Mantu Kiyai

Mantu Kiyai
Bunga Tidur


__ADS_3

Seminggu sudah kepergian Dinda untuk mencari ilmu di luar negerinya, dan sekarang Zahfa sibukkan dengan tugas akhir tahun yang semakin menumpuk, tetapi ia juga harus menjaga kesehatannya, karena janin yang berada di dalam perutnya semakin berkembang.


Selesai makan malam, Al Zahfa Salma dan Bi Wati merekapun masuk ke kamar mereka masing-masing, tak ada percakapan di antara mereka hanya dentuman sendok yang menghiasi makan mereka. Salma, yang setiap hari semakin aktif dan lincah, dan iapun semakin harus mengerti, dengan ayah bundanya yang semakin sibuk dengan pekerjaannya, ia pun lebih mandiri tanpa melibatkan siapapun, tetapi ia masih dalam pengawasan BI Wati yang semakin menyayanginya seperti anak sendiri.


" Anak mamah sama papah, tidur jangan malem-malem ya, jangan nakal kalo Tidur saa Bi Wati okey?" ucap Zahfa sebelum masuk ke dalam kamarnya.


" Oke, mamah tantik, celamat tidur ya, kapan-kapan ama mau tidur sama mamah papah ya, kalo hari libur" ucap Salma dengan puppy eyes nya.


Bi Wati pun tersenyum melihat perkembangan Salma yang semakin mengerti dengan keadaan mamah papahnya, untung saja dia tidak mengerek seperti kebanyakan anak lainnya.


" Okey, papah janji bakal tidur sama mamah sama Ama lagi bertiga" ucap Al sambil mengusap pucuk kepala Salma


" Ih, bukan bertiga tapi berempat papah, sama Dede di dalam perut mama kan?" tanya Salma .


Al dan Zahfa pun tersenyum bisa-bisanya Salma mengingat adek kecilnya yang belum lahir ke dunia.


" Oiya papah lupa hehe" ucap Al tersenyum.


Bi Wati pun menggiring Salma untuk tidur bersamanya, dan Al dan Zahfa pun mereka juga masuk ke dalam kamar mereka.


" Za" ucap Al, setelah masuk kamarnya.


" kenapa bang?" ucap Zahfa ia berjalan menuju kamar mandi.


" Mau kemana?" tanya Al yang sudah merebahkan tubuhnya di atas kasur.


" Mau sikat gigi lah" ucap Zahfa, iapun masuk ke dalam kamar mandi.

__ADS_1


Al hanya tersenyum dengan sifat istrinya yang berubah-ubah itu.


Setelah beberapa saat kemudian, Zahfa pun keluar dari kamar mandi, ia pun ikut merebahkan tubuhnya di samping Al. Alpun membalikkan badannya ke arah Zahfa.


" Capek?" tanya Al


"Hah? untuk?" tanya Zahfa balik, karena ia tak mengerti dengan pertanyaan suaminya itu.


" Untuk semuanya, maafin abang belum bisa menjadi suami yang baik" ucap Al, dengan mengelus perut Zahfa.


" Ko bilang gitu sih, namanya juga belajar bersama-sama bang" ucap Zahfa lembut.


" Kenapa yah, abang kangen sama ibu dan Abi" ucap Al.


" Lagian kita udah lama Abang, gak menjenguk mereka" ucap Zahfa.


" Yuadah kita tidur yu, kasian baby kita cape hehe" ucapnya lagi dengan tersenyum.


Merekapun terlelap dengan saling berhadapan.


01.30 WIB


Zahfa terbangun dari tidurnya, karena ia ingin pergi ke kamar mandi, ia melirik Al yang tertidur pulas di sampingnya.


Iapun berjalan ke kamar mandi, dan tak lupa ia Mengambil air wudhu juga.


Setelah selesai iapun berniat untuk melakukan solat tahajud, ia pun mengambil mukenanya dan sejadah nya. Lalu ia memulai rokaaat demi rokaaat hingga salam. Setelah selesai pun ia melihat Al, Al yang tertidur pulas tetapi ia mengeluarkan keringat dingin, Zahfa pun mendekati Al, ia menempelkan tangannya ke dahi Al,

__ADS_1


" Tapi enggak panas ya" gumam Zahfa.


Tiba-tiba Al menggenggam tangan Zahfa dengan erat, Zahfa kaget hingga meringis, saking kuatnya genggaman tangan Al.


" Abang, kenapa" ucap Zahfa


Iapun menggoyang tubuh Al, tetapi hanya Ada genggaman yang semakin erat.


" Abang sakit" keluh Zahfa.


Akhirnya Al terbangun dengan di barengi ngos-ngosan, dan kaget.


" Maafin Abang" ucap Al, iapun langsung memeluk Zahfa.


" Mana ada yang sakit?" tanya Al setelah beberapa menit memeluk Zahfa.


Zahfa pun menggeleng, tetapi Al melihat tangan Zahfa yang memerah karena genggamannya.


" Maafin Abang ya, Abang mimpi kalo Abi lagi sakit" ucap Al menjelaskan kepada Zahfa.


" Iya gpp, mending cuci muka jangan lupa wudhu, doain Abi semoga Abi dan ibu baik-baik aja" ucap Zahfa.


Alpun mengangguk, ia pun berjalan untuk melangkahkan kakinya menuju kamar mandi.


Alpun memakai Koko sarung dan sejadah nya ia melakukan solat tahajud dengan khusyuk, Sedangkan Zahfa ia sudah tidur kembali, karena mungkin ia sangat lelah. Al berdoa dengan khusyuk demi keselamatan kedua orang tua nya, kesejahteraan keluarga kecilnya. setelah itu ia melipatkan kembali sarung dan sejadah nya. Ia melihat Zahfa yang sudah tertidur pulas, iapun mencium pucuk kepala Zahfa.


" Abang sayang kamu" bisiknya.

__ADS_1


__ADS_2