Mantu Kiyai

Mantu Kiyai
10. perjodohan ( Revisi)


__ADS_3

keluarga pak kiyai Husain telah tiba di depan rumah pak danil.


tok


tok


tok


" Assalamualaikum " ucap pak kiyai Husain


di dalam rumah


" sayang kayanya mereka udah datang" ucap sang istri


" yaudah kamu panggil anak² dan ayah ke depan nyambut kedatangan beliau" ucap sang suami


pak Danil pun langsung menghampiri mereka


" waalaikumsalam eh pak, satu rombongan yah datang kesini" ucap pak Daniel


" silahkan masuk"


" bibi, ambilin minuman dan makanan yah" ucap nya lagi


" baik pak" ucap bibi


di dalam kamar Zahfa


tok


tok


tok


" Kaka, Zaza keluar sayang" ucap mamah lembut


" iya mah" sahut ka dinda


dan Ka dinda pun membukakan pintu kamarnya


" kalian udah rapih?" tanya mamah Lia


" udah dong " jawab ka dinda


" Zaza mana ka?" tanya mamah kembali


" dia ada di kamar mandi dulu" jawab ka Dinda


" yaudah kalo gitu kita ke bawah ya" ucap mamah " biar Zaza sendiri nyusul"


dan mereka pun berjalan ke bawah.


di ruang tamu


" pak kiyai apa kabar?" tanya ayah Danil


" alhamdulilah pak saya beserta keluarga sehat wal Afiat" ucap pak kiyai


" ibu Lia mana ya pak?" tanya Bu laila


" oh dia sedang ada di atas sebentar lagi akan datang ko" ucap pak Danil


" hey al, jangan gugup gitu dong" goda pak Danil


" iya pak " ucap Al menunduk.


kemudian datang mamah Lia dan ka Dinda


" wah calon besan udah pada Dateng ya" ucap mamah Lia


" si ibu biasa aja dah"

__ADS_1


" loh anak mu satu lagi mana ?" ucapnya Bu Laila


" dia lagi di dalam kamar dulu " ucap mamah Lia


ka Dinda pun mengikuti mamah Lia yang akan duduk


" sebenarnya ada apa ini?" batin ka Dinda


" calon besan?, apa jangan aku mau di jodohin lagi sama bang Al " gumamnya lagi


dan mereka pun mengobrol sampai Zahfa datang


kamar Zahfa


" yah si mamah sama si kaka ninggalin gue lagi" ucap Zahfa sambil memoles bedak dan lipstik yang sedikit agak luntur


" yaudah gue samperin aja dah ke bawah" ucapnya lagi sambil membukakan pintu kamar nya.


Zahfa yang memanh sudah cantik di tambah dengan memakai gaun berwarna abu dan bercorak bunga itu memancarkan kesan yang elegan. Zahfa berjalan ke arah mereka. dan Al yang terus menunduk tak menyadari Zahfa yang sedang berjalan ke arah mereka.


" eh nak kamu sudah ada?" tanya mamah Lia


Al pun mendongak dan melihat Zahfa, tata pan mereka bertemu ada kerinduan yang bergejolak di hati mereka masing-masing, tapi Al dan Zahfa masih menetralkan suasana itu.


" mah ada apa ini?" tanya Zahfa


" nanti sama ayah di jelaskan, sekarang kita makan dulu yuk" ucap pak Danil


dan kedua keluarga pun makan dengan keadaan hening.


setelah makan


" Ka,za sini sayang" ucap ayah


" sebenarnya kedatangan keluarga pak kiyai kesini ada maksud yang serius" ucap ayah Danil


" maksud?" tanya Zahfa


" iya maksudnya kami sebagai orang tua ingin menjodohkan salah satu dari kalian" ucap ayah Danil


" bagaimana nak Al " ucap ayah Danil


dan Al pun melirik ke sebelah kiri melihat ka Dinda dengan tatapan datarnya. lain hal dengan melirik Zahfa, ada tatapan sendunya.


" Al mau pilih Zahfa sebagai calon istri pak" ucap Al tegas


" hah? Zahfa?, kenapa ga ka Dinda aja " ucap Zahfa


" itu sudah menjadi keputusan Al nak" ucap pak kiyai


dan ka Dinda pun menahan rasa sakit di dalam hatinya..


" jadi gimana ?" tanya ayah Danil


Zahfa terus berfikir dengan menatap selidik al, Al pun menahan senyumnya.


" mah yah Zaza boleh ngomong berdua sama bang Al?" tanya Zahfa


" yaudah sana kalian obrolin dulu, semoga keputusan nya tepat" ucap ayah Danil


Zahfa pun melirik Al dengan tajam, dan mereka pun berdiri meninggalkan dua keluarga itu.


di taman belakang


hening


hening


hening


" ada apa yang kamu ingin bicarakan za" ucap Al memecahkan keheningan

__ADS_1


" apa maksudnya Abang sih, datang-datang mau ngelamar Zaza, padahal Abang aja nggak pernah ngehubungin Zaza selama seminggu ini hiks hiks " ucap Zahfa dengan tangisan


" yah,.bocilnya Abang ko cengeng sih" ucap Al, Al pun cengengesan


" jadi jawaban kamu apa za?" tanya al


" gatauu " ucap Zahfa polos


" lah ?" tanya al


" jawabnya sekarang, " ucap Al tegas


" aku gamau harus ngerelain masa sekolah aku bang" ucap Zahfa dengan helaan nafasnya.


" kalo masalah itu gampang za, kamu masih bisa sekolah ko, jadi apa jawaban kamu ?" ucap Al


" aku mau" ucap Zahfa sambil menunduk


" apa ? " ucap Al dengan senyumnya


" iya aku mau abanggggggg" ucap Zahfa


" nanti kalo udah menikah jangan panggil Abang ya, panggilnya mas hehe" goda Al


" apaan sih ,ayok kita ke dalem lagi, pasti mereka lagi nunggu kita" ucap Zahfa


" yaudah ayok, tapi jangan nangis" ucap Al


dan mereka pun langsung menuju ke dalam rumah lagi .


" jadi gimana za, ?" ucap pak kiyai


" hm iya Zaza mau ko" ucap Zahfa


" gitu dong anak ayah" ucap pak Danil


dan keluarga mereka pun tersenyum melihat kebahagiaan Kedua putra putrinya.


" jadi kapan mau di adakan nikahnya ?" tanya pak kiyai


" kalo kata ibu sih mending 2 Minggu lagi deh pah" ucap Bu Laila


" apa 2 Minggu? secepat itu kah" tanya Zahfa


" kalo kata Al pas sih mah " ucap Al menimpali.


Zahfa pun langsung melotot ke arah Al


Al hanya mengacungkan jari nya tanda v


" berarti kita jadi yah 2 Minggu lagi" ucap pak danil


dan mereka pun mengangguk kepalanya.


ka Dinda semakin kalut dengan perasaan sesak hatinya .dan ka dinda pun meninggalkan kedua keluarga mereka dengan keadaan sedih. ka Dinda langsung mencari udara segar dan keluar rumah menunju teras depan.


Andi yang sedang di depan teras pun melihat ka Dinda


" Dinda ?" tanya Andi


deg


deg


deg


" Andi?" tanya ka Dinda


bersambung :)


jangan lupa kasih komentar nya like nya dan votenya yakkkkkkkl :))

__ADS_1


__ADS_2