
" tarik nafas, buang lalu tersenyumlah"
~ Zahfa ~
----------------
Setelah kepergian keluarga pak kiyai, rumah pak danil pun kembali hening, hanya menyisakan bibi art yang membersihkan ruang tamu mereka.
"sayang mamah sama ayah pergi ke kamar dulu ya" ucap mamah Lia
zahfapun hanya mengaguk saja.
"eh gue lupa dari tadi ka Dinda mana ya ko nggak nongol batang hidungnya sih" gumam zahfa.
Zahfa pun mencari keberadaan Dinda.
sedangkan Dinda yang sedang berada di dalam kamarpun, sedang melamun menghadap ke jendela dengan tatapan kosongnya.
" gue yakin Zahfa nggak suka sama bang Al tapi hanya sekedar nyaman" gumam ka Dinda. " bagaimana pun gua harus ngerebut posisi Zahfa, sebelum jalur kuning melengkung" ucap ka dinda, dengan seringai liciknya.
Zahfa terus mencari keberadaan kaka tersayang nya itu, di taman, di belakang rumah di teraspun Zahfa tidak menemukan sosok ka dindanya itu.
" ko gue bodoh ke gini sih, pasti KA Dinda dari tadi di dalam Kamarnya" gumam zahfa
Zahfa pun melangkahkan kakinya menuju lantai atas untuk menemui kakaknya .
tok
tok
tok
" Kaka Zaza boleh masuk ga?" tanya Zahfa di balik pintu.
lamunan Dinda pun buyar
" masuk aja za" ucap ka Dinda dengan di buat sesenyum mungkin. " ada apa?" tanya ka Dinda
" Kaka dari mana aja sih tadi?" ucap Zahfa menghampiri ka Dinda.
" ada" jawabnya
" ka menurut Kaka aku cocok ga sama bang Al?" tanya Zahfa tiba-tiba.
__ADS_1
ka Dinda hanya berkerut kening. " kenapa?"
" tapi kalo menurut gue Lo pantes nya sama bang Al itu kaya Ade Kaka" ucap ka Dinda mulai berakting.
" ko Kaka bilang begitu?" tanya zahfa.
" gue cuman bilang za, lagian pasti banyak di luar sama yang ngantri sama bang Al, lah sedangkan Lo masih anak sekolah yang belom lulus" ucap ka Dinda memanasi zahfa.
" yaudah kalo kaya gitu, Zahfa pikirin lagi deh, Zahfa ngerasa nggak sebanding dengan. bang Al " ucap Zahfa menunduk.
" Hem" ucap Dinda " mending Lo ke kamar Li aja dah, Kaka mau tidur nih?" ucap Ka Dinda
dan Zahfa pun meninggalkan kamar kakaknya dengan perasaan takut dan tak menentu.
Dinda yang memerhatikan Zahfa pun ingin tertawa tapi dia tahan.
" permainan baru di mulai za, dan bakal Lo tau siapa yang pantas bersanding dengan Al" gumam Dinda dengan merebahkan diri nya.
--------
Kamar Zahfa
Zahfa terus bulak balik kesana kemari memikirkan omongan kakaknya. Ada perasaan takut Untuk kehilangan sosok Al.
" mending gue minta solusi ke temen-temen aja dah" gumam zahfa sambil mengutak ngatik ponsel nya.
- Zahfa
gaes :(
- cica
temen lupa kulit nih:(
- Dea
Kulit lupa kacang :(
- Zahfa
gue seriusan woy :(
- Cica
kenapa mom WKWK
-Zahfa
__ADS_1
Gue lagi bimbang
- Dea
Bimbang Bimbing Bumbung WKWK
-Cica
@deaninong mulai kaga jelas nih
@ zamileh kenapa tayang?
-Dea
si zaza lagi galau ke nya sama bang bule WKWK
- Zahfa
besok gue cerita
- Dea
oke :)
Begitulah isi pesan grup mereka dan masih banyak lagi celotehan- celotehan teman-teman zahfa, namun Zahfa lebih baik mengabaikan kedua temannya yang nggak jelas itu.
Zahfa lalu membaringkan tubuhnya karena merasa lelah seharian dan tak lama dia terlelap.
Ting
suara pesan masuk ke dalam handphone Zahfa .
💌 bang Al
Bochil?
saya sudah sampai rumah :)
Isi pesan singkat, namun Zahfa tertidur pulas dengan dengkuran halusnya .
bersambung :)
JANGAN LUPA LIKE+ COMEN+ VOTE YAK KAKA-KAKAK cantik dan ganteng :)
saling menghargai ya :) hehe
kalo banyak yang suka saya akan lebih banyak update tiap harinya :) makanya jangan lupa tinggalin jejak nya hehe
__ADS_1