengan Refal, kecuali dirinya karena uwes tau.... uwes tau jeru~


"Baik, saya akan membuatkan kopi untuk anda lebih dulu. Saya permisi." Ucap Shenina dengan terpaksa. Shenina malas berdebat dengan Refal berkepanjangan karena mau bagaimana pun, posisinya akan tetap kalah jika melawan Refal saat ini, apalagi ancaman sampai ke HRD, Shenina masih ingat betul point point pada kontrak kerja yang ia tanda tangani.


Shenina sebenarnya tidak tahu letak pantry, tidak tahu meja kerjanya dimana, tidak tahu selera kopi Refal yang bagaimana karena dulu saat masih bersamanya Refal tidak pernah minum kopi, lelaki itu lebih memilih minum coklat hangat kesukaannya.

__ADS_1


Shenina hanya ingin segera keluar dari ruangan Refal karena berdua dengan Refal membuat dadanya terasa sesak sekaligus muak.


BRAK!


Shenina menutup pintu ruangan Refal dengan kasar membuat sang empu tersenyum tipis.


"Alula... apa yang kamu lakukan? kenapa kamu membuatku berada di posisi ini sebagai atasan Shenina... Apakah aku harus berterima kasih pada kamu La?" Gumam Refal dengan tatapan sendu pada pintu yang tertutup dapat dimana dia terakhir kali melihat punggung Shenina sebelum menghilang di balik pintu.


"Aku tidak menyangka bisa bertemu dengan kamu lagi Shenina Anastasya sebagai atasan kamu, Aku gak tahu harus bersikap seperti apa pada kamu Shen, semuanya begitu tiba-tiba dan sangat mengejutkan." Gumam Refal dengan sorot mata yang sulit diartikan.


...***...


"Shenina... kamu sehat?" Tanya Vira yang terkejut mendengar pintu ruangan bosnya di banting oleh asisten baru sang bos. Asisten yang diangkat belum ada 30 menit yang lalu.


"Sehat mba!" Jawab Shenina dengan wajah kesal.


"Kalau kamu sehat, kenapa kamu banting pintu ruangan pak Refal, please jangan cari masalah sama pak Refal Shenina..."


"Kenapa memangnya?" Vira sampai melotot mendengar tanggapan Shenina.


"Shenina, pak Refal itu terkenal tegas disini. Dari direktur lainnya, dia memang yang paling muda, tapi dia yang paling gak suka perintahnya dibantah oleh siapapun."


Shenina menghela nafasnya dengan kasar.


"Kamu baik-baik saja kan Shen?" Vira merasa khawatir karena baru kali ini ada orang yang berani membanting pintu ruangan Refal.


"Pantry dimana mba? si bos menyebalkan itu minta dibuatkan kopi." Tanya Shenina dengan lirih.


Baru beberapa menit bekerja, energi Shenina rasanya sudah terkuras habis karena bertemu mantan. Mantan oh Mantan.....


"Kamu belok kiri, lurus aja mentok." Jawab Vira.


"Oke thanks ya mba..." Ucap Shenina kemudian tersenyum tipis karena sebuah ide terlintas~


to be continued


kakak kakak yuk tinggalkan komentar dan like nya.. makasih ya..

__ADS_1


__ADS_2